Tuesday, April 30, 2013

Istriku Dalam Kenikmatan Terlarang

Anastasya

Cerita ini bermula ketika aku (Nico) dan istriku (Anastasya) mengikuti perayaan pesta malam tahun baru di sebuah café yang berlokasi di hotel bintang lima di kawasan Senayan. Kami berdua sudah menikah selama kurang lebih 5 tahun dan saat ini kami sudah berumur hampir 32 tahun, meskipun sudah mulai menginjak umur 32 tahun tetapi istriku masih awet muda dan sexy mengingat dia rajin merawat diri ke sebuah klinik kecantikan yang cukup mahal dan juga mengikuti senam aerobik untuk menjaga kelenturan tubuhnya. Untuk mengisi waktu luang dan kejenuhan atas rutinitas harian kami, maka pada saat malam pergantian tahun kami memutuskan untuk mengikuti perayaan malam tahun baru yang meriah dan ramai. Dalam pesta itu istriku mengenakan rok mini berbahan kaos warna merah muda yang melekat di kulit sehingga menonjolkan bokongnya yang padat dan sexy. Entah kenapa malam itu istriku ingin tampil sexy sehingga untuk menutupi auratnya dia mengenakan celana dalam model g-string berwarna senada dengan warna rok mininya dan untuk atasannya dia mengenakan BH dengan model yang senada dengan celana dalam g-string nya sementara sebagai penutup di bagian atas dia mengenakan kaos tipis berwarna krem. Sebagai gambaran saja istriku mempunyai ukuran yang cukup ideal untuk seorang wanita walaupun tidak bisa dibilang sempurna. Tingginya 165cm dan ukuran dadanya 34 B serta ukuran celananya adalah size M. Warna kulitnya putih mulus dan sangat lembut serta halus mengingat dia suka sekali melakukan perawatan tubuh di klinik kecantikan. Kami tiba di café tersebut masih cukup pagi (jam 22.00) mengingat hari itu adalah acara perayaan pesta malam tahun baru dan kami langsung memesan makanan ringan dan segelas bir untuk menghangatkan badan dan menambah gairah semangat pesta. Semakin malam suasana café semakin ramai dan meriah dengan diiringi musik yang menghentak-hentak memacu semangat dan gairah.
Ketika jam sudah menunjukan pukul 23.00, MC dengan diiringi music yang lembut mulai berkelilingi ruangan dan mencari 3 orang wanita yang akan diajak bermain games yang menghebohkan sebagai acara penantian detik-detik pergantian tahun. Tanpa kuduga tiba-tiba MC yang sedang mencari-cari wanita untuk diajak bermain games itu menghampiri istriku yang berpenampilan cukup menggiurkan dan sexy. Untuk gambaran saja mengenai MC dimana dia berkulit gelap dan berbadan tegap serta kekar seperti layaknya orang dari Indonesia Timur, parasnya jauh dari ganteng, sekilas terlihat mirip dengan Direktur Avenger Mr. Fury, tidak seperti penyanyi KPop yang digandrungi para perempuan tetapi MC ini mempunyai kharisma yang kuat dan pandai merayu. MC itu terus merayu istriku untuk ikut dalam games tsb dan MC itu memberitahukan ke istriku bahwa hadiah bagi pemenangnya adalah sebuah kalung 10gr emas bertahtakan berlian. Mendengar hadiahnya yang bernilai itu membuat istriku tertarik untuk mengikuti games tersebut meskipun dia belum mengetahui apa sebenarnya games yang akan dimainkan, istriku melirikku untuk meminta persetujuan agar dia diperbolehkan mengikuti games itu. Tidak terbesit pikiran yang negative maka aku memberikan persetujuan kepadanya dan istriku sangat gembira dan dia langsung menciumku sebagai tanda terima kasih karena mengijinkannya ikut dalam games tsb. Sebelum maju ke panggung istriku masih menyempatkan diri untuk menenggak bir yang masih tersisa di gelas untuk lebih meningkatkan gairah dan semangat supaya dia dapat memenangi games tsb. Setelah itu istriku bergegas ke panggung dan berkumpul bersama dengan 2 orang wanita yang juga ingin mengikuti games.

Si MC

Saat di panggung nampak mereka diberikan pengarahan yang cukup serius oleh MC dan ternyata istriku diminta untuk menandatangani sebuah surat pernyataan dan aku sebagai suami diminta untuk juga menandatangani surat tersebut sebagai tanda persetujuan. Karena menganggap remeh isi surat pernyataan itu maka kami tidak lagi membaca secara detail akan tetapi langsung membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan itu sebagai tanda persetujuan dari kami. Tak lama kemudian istriku dan 2 orang wanita lainnya sudah berkumpul kembali di atas panggung dan setelah itu memberikan sedikit basa-basi lalu memberitahukan kepada para pengunjung bahwa games kali ini cukup meriah dan dapat menambah gairah di malam tahun baru, MC dengan gaya yang elegan dan misterius mengumumkan bahwa gamesnya adalah menari striptease dimana wanita yang paling berani atau banyak melepaskan pakaian yang dikenakan maka akan dinobatkan sebagai pemenang games dan berhak untuk mendapatkan kalung emas 10gr bertahtakan berlian. Aku kaget dan panik ketika mengetahui games yang akan dimainkan adalah striptease akan tetapi aku optimis dan yakin kalau istriku akan batal mengikuti games ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu terlihat MC dan istriku berserta 2 orang wanita itu terlihat berdialog dengan serius sambil membolak-balik surat pernyataan yang sudah ditanda-tangani. Tidak berapa lama istriku kembali menghampiriku sambil membawa surat pernyataan tsb sambil menjelaskan kepadaku bahwa dia harus mengikuti games ini atau diharuskan membayar denda pembatalan sebesar Rp 25.000.000 dan tentu saja hal ini membuatku langsung panas dingin karena tidak mungkin kami membawa uang sebanyak itu. Akhirnya setelah berdiskusi dengan cukup tegang akhirnya istriku tetap ingin ikut games ini daripada dikenakan denda sebesar demikian. Istriku berjanji dia akan pura-pura saja mengikuti games ini tetapi dia tidak akan menanggalkan pakaiannya sama sekali sehingga dinyatakan kalah. Tak lama kemudian MC sudah meminta semua peserta games untuk kembali ke atas panggung karena games akan segera dimulai. Hal ini tentunya membuat para pria mulai berdesakan di bagian depan panggung sehingga dapat melihat dengan jelas para wanita yang menjadi perserta games ini. Sebelum games dimulai MC menjelaskan aturan main games ini dimana waktu menari hanya satu buah lagu saja yang berdurasi kurang lebih 5 menit dan wanita yang paling banyak menanggalkan pakaian adalah pemenang sedangkan yang paling sedikit akan dinyatakan kalah sedangkan bagi wanita yang tidak menanggalkan satu buah pakaian akan diberikan hukuman memblow job penis seorang pria. Selesai memberikan penjelasan mengenai aturan games maka para wanita diminta siap di tempat masing-masing . Saat ketiga wanita itu berdiri berjajar sebenarnya timbul rasa bangga dalam diriku karena dari ketiga wanita itu istrikulah yang paling cantik dan sexy serta terlihat mulus dan halus kulitnya. Setelah semua peserta sudah bersiap di tempat maka MC pun memulai memberikan hitungan mundur 5, 4, 3, 2, 1…… mulai….. dan lagu pun langsung bergema dengan keras untuk mengiringi ketiga wanita itu bergoyang dan menari. Awalnya mereka masih terlihat malu-malu dan sungkan bergoyang terlebih lagi menanggalkan pakaian, akan tetapi sang MC dengan cerdik dan pandai memanaskan persaingan ketiga wanita itu dengan memberikan pujian-pujian sehingga membuat salah satu wanita mulai berani bergoyang dan makin lama makin hot goyangan sehingga membuat istriku dan seorang wanita lagi juga mulai terbawa suasana dan emosi untuk menunjukan siapa wanita yang paling cantik, sexy dan menarik dimata para pria. Tidak terasa sebuah lagu hampir sehingga MC memutuskan menambah sebuah lagu lagi supaya memberikan waktu yang lebih kepada para wanita untuk lebih leluasa menonjolkan kemolekan dan kesexyan tubuh mereka. Melihat suasana yang sudah memanas maka MC memberikan komando kepada pada para pria yang berdiri di depan panggung untuk mulai memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.

“Buka ayo buka…… buka …. buka….. ayo buka!!” sambil bertepuk tangan terus para pria memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.
Entah karena terus-menerus diberikan semangat dan disoraki salah satu wanita mulai berani menanggalkan kemeja yang dikenakan sehingga terlihatlah dengan jelas BH putih yang menutupi payudara yang tidak lerlau besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang kecoklatan. Sambil terus bergoyang dan menari dengan disemangati dan disoraki para pria terus menerus
“Buka ayo buka…. buka…. buka….. buka…. ayo buka!!“
Akhirnya wanita kedua juga mulai berani melepaskan kaosnya sehingga terlihat BH coklat menutupi payudara yang besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang hitam…. Kemudian entah kerasukan apa istriku juga terlihat berusaha untuk melepaskan pakaiannya tetapi istriku cukup cerdik dan dia hanya melepaskan BH merah mudanya dahulu tanpa melepaskan kaos tipis warna krem yang melekat ditubuhnya. Melihat tindakan istriku itu maka membuat para pria bersemangat menyoraki istriku dan bertepuk tengan sambil terus berteriak “ayo buka…. buka…. buka ….. buka….. ayo buka…”, melihat itu kedua wanita merasa iri dan cemburu sehingga mereka pun dengan nekat melepaskan pengait BH mereka sehingga sekarang para pria dapat melihat jelas payudara kedua wanita itu dengan bebas…. Sambil terus menari kedua payudara wanita itu terlihat berguncang-guncang memanaskan suasana malam tahun baru dan istriku pun nampaknya tidak mau kalah dengan kedua wanita itu dan lagi-lagi istriku membuat kejutan dengan melepaskan celana dalam g-string nya sehingga secara kedudukan berimbang untuk semua wanita karena mereka masing-masing melepaskan 2 buah pakaian. MC mulai mengingatkan kepada para wanita bahwa lagu akan segera berakhir jadi diharapkan para wanita lebih berani lagi untuk menanggalkan pakaian sehingga dapat memenangkan games striptease ini. Melihat waktu yang sudah mulai menipis maka sang MC yang memang dari awal terlihat menginginkan istriku yang menjuarai games ini karena memang istrikulah yang paling cantik dan sexy maka MC pun mulai mengarahkan para pria untuk menyoraki dan memberikan semangat kepada istriku untuk melepaskan kaosnya sehingga dapat memenangkan games ini. MC pun mulai berteriak memanggil nama istriku dengan menggunakan mic sambil memberikan aba-aba kepada para pria untuk mengikuti sorakannya
“ ayo Ana….. ayo Ana……. buka…. buka …. buka kaosnya….buka kaosnya!” sorakan itu semakin menggema memenuhi ruangan pesta untuk menyemangati istriku untuk membuka kaosnya
Para lelaki itu sebenarnya bukan menginginkan istriku yang menang, siapa pun yang menang bagi mereka adalah tidak penting tetapi dapat melihat para wanita itu telanjang adalah tujuan mereka sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Karena merasa tersanjung atau apa aku tidak tahu tetapi akhirnya kulihat dengan jelas istriku melepaskan kaosnya sehingga membuat para pria itu semakin menggila dan bersorak sambil bertepuk tangan memberikan dukungan kepada istriku. Di lain sisi kedua wanita lainnya yang merasa terpinggirkan mulai menari seadanya dan tidak bersemangat lagi.

Tak lama kemudian lagu kedua pun berakhir dan istriku pun dinyatakan sebagai pemenang karena paling banyak menanggalkan pakaian. Setelah lagu berhenti terlihat istriku tersipu malu dan menutupi payudara yang berukuran 34B itu dengan kedua tangannya akan tetapi MC pun melarangnya dan terus merayu istriku untuk tidak menutupi payudaranya yang indah dan menantang itu. Sambil tersipu malu kulihat istriku akhirnya menurunkan tangannya sehingga tidak menutupi payudaranya lagi dan tentu saja kejadian ini membuat para pria yang berdiri di depan panggung sangat bersuka cita karena dapat melihat istriku yang sexy nyaris telanjang saat itu hanya mengenakan rok mini merah muda saja tanpa memakai apa-apa lagi di dalamnya. Sambil terus memuji dan memberikan selamat kepada istriku karena memenangi games striptease ini sang MC ternyata berniat menelanjangi istriku yang tinggal mengenakan rok mini merah muda itu, MC itu pun terus menunda pemberian hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku tetapi malah merayu istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya sebagai penutup terakhir tubuhnya sebagai hadiah untuk para pria yang memberikan semangat sehingga istriku menjadi pemenang games striptease ini. Sambil terus merayu MC mulai mengajak para pria yang sudah mulai bernafsu dan mempunyai pikiran nakal untuk kembali menyemangati dan menyoraki istriku untuk menanggalkan pakaian terkahir istriku. Para pria itu kembali secara kompak dan penuh semangat menyoraki dengan lantang
“Ana…. Ana…. Ana…. ayo buka roknya…. ayo buka roknya…buka…buka!!”
Para pria itu pun terus dengan penuh semangat dan nafsu bertepuk tangan dan menyoraki istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya. Terlihat jelas semua pria menginginkan isriku memperlihatkan tubuh mulus dan sexy tanpa seutas benang pun yang menutupinya, sang DJ pun turut serta memanasi suasana dengan memutarkan lagu yang berdentam-dentam untuk membangkitkan gairah istriku sampai ke puncak. Entah karena terbawa suasana atau rasa bangga karena terus menerus dirayu dan disemangati para pria yang notabene tidak dikenal oleh istriku maka dengan pasrah istriku akhirnya menanggalkan rok mini merah mudanya sehingga saat itu juga para pria bersorak-sorai gegap gempita seperti mendapatkan durian runtuh dimana yang menjadi durian adalah tubuh istriku yang telanjang bulat berdiri di atas panggung. Terlihat jelas MC pun sangat puas dapat membuat istriku menanggalkan rok mini merah mudanya dan berdiri telanjang bulat di atas panggung. Kali ini istriku pun sudah tidak malu lagi berdiri di atas panggung dalam keadaan telanjang bulat dan dilihat oleh para pria yang sangat bernafsu sekali melahap tubuh polos istriku dengan tatapan yang nakal dan liar. Aku pun yang melihat kejadian ini tidak dapat melukiskan perasaanku saat melihat istriku berdiri telanjang bulat di atas panggung, rasa cemburu, malu dan bangga serta nafsu bercampur aduk akan tetapi karena terbawa suasana saat itu malah rasa bangga dan nafsu yang dominan dalam diriku. Aku sangat bangga dan nafsu melihat tubuh telanjang istriku yang berdiri di atas panggung menjadi tontonan para pria yang liar dan penuh nafsu itu. Payudaranya yang mulus dan sekal itu menggantung bebas tanpa ada seutas benang pun yang menghalanginya dan selain itu bulu kemaluan istriku yang terawat rapih dan bersih juga nampak terlihat menggoda para pria yang berdiri di depan panggung. Akhirnya MC pun berkenan untuk memberikan hadiah kalung emas kepada istriku dan MC berniat untuk langsung mengalungkannya ke leher istriku yang jenjang dan mulus itu. Untuk memudahkan pemasangan kalung maka istriku pun diminta berbalik membelakangi para pria sehingga kali ini para pria disuguhi pantat istriku yang sekal dan montok.

Ternyata sang MC mempunyai tujuan nakal lain dimana saat istriku membelakangi para pria, sang MC pun bergegas melemparkan semua pakaian istriku kepada para pria yang menyesaki di sekeliling panggung itu sehingga membuat para pria berebutan untuk mengambil dan menyimpannya sebagai hadiah kenang-kenangan dan baru setelah itu MC mengalungi istriku dengan hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku. Aku yang melihat hal itu pun hanya bisa pasrah dan malah tambah nafsu memikirkan kalau istriku nantinya akan terus telanjang bulat selama perayaan pesta tahun baru ini. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa sedemikian bernafsunya memikirkan hal itu padahal seharusnya aku malu dan khawatir mengenai kondisi yang harus dihadapi oleh istriku itu. Kemudian tanpa ada perasaan curiga atau aneh istriku akhirnya dengan gembira dan bangga berbalik badan kembali sehingga kali ini para pria dapat melihat istriku yang telanjang bulat sudah mengenakan kalung emas sebagai hadiah games striptease itu. Setelah sekali lagi mengucapkan selamat maka MC pun mempersilahkan istriku untuk turun dari atas panggung dan kembali ke mejanya. Setelah dipersilahkan turun maka istriku pun mulai mencari pakaiannya yang tadi dia tanggalkan satu persatu dan letakan di atas panggung, kulihat istriku mulai panik karena tidak dapat menemukan sebuah pakaiannya. Istriku terlihat bingung dan panik menghadapi hal itu, dia menghampiri MC untuk menanyakan pakaiannya yang tadi diletakan di atas panggung. MC pun tersenyum dan sambil memegang mic MC bertanya dengan lantang kepada para pria yang tadi berdiri di depan panggung, apakah mereka mengambil dan menyembunyikan pakaian istriku. Para pria itu saling berteriak dan menuding satu sama lain bahwa salah satu dari merekalah yang mengambil dan menyembuyikan pakaian istriku, padahal jika ditelusur balik memang hal ini disengaja oleh MC sehingga membuat istriku tidak lagi dapat mengenakan sebuah pakaian pun sehingga dia akan telanjang bulat selama sisa Perayaan Pesta Tahun Baru ini. Kemudian MC pun dengan santai menjelaskan kepada istriku bahwa pakaian istriku diambil dan disembunyikan oleh para pria dan MC tidak dapat membantu istriku mencari pakaiannya. Istrikut terlihat panik menyadari hal itu dan dia terlihat memohon kepada MC untuk membantunya mendapatkan kembali pakaiannya. MC terlihat berusaha menenangkan istriku tetapi di dalam benaknya dia sudah membuat skenario untuk membuat istriku jadi hadiah Tahun Baru yang tidak terlupakan bagi para pria yang hadir di pesta itu. Akhirnya setelah beberapa saat MC pun menawarkan kepada istriku sebuah games lagi dan jika istriku menang maka dia akan diberikan sebuah pakaian akan tetapi jika istriku kalah maka istriku akan menjadi hadiahnya. Istriku kaget akan hadiah yang harus diberikan tetapi karena terus dirayu dan diintimidasi oleh MC itu maka istriku pun menyanggupinya untuk mengikuti games selanjutnya. Ternyata games kali sangat sederhana yaitu istriku akan dikenalkan kepada para pria dan kemudian istriku diminta menebak siapa yang mengambil dan menyembunyikan celana dalam g-string nya. Setelah menjelaskan games yang sederhana itu maka MC pun mengajak istriku turun panggung untuk dikenalkan kepada para pria. Istriku yang dalam keadaan telanjang bulat hanya pasrah ketika digandeng oleh MC untuk menghampiri meja pertama. Para pria pun terlihat sangat antusias untuk berkenalan terlebih lagi saat itu istriku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun, awalnya mereka hanya bisa melihat tubuh telanjang istriku dari jarak beberapa meter tetapi sekarang mereka dapat melihat dengan jelas tubuh telanjang istriku dan tentu saja hal ini tidak disia-siakan oleh para pria itu. Kulihat para pria itu tidak mau menjabat tangan istriku sebagaimana layaknya berkenalan tetapi para pria itu memeluk tubuh telanjang istriku dan mencium pipi istriku.

Terlihat istriku pasrah menghadapi hal ini dan ternyata setelah melalui beberapa meja terlihat para pria itu mulai berani menggoda dan merangsang istriku, para pria itu tidak lagi hanya memeluk istriku tetapi mereka langsung mencium bibir istriku sambil ada yang memegang bongkahan pantat istriku yang sekal dan sexy atau ada pria yang terang-terangan memegang payudara dan memilin puting payudara istriku, awalnya istriku terlihat pasrah tetapi setelah berulang-ulang kali mendapatkan rangsangan dari berbagai pria maka istriku pun mulai terlihat menikmatinya. Kini terlihat istriku mulai membalas ciuman mesra dari para pria dan kini istriku juga terlihat menikmati jika pantat yang sexy dan sekal itu diremas-remas, terkadang kulihat bibir istriku seperti menahan nafsu ketika payudaranya diremas dan dipilin putingnya terkadang dia terlihat mengoyang-goyangkan pinggulnya menandakan dia mulai terangsang berat dan vaginanya siap untuk dimasuki penis teman bermainnya. Dalam keadaan seperti itu MC berperan dengan tegas dan lugas langsung menarik istriku keluar dari kerumunan para pria yang memberikan rangsangan-ransangan nikmat kepada istriku, MC tidak ingin gamesnya berakhir tidak sesuai dengan skenarionya. Suatu saat istriku sampai di meja yang diduduki oleh para pria dari Afrika mereka terlihat sangat hitam dan kontras dengan kulit istriku yang putih dan mulus. Kulihat para pria Afrika jauh dari ganteng malah ada beberapa yang terlihat cukup sangar dan keras wajahnya, ketika istriku tiba di meja mereka maka para pria Afrika itu langsung berdiri mengelilingi istriku dan terlihat istriku sangat mungil dibandingkan dengan para pria Afrika itu. Mereka pun langsung menggendong tubuh telanjang istriku dengan mudah dan kulihat satu persatu mereka mencium istriku dengan liar sambil meremas-remas payudara dan astaga mereka dengan santainya meremas vagina istriku. Mereka menggosok-gosok vagina istriku dengan jarinya terlihat istriku kelojotan dan menggelinjang dengan liar tanda dia sangat menikmati dan nafsu menerima perlakuan para pria Afrika itu. Tidak sampai disitu kulihat istriku di gendong oleh dua pria Afrika yang satu disebah kiri dan yang satu disebelah kanan, tangan istriku sengaja dilingkarkan ke leher dua pria itu sementara kedua paha dan pantatnya dipegang oleh dua pria Afrika lainnya sehingga kaki istriku membentuk huruf V terbalik sehingga memperlihatkan vaginanya yang terawat rapih dan menggairahkan itu. Tak lama kemudian kulihat pria Afrika yang ke lima berlutut dan mukanya berada tepat didepan vagina istriku, tanpa membuang waktu lagi kulihat pria itu langsung melahap vagina istriku dengan rakus sehingga membuat istriku meronta-ronta dalam pelukan kedua pria Afrika yang besar-besar itu, hal ini menandakan istriku sangat menikmati rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu. Kulihat vagina istriku disedot dan dilumat dengan penuh nafsu oleh pria Afrika itu sampai membuat istriku terlihat menjerit-jerit menahan nikmat meskipun aku tidak dapat mendengar jeritannya karena tersamar dengan alunan musik retro yang menghentak tetapi aku dapat melihat jelas mimic dan mulut istriku yang berkomat-kamit seperti mendesah dan menjerit keenakan. Kembali lagi sang MC segera melerai rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu padahal terlihat istriku tersengal-sengal menandakan dia sedang dalam puncak kenikmatan tetapi terlanjur dihentikan sebelum dia mencapai orgasmenya. Kulihat istriku berjalan sedikit tertatih tatih dan lemas karena nampaknya pria Afrika itu hampir membuat dia mencapai puncak kenikmatan hanya dengan menghirup vaginanya.

Kejadian para pria itu memberikan rangsangan yang bertubi-tubi terus berlanjut sampai suatu saat istriku menghampiri sebuah meja yang terletak agak di pojok ruangan, kulihat istriku sedikit kaget dan tersipu malu ketika bertatapan dengan pria-pria yang ada di meja tsb. Aku tidak mengetahui apakah gerangan yang terjadi karena terlihat mereka berkomunikasi dengan baik tidak seperti pria-pria lain yang langsung menghampiri istriku dan memberikan ciuman mesra serta meremas-remas payudara dan pantat istriku. Setelah beberapa saat mereka berbicara dan cukup akrab maka dapat kusimpulkan bahwa istriku mengenal para pria itu dan tanpa kusangka istriku pun menunjuk salah satu pria yang berperawakan sedang, bertubuh gendut dan berkulit kecoklatan sebagai pria yang menyembunyikan celana dalam g-stringnya. Setelah istriku menentukan pilihan maka istriku dan pria gendut itu pun diajak naik ke atas panggung dan ketika mereka sudah berada di atas panggung maka untuk membuktikan celana dalam g-string istriku disimpan oleh pria itu maka istriku diminta untuk melakukan penggeledahan ke seluruh tubuh pria itu dan sambil malu-malu kulihat istriku memegang-megang badan dan kantung yang terdapat di pakaian pria itu setelah beberapa waktu melakukan penggeledahan dan istriku tidak bisa menemukan maka MC pun dengan nakalnya meminta istriku memeriksa ke dalam celana pria itu karena takut disembunyikan ke dalam celana. Dengan tersipu malu kulihat istriku menuruti perintah MC itu dan memasukan tangannya yang putih mulus ke dalam celana pria itu dan tak lama kulihat istriku menyentuh kemaluan pria itu yang tiba-tiba membesar menandakan pria itu mulai nafsu dengan sentuhan-sentuhan dari tangan istriku di dalam celananya. Setelah beberapa saat mencari-cari dalam celana pria itu dan tidak ditemukan celana dalam g-string istriku maka MC pun menyatakan istriku telah salah memilih pria dan dinyatakan kalah sehingga untuk sisa waktu dalam Perayaan Pesta Tahun Baru itu istriku menjadi milik pria itu dan pria itu berhak untuk melakukan apa saja terhadap tubuh telanjang istriku yang sexy. Aku langsung panic dan akhirnya pasrah karena ini adalah sebuah games yang juga aku setujui dari awal sehingga untuk menghilangkan rasa cemburu dan mungkin nafsu yang tidak tertahankan aku segera keluar dari ruangan dan bergegas pulang untuk mengambil pakaian istriku. Aku bergegas pulang akan tetapi karena hari itu adalah hari Perayaan Tahun Baru maka macet pun terjadi dimana-mana namun aku berusaha untuk memacu kendaraanku sehingga bisa cepat tiba di rumah. Di dalam mobil terus terang pikiran tidak tenang dan malah akhirnya membuatku nafsu sendiri membayangkan istriku yang telanjang bulat akan menemani para pria tersebut selama perayaan tahun baru. Akhirnya setelah jam 5 pagi aku tiba dirumah dan aku segera bergegas mengambil pakaian istriku dan langsung tancap gas untuk kembali lagi ke pesta tahun baru itu, perjalanan menuju tempat pesta sudah lebih sepi mengingat hampir semua perayaan pesta tahun baru yang berlangsung di jalan-jalan utama sudah selesai sehingga aku bisa memacu kendaraanku untuk bergegas sampai di tempat tujuan. Akhirnya hampir jam 6 pagi aku tiba kembali di tempat pesta dan aku membayangkan apa saja yang sudah terjadi terhadap istriku selama kurang lebih 6 jam itu. Kulihat tempat pesta itu sudah mulai sepi karena sebagian besar pengunjungnya sudah pulang entah untuk istirahat atau melanjutkan pesta di tempat lain. Sesampai di dalam ruangan aku bergegas mencari istriku dan awalnya aku tidak dapat menemukannya akan tetapi aku melihat MC sedang duduk beristirahat di sebuah meja dan aku segera menghampirinya untuk menanyakan keberadaan istriku. MC pun memintaku untuk menunggu di tempat duduk sebelahnya dan MC pun berjalan dan masuk ke dalam ruangan yang tertutup rapat, tak lama kemudian MC keluar sambil mengandeng istriku yang masih dalam keadeaan telanjang bulat tetapi dia terlihat sangat letih dan rambutnya sudah awut-awutan dan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat.

Aku segera menghampiri MC itu dan segera menutup tubuh telanjang istriku dengan pakaian yang kubawa dari rumah dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku bergegas untuk kembali ke mobil tetapi MC itu sempat menahanku dan memberikan HP smartphone istriku kepadaku dan aku pun langsung menyimpannya ke dalam kantong celananku. Aku langsung memapah istriku menuju mobil dan langsung memasukannya dia ke kursi belakang supaya istriku bisa rebahan dengan lebih bebas. Aku pun segera memacu kendaraanku dengan cepat karena aku ingin segera tiba di rumah dan membawa istriku ke kamar untuk istirahat. Tak lama aku pun sampai dirumah dan aku segera memapah istriku kembali dan membawanya ke kamar tidur, istriku terlihat sudah tertidur meskipun tadi aku sempat memapahnya dengan hati-hati. Terlihat jelas di wajah istriku dia sangat kelelahan dan badannya penuh dengan keringat dan sperma pria yang sudah mulai mongering. Aku tidak ingin mengganggu istirahat istriku sehingga kubiarkan istriku berbaring dengan bebas padahal dalam kepalaku berkecamuk memikirkan apa saja yang telah dilakukan para pria itu kepada istriku. Tiba-tiba HP istriku yang ada di saku celanaku berbunyi menandakan ada sebuah sms masuk dan aku pun sontak ingin melihat isi sms yang masuk mengingat saat itu masih sangat pagi dan kulihat di HP istriku tertulis nama Udin dan dalam sms itu tertulis ‘SELAMAT TAHUN BARU manis dari Udin’ …. dan kalimat selanjutnyalah yang membuat jantungku berdebar keras karena di sms itu tertulis :
“terima kasih manis karena mala mini kita telah puas menikmati tubuhmu yang sexy dan menggairahkan itu dan untuk kenang-kenangan sudah kami copykan film kamu selama merayakan pesta tahun baru barusan dan selamat menikmati….. Jangan lupa pertemuan kita di kantor nanti akan lebih menggairahkan setelah kejadian malam ini. Selamat Beristirahat dan sampai bertemu kembali di kantor di tahun baru ini.” 
Aku langsung merinding dan kaget ternyata yang menemani istriku malam ini ternyata rekan kerja dia di kantornya dan terlebih lagi mereka sudah membuatkan rekaman istriku yang sedang dalam keadaan telanjang bulat dan tentunya dalam keadaan yang tidak dapat kubayangkan. Setelah membaca sms itu aku pun dengan hati yang tegang dan nafsu mencari film tsb di HP istriku dan tak lama kulihat ada banyak file rekaman dan aku memberanikan diri untuk melihat film itu

Bersambung
By: Fun Couple

Monday, April 29, 2013

Ambisi, Popularitas & Seks

Teese 5 to 1

Tak terasa akhir-akhir ini banyak bermunculan boyband dan girlband di negeri ini. Mungkin di antara mereka memang ada yang memiliki kemampuan vokal yang mumpuni, namun tidak sedikit juga yang lebih mengandalkan ketampanan wajah dan keseksian tubuh. Tak terkecuali dengan Teese 5 to1, sebuah girlband anyar beranggotakan lima gadis belia berusia 18 tahunan. Christa, Fanya, Sharon, Minnie dan Ollie adalah teman satu sekolah, seangkatan, dan bahkan sekelas di sebuah SMU di Jakarta Utara. Grup ini dibentuk oleh seorang produser musik yang bervisi bahwa anggotanya akan memiliki pesona seperti Dita Von Teese. Hanya saja ketika tampil, tentu mereka tidak menggunakan ”kostum” seminim Dita di Burlesque. Tambahan 5 to 1 artinya walau mereka beranggotakan lima orang mereka namun tetap satu hati dan jiwa. Cukup alay memang. Untuk mencapai visi tersebut, produser musik yang tidak bisa disebutkan namanya itu mempercayai adik bungsunya, Charlenne sebagai manajer. Charlenne kini masih menjadi mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Charlenne adalah wanita periang dan ambisius. Dengan ilmu yang yang ia dapat dari kampus, serta dengan umur yang masih sangat muda, kakaknya berharap Charlenne dapat mengerti keinginan pasar musik anak muda, khususnya yang alay, sehingga bisa menjadikan profit untuk mereka. Namun sudah enam bulan grup ini berjalan dikomandoi Charlenne, prestasi mereka masih melempem. Persaingan di dunia girlband dalam merebut pasar alay di negeri ternyata cukup berat, belum lagi ditambah girlband top dari Jepang dan Korea. Ini dibuktikan dengan cukup sepinya orderan untuk tampil di pentas musik, membintangi iklan, atau mengisi reality show di tv seperti halnya saingan-saingan mereka. Kondisi ini membuat sang produser memberikan peringatan untuk adiknya bungsunya itu.
“Charlenne sayang, di mana kau taruh otakmu? Percuma kau kusekolahkan tinggi-tinggi, jurusan komunikasi, tapi mana hasilnya? Sudah enam bulan sejak album pertama kau luncurkan, kenapa profit kita masih seupil? Kau tahu maksudku? Seupil...” sindir sang produser pada adiknya ketika mereka kongkow di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan.
”Te...tenang dulu Bang. Aku masih mencari celah untuk menaikkan rating grup kita. Tapi Bang, hampir semua celah sudah diisi oleh saingan kita. Kita terlambat terus...” kilah Charlenne agak gugup.
”Yah memang kau itu... lambat. Jadilah kita kalah terus dengan mereka. Kalau begini terus, bisa tekor aku. Lalu buat apa kubuat girlband macam ini hah? Lebih baik kubuat rumah bordil, anggota grupmu kujadikan pereknya, kujual sama bos-bos maniak kenalanku, tak sampai sebulan bisa kaya aku,” sang produser terus menyindir.

Charlenne

Charlenne terdiam sejenak, telinga dan hatinya panas mendengar celotehan kakaknya, walaupun apa yang dikatakan kakaknya itu ada benarnya juga. Ia terus memutar otak mencari cara agar rating grupnya bisa naik.
“Bang, Abang tolonglah kasih kesempatan lagi padaku. Abang percayalah padaku Bang. Aku sebenarnya tiap hari memikirkan grup kita ini, tapi memang belum ketemu jalannya Bang...”
Charlenne berusaha menjawab, walau dengan suara parau dan pandangan tertunduk. Ia tahu kakaknya kecewa sekali padanya. Sang Abang pun tahu bahwa adiknya benar-benar bekerja keras. Pagi kuliah, sore sampai malam mengurus segala urusan grupnya itu. Ia tidak benar-benar serius memarahi adiknya. Ia hanya memberikan sedikit terguran, supaya adiknya aware terhadap kondisi bisnis yang mereka jalani.
“Kau tahu kah Dik si Gembul Rahwana itu? Kuperhatikan setiap orang yang habis menjadi tamu di talk shownya, pasti dapat orderan lumayan. Saingan kita semuanya pun sudah pernah tampil di acaranya, cuma kita yang belum...” Sang Abang mulai memberi petunjuk. “Astaga, kenapa tak pernah terpikir olehku...” benak Charlenne terhenyak.
Satu-satunya alasan kenapa Charlenne tak pernah memikirkan hal itu adalah karena ketika acara talk show Gembul Rahwana disiarkan di tv, ia tak pernah nonton. Pasti ada saja kegiatan dia, apakah itu untuk mengurus grupnya atau sekadar mengulang pelajaran kuliah atau mengerjakan tugas. Charlenne memang tak ingin kuliahnya terbengkalai sesibuk apapun dia mengurus tugas manajerialnya. Charlenne mendelik ke kakaknya yang sedang tersenyum simpul sambil mulutnya mengepulkan asap rokok.
 “Makasih Bang, akan kulaksanakan...” tegas Charlenne mulai percaya diri.

#################
Gembul Rahwana adalah pria lajang berusia 42 tahun asli P*********, bisa ditebak dari logat bicaranya yang medhok. Ia malang melintang di dunia hiburan dan komedi, mulai dari ketoprak, kemudian nekat mengadu nasib di Jakarta, manggung di kafe-kafe hingga akhirnya mulai masuk televisi. Setahun terakhir, Ia dipercaya sebuah stasiun televisi menjadi host sebuah acara talk show. Tak disangka, rating acara tersebut melonjak tinggi. Hal tersebut terjadi karena sesungguhnya Gembul bukan pelawak biasa. Ia lebih tepat disebut aktor, seperti halnya Rowan Atkinson alias Mr Bean. Ia tidak melawak, tapi berakting sebagai pelawak hingga orang yang menontonnya tertawa, di samping ukuran bodinya yang tambun –makanya disebut gembul- dan wajahnya yang tidak ada cakepnya (kata orang jelek itu mutlak) sehingga membuat orang memang ingin menertawainya. Tapi di talk show itu justru kemampuan berakting dan berkomunikasinya benar-benar dikerahkan. Ia bisa membuat bintang tamunya tertawa terbahak-bahak, menitikkan air mata bahkan menangis tersedu-sedu. Ia selalu mensurvey sendiri bintang tamu yang akan ia wawancara. Bagaimana sifat bintang tamunya, apa yang mereka sukai, apa yang mereka benci, siapa yang paling mereka sayangi, siapa musuh mereka, riwayat hidup mereka, bahkan kadang sampai ukuran celana dalam mereka pun menjadi info yang berharga untuk membuat bintang tamunya benar-benar menjadi “bintang”. Walhasil banyak penonton yang menyukai acaranya, dan bintang tamunya menjadi terangkat pula popularitasnya. Tapi walaupun begitu akrabnya Gembul di atas panggung, sesungguhnya itu tetaplah akting. Di belakang layar, ia menjadi sombong karena keberhasilan ia menjadi tenar, setelah sebelumya ia hanyalah pemuda kampung miskin yang nekat ke ibu kota. Ia juga menjadi pemilih terhadap bintang tamu untuk acaranya. Ia menjadi berkuasa penuh atas acara tersebut, bahkan mengalahkan kuasa sang Pengarah Acara. Ia menentukan kapan musik dimainkan, hingga kapan jeda iklan bisa dilakukan.
Gembul Rahwana


Malam itu sekitar pukul sepuluhan Charlenne sudah menunggu Gembul yang baru selesai syuting acaranya. Gembul baru selesai briefing dengan tim kreatifnya ketika ia mendadak lapar dan akan segera meninggalkan studio, namun asisten pribadinya, Jessika, menghampirinya.
 ”Maaf Pak Gembul, ini ada tamu satu lagi. Dia manajer Teese 5 to 1 ingin bertemu Bapak. Gimana Pak apa mau ditemui? Dia sudah menuggu dari jam tujuh tadi,” ujar Jessika.
 ”Halah, aku capek Jess. Lapar lagi. Suruh besok aja lah datang lagi. Aku mau makan sekarang. Ok Jess, ngerti ora?” jawab Gembul sambil sibuk membereskan tas laptopnya dan mengambil kunci mobilnya, tidak sedikitpun menoleh ke Jessika.
 Jessika mengerti kalau bosnya itu sudah menolak, sebaiknya tidak dibantah. Sebab ia bisa langsung marah-marah membentaknya, di hadapan kru lainnya.
“Ba…baik Pak, saya akan beritahukan Bu Charlenne agar ia dating lagi besok, permisi Pak,” jawab Jessika sambil akan meninggalkan bosnya. Namun mendengar nama yang tidak biasa tersebut, Charlenne, hati Gembul tergugah. Ia penasaran seperti apa orangnya Bu Charlenne itu.
 “Yang mana orangnya Bu Chanel itu Jess?” tanya Gembul.
 “Itu Pak, yang duduk di berdiri di dekat pintu keluar, memakai baju biru berkaca mata,” jawab Jessika sambil menunjuk ke arah Charlenne.
 Gembul langsung terpesona melihat gadis manis tinggi semampai berambut lurus kemerahan sebahu, dengan mata belo, hidung mancung dan kulitnya yang putih. Charlenne menggunakan rok selutut sehingga memamerkan bulat betis putihnya. Berbeda dengan abangnya yang hitam legam, karena memang Charlenne dan abangnya berbeda ibu namun satu ayah. Ibu Charlenne adalah wanita asli Russia, sehingga body orang Eropa Timurlah yang dominan di dirinya.
 “Oke, kamu pulang aja. Biar saya yang ketemu langsung dengan Chanel,” perintah Gembul pada Jessika. Keindahan tubuh Charlenne berhasil menarik perhatian Gembul.
 “Bu Charlenne Pak, bukan Chanel,” Jessika membetulkan.
 “Yo wes sak karepmu lah, pokoke iku,” jawab Gembul lagi.

“Selamat malam Pak Gembul,” sapa Charlenne ketika Gembul melewatinya menuju pintu keluar. Gembul pura-pura tak sadar bahwa dirinya sudah ditunggu.
 “Eh selamat malam, Mbak. Ada apa ya? Mbak siapa?” balas Gembul.
 “Saya Charlenne Pak, saya manajer Teese 5 to 1. Saya bermaksud minta sedikit waktu Pak Gembul kalau Bapak tidak keberatan. Sebentaaaar saja Pak” Charlenne memelas sambil mengeluarkan senyum termanisnya.
 “Aduh maaf mbak, saya capek syuting seharian. Sekarang lapar lagi. Lain waktu aja ya Mbak...” Gembul berakting jual mahal, padahal di dalam hatinya senyum Charlenne itu merupakan senyum terindah yang pernah ia lihat di dunia ini.
 ”Aduh Pak, maaf kalau ternyata Bapak sudah lelah. Tapi Pak kalau Pak Gembul lapar mungkin saya bisa temani Bapak makan. Bapak mau makan di mana? Mungkin kita bisa makan bersama,” Charlenne tak mau begitu saja melepaskan peluang malam ini. Ia sudah bete menunggu dari jam tujuh. Harusnya malam ini ia sudah berendam air hangat di rumahnya.
Gembul memasang muka terganggu dengan kehadiran Charlenne, tapi akhinya ia menghela napas panjang tanda menyerah.
 ”Baiklah, kau ikut mobilku saja. Aku ada tempat makan kesukaanku,” jawabnya sambil tetap berjalan ke mobil. Charlenne mengikuti dari belakang dengan perasaan agak lega.
Di mobil sedan M****, mereka duduk berdua di jok belakang sementara supir pribadi Gembul yang mengendarai. Charlenne berusaha mencairkan suasana dengan obrolan-obrolan berisi pujian terhadap prestasi Gembul, sambil sesekali mempromosikan grup asuhannya. Pada dasarnya Charlenne memang humas yang handal. Namun yang paling menarik bagi Gembul sebenarnya adalah leher jenjang Charlenne yang mulus, serta tonjolan kembar di bagian depan blusnya. Charlenne sebenarnya merasa jengah diperhatikan seperti bagian tubuhnya, apalagi hanya berdua di jok belakang. Namun ambisinya demi mengangkat grupnya dan membuktikan kepada abangnya bahwa ia bisa, ia rela ditatapi seperti itu. Bahkan, ia rela melakukan apapun. Akhirnya mereka makan di sebuah restoran di Jaksel. Gembul memesan satu porsi sate kambing, lengkap dengan tongsengnya, sementara Charlenne lebih memilih cap cay karena memang ia jarang makan daging. Sementara Gembul melahap makanannya, Charlenne pun tak henti membujuk Gembul supaya mau menerima grupnya untuk tampil di acara Gembul. Gembul hanya mengangguk, atau bilang oke, atau bilang semua bisa diatur, tanpa memberikan kepastian. Padahal saat itu Gembul sedang memikirkan sesuatu yang nakal, yang mesum.

Setelah makanan Gembul habis, dan ia tampak puas kekenyangan, saatnya bagi Charlenne untuk bisa minta kepastian dari Gembul.
 ”Bagaimana Pak Gembul sate kambingnya?” Charlenne mulai membuka pembicaan lagi.
 ”Enak banget nih Mbak Chanel. Gurih, bumbunya pas. Kenyang aku. Makan sate kambing seporsi gini, bisa bangun semalaman aku nanti malam, hehehe…” ujar Gembul tersenyum mesum.
 “Loh, malah gak bisa tidur jadinya Pak?” tanya Charlenne penasaran.
 “Akunya sih ya tidur, tapi yang bawah ini, burungku ini mungkin yang ga bisa tidur hehehe…” jawab Gembul dengan senyum yang sama.
Charlenne agak kaget mendengar jawaban Gembul yang mesum itu sambil tersenyum. Padahal dari tadi Gembul selalu cuek jika diajak bicara, tak pernah tersenyum. Charlenne berusaha tersenyum mengendalikan diri.
 “Ah Pak Gembul bisa saja, porno ah Pak. Tapi Pak, bagaimana dengan grup kami Pak? Apakah kiranya Pak Gembul tidak keberatan untuk menampilkan kami di acara Bapak? Saya mohon agar kami bisa diterima ya Pak,” Charlenne berusaha memelas.
Gembul tahu dirinya di atas angin. Hampir setiap hari ada agen artis yang mendatanginya seperti ini dengan maksud yang sama, supaya artis tersebut bisa naik popularitasnya. Biasanya ini bisa diselesaikan dengan tarif yang disepakati. Tapi kali ini, dia punya cara lain.
“Mbak Chanel, orang seperti Mbak yang datang ke saya itu banyak, puluhan. Sementara slot acara saya cuma lima kali seminggu. Sepertinya sampai dua bulan ke depan sudah penuh Mbak,” tipu Gembul sambil pura-pura menerawang ke langit menghitung hari.
Charlenne tertegun. Kalau dua bulan, sudah sangat terlambat. Abangnya pasti bakal marah luar biasa. Mengurus tampil di acara talk show saja tak becus.
“Aduh Pak, apa tidak bisa diusahakan lagi Pak? Tolonglah Pak. Kami betul-betul butuh acara ini Pak. Kami tidak keberatan kalau mesti tampil dengan bintang lamu lain, asalkan kami bisa tampil dan membawakan sebuah lagi kami Pak. Tolonglah Pak,” Charlenne makin mengiba.

“Sepertinya tidak bisa ya Mbak. Mbak coba hubungi asisten saya, Jessika. Dia sudah pegang jadwalnya. Maaf ya Mbak, memang permintaan ke kami akhir-akhir ini sangat banyak,” Gembul masih berusaha memancing. Charlenne belum menyerah. Ia memandang tajam ke Gembul, apa yang bisa dia kasih supaya pria gendut ini berubah pikiran.
”Tapi Pak, tentunya kami pihak manajemen juga akan menyediakan kompensasi tertentu jika Bapak bersedia menampilkan kami. Mengenai bentuk balas jasanya tentu disesuaikan dengan keinginan Bapak dan kemampuan kami Pak Gembul. Tolonglah dipertimbangkan lagi. Mungkin ada jadwal yang bisa dirubah atau bagaimana Pak.Tolonglah Pak, pihak kami siap menyediakan apapun yang menjadi kebutuhan Bapak,” Charlenne terus memohon.
Gembul merasa umpannya termakan.
 ”Apapun kebutuhan saya katamu?” tanya Gembul.
 ”Iya Pak, apapun...” jawab Charlenne.
 ”Apa misalnya?” tantang Gembul.
 ”Kami bisa sediakan kebutuhan Bapak tentunya dalam bentuk cash, atau mungkin Bapak ingin berlibur ke mana, akan kami atur dan sesuaikan antara kebutuhan Bapak dan kemampuan kami, bagaimana Pak?” Charlenne berusaha meyakinkan.
 ”Mbak, mau liburan ke kutub selatan pun, aku mampu. Uang ku banyak Mbak. Banyak banget. Mbak gak bayar saya pun, aku gak akan miskin Mbak,” jawab Gembul meremehkan. Charlenne makin geregetan mendengan jawaban Gembul tersebut.
“Jadi apa Pak yang bisa kami berikan? Kami akan berusaha memenuhi keinginan Bapak, tentunya kami harap Bapak mau bermurah hati menampilkan kami...” Charlenne memang pantang menyerah, tapi nada suaranya sudah mulai putus asa.
 Gembul terdiam sejenak seperti merencanakan sesuatu.

”Baiklah, saya bisa pikirkan kembali, tapi...” Gembul mulai mengeluarkan senjatanya.
 ”Tapi apa Pak?” Charlenne merasa ada secercah harapan untuk bisa menaklukan pria gendut itu.
 ”Saya minta seorang pelayan untuk melayani saya malam ini!” jawab Gembul tegas.
 ”Pe...pelayan bagaimana Pak maksudnya?” Charlenne penasaran.
 ”Pelayan yang melayani segala kebutuhan saya malam ini. Satu malam ini saja,” Gembul menjelaskan.
 ”Tapi bagaimana caranya Pak? Sekarang sudah larut malam. Bagaimana bisa saya mendapatkan pelayan untuk Bapak?” Charlenne belum mengerti.
 ”Mbak tidak usah repot-repot mencarinya, cukup Mbak saja yang menjadi pelayan saya, satu malam ini,” ujar Gembul sambil senyumnya mulai tersungging lebar di mulutnya, senyum mesum itu.
Charlenne hampir tidak percaya mendengar ucapan terakhir Gembul. Seperti ada yang menonjok dadanya hingga napasnya mendadak sesak. Pria gendut itu menginginkan dirinya menjadi pelayannya, satu malam. Pelayan apa? Apalagi kalau melayani nafsu seksnya. Pantas tadi tiba-tiba Gembul berkata jorok, pantas ia mulai tersenyum mesum, pantas dari tadi ia menatapi dadanya tanpa berkedip.
”Mbak, saya tidak punya waktu banyak. Saya bukan pemaksa. Kalau Mbak tidak bersedia, ya sudah, kita pulang saja ke rumah masing-masing, sudah larut malam. Tapi tolong jangan ganggu saya lagi mengenai grup Mbak, silakan berhubungan langsung dengan asisten saya. Oke, kita pulang sekarang? Terima kasih sudah menemani saya makan, biar saya yang bayar semuanya,” Gembul tetap jual mahal, tapi sebenarnya ia sangat ingin melahap tubuh langsing gadis blasteran itu.
Charlenne benar-benar berada dalam perang batin, antara tetap menjaga kehormatan dirinya, atau merelakannya untuk keberhasilan grupnya, dan sebagai pembuktian kepada abangnya. Memang dia bukan perawan lagi. Pacarnya ketika ia sekolah SMA di Russia, seorang bule, berhasil merenggutnya tatkala ia dicekoki vodka hingga mabuk. Sejak itu belum pernah ada lagi lelaki yang menyentuhnya. Apakah malam ini, ia rela pria gendut hitam berwajah angker bagai rahwana itu menjamah tubuhnya?

”Charlenne, hanya satu malam ini, dan grupmu akan tampil di acara pria gendut itu. Kemudian rating grupmu akan naik drastis, orderan manggung akan berdatangan,” begitu kira-kira bisikan yang makin kuat di hatinya. Dirinya yang memang ambisius akan rela melakukan apa saja, bahkan untuk melayani pria gendut ini.
 “Baiklah Pak, saya akan melayani Bapak. Satu malam ini,” jawab Charlenne tegas dengan mata menantang.
 ”Baik, ayo kau ikut saya. Kita tidak punya banyak waktu,” jawab Gembul cepat.
 Mereka bergegas...
”Bardi, kita tidak usah ke rumah. Ke apartemenku saja,” perintah Gembul pada supirnya, Bardi.
Bardi adalah teman mainnya di kampung. Karena saking akrabnya ketika kecil, maka ketika sudah sukses pun ia tak lupa pada temannya itu. Ketika pulang kampung tiga bulan yang lalu, ia mendapati Bardi hanyalah seorang supir angkot tembak. Maka tak segan ia langsung rekrut temannya itu ke Jakarta menjadi supir pribadinya. Bardi pun merasa sangat berterima kasih kepada Gembul, sebab kini kehidupan ekonominya jauh membaik, dibandingkan hanya menjadi supir tembak. Sepanjang jalan, tidak ada dari ketiga orang itu yang bicara. Bardi fokus menyetir, sementara Gembul dan Charlenne masing-masing membayangkan apa yang akan terjadi beberapa saat lagi. Yang satu membayangkan kenikmatan, yang satu lagi membayangkan penderitaan. Mobil langsung dibawa ke gedung parkir, tidak diturunkan di depan seperti biasa untuk menghindari orang melihat Gembuldan Charlenne berduaan menuju kamar apartemen.
 “Sudah sampai, ayo kita ke atas,” ujar Gembul sambil membuka pintu mobil. Charlenne keluar lewat pintu satunya lagi. Kemudian mereka berjalan berdua berdampingan dengan Bardi mengikuti di belakang.
 “Bardi ikut ke kamar?” tanya Charlenne heran.
 ”Bardi ada kamar khusus. Tenang, dia tidak akan ganggu kita,” jawab Gembul kalem.
 Mereka berdua masuk ke kamar, kamar apartemen standar sebenarnya. Dengan satu ruang tidur, satu kamar mandi dengan bathtub, ruang tamu sekaligus untuk menonton tv, ruang makan dan dapur. Gembul duduk di sofa melepas kaos kaki dan kemejanya, meletakkan tas laptopnya di meja. Charlenne masih berdiri di dekat pintu menunggu perintah Gembul.

“Mulai saat ini hingga besok pagi, kau adalah budakku. Mengerti?” tanya Gembul santai penuh kemenangan.
 ”Mengerti Pak,” jawab Charlenne sambil menunduk namun dengan suara yang tegas.
 ”Aku akan lewati malam ini dengan mudah, aku akan buktikan pada abang kalau aku mampu,” begitu dalam benaknya.
 ”Di kamar mandi ada kimono putih, kau pakai itu. Jangan pakai pakaian dalam lagi,” perintah Gembul sambil ke dapur mengambil segelas air putih.
Charlenne langsung menuju kamar mandi dan menutupnya, menguncinya. Ia letakkan tasnya di dekat wastafel. Kemudian ia mulai melepaskan kancing bajunya satu demi satu sehingga BHnya mengintip. Ia lepaskan baju itu, kemudian ia turunkan roknya hingga telapak kakinya. Kemudian ia lepaskan kait BHnya yang berwarna pink, dan menurunkan celana dalam yang warnanya senada dengan BHnya. Ia langsung mengambil kimono di gantungan, namun ia sempat melihat dirinya di cermin, tubuhnya yang telanjang bulat, yang selama ini ia rawat dengan telaten, payudaranya yang besarnya melebihi telapak tangan orang dewasa dengan puting coklat muda, perutnya yang rata dengan pinggul berkelok indah sementara, selangkangannya ditumbuhi rambut halus yang selalu ia rapikan dua minggu sekali sehingga membentuk segitiga, dan pahanya yang lurus dan mulus. Tubuh indahnya ini tak lama lagi akan direnggut oleh pria gendut itu. Biarlah, aku punya target yang harus kupenuhi. Biarlah aku menjadi pelacur, semalam saja. Gembul tiba-tiba masuk tanpa permisi, toh ini memang rumahnya, kamar mandinya. Ia membuka kaos singletnya, kemudian celana panjangnya, dan terakhir celana dalamnya. Benar-benar bukan pemandangan yang erotis untuk Charlenne, dan bahkan siapapun. Gelambir lemak ada di setiap tubuhnya, di lengan atas, dada, apalagi di perut. Pahanya pun sebesar kentongan di poskamling. Di depannya mengintip penis yang masih mengkerut, kontras dengan tubuhnya yang besar. Ia menuju toilet, mengangkat penutupnya dan mulai memancarkan air seninya.
 ”Sini kau,” perintah Gembul masih sambil menghabiskan air seninya. Charlenne mendekat dengan agak jijik.
”Kau basuh titiku ini, pakai shower itu,” setelah kencingnya habis. Charlenne mengambil shower dan menyemprokannya ke arah penis Gembul, sambil tangan halusnya menyeka ujung penis tempat air seni itu keluar. Kemudian Charlenne tanpa disuruh menekan tombol ’flush’ pada toilet itu sehingga bau anyir mulai menghilang.
 ”Kau tak mau kencing? Kencinglah sekarang, tunggu apa lagi?” tanya Gembul pada Charlenne.
Maka Charlenne duduk di toilet itu dan mengeluarkan air seninya yang tertahan sejak di restoran. Bunyi mendesis dari lubang kencingnya menimbulkan desiran gairah tersendiri bagi Gembul. Belum pernah ia melihat wanita secantik ini pipis di depan hidungnya.

 ”Coba kau kangkangkan kakimu, yang lebar,” ujar Gembul.
Charlenne hanya menurut dan membuka kedua kakinya, hingga Gembul bisa melihat dari depan kucuran air seni Charlenne dari vaginanya. Ketika kucuran itu berhenti, Gembul langsung mengambil shower dan menceboki vagina Charlenne. Jari tengahnya dengan nakal mengusap-ngusap di dalam belahan bibir Charlenne, tepat mengenai lubang kencing dan vaginanya. Charlenne berusaha menahan rasa geli itu dengan mengigit bibirnya.
”Kau sudah tidak perawan kan?”
 ”Iya, aku sudah pernah...”
 ”Bagus, aku tak mau lihat ada darah...” simpul Gembul.
 ”Ayo kita mandi,:” ajak Gembul.
Mereka berdua menuju ke bawah shower untuk mandi, kemudian air memancar keras membasuh kedua tubuh telanjang itu. Gembul tetap kalem, mengusapkan sedikit shampo di telapaknya, kemudian mengeramasi rambutnya. Charlenne disuruhnya mengeluarkan sedikit sabun cair, kemudian mengusapkannya ke seluruh tubuh Gembul yang bergelambir.
”Ya, agak lama di situ,” ketika Charlenne mengusap penisnya.
Sementara tangan Gembul mulai menyabuni tubuh Charlenne, mulai dari bahunya, ketiaknya, hingga kini meremasi kedua payudaranya. Gembul terus meremas, memijat, memilin dan mencubit. Rangsangan itu sangat mengganggu Charlenne, namun ia tetap berusaha ’dingin’. Gembul mengangkangkan kakinya hingga Charlenne kini membersihkan daerah antara anus dan zakar Gembul, terus ke belakang meremasi kedua pantatnya. Gembul pun tak ketinggalan, ia melakukan hal yang sama, mengangkangkan kedua kaki Charlenne, mengusapi vaginanya, terus ke belakang hingga anusnya, kemudian meremasih kedua bokong Charlenne yang sebenarnya lebih kecil daripada milik Gembul, namun bentuknya begitu sempurna, mulus dan padat, begitu sekal. Gembul sesekali menampar bongkahan itu meninggalkan rona merah padanya. Gembul kemudian jongkok mengelusi paha dan betis Charlenne. Charlenne merasa remasannya sangat nikmat, mengurangi ketegangan pada otot-otot kakinya yang mulai pegal. Tapi tak lama tangan Gembul naik lagi ke pantatnya, kembali meremas-remasnya. Kadang tiba-tiba naik ke buah dadanya, kadang turun lagi ke vaginanya. Bagian sensitif tubuh Charlenne terus dirangsang, ditambah kelembutan busa sabun cair, membuat remasan Gembul mulai dinikmati oleh Charlenne. Tangan Charlenne bergerak maju mundur mengocok penis Gembul yang mulai tegang penuh.
“Berbalik ke tembok,” perintah Gembul singkat.
Charlenne berbalik menghadap tembok, pinggulnya ditarik ke belakang hingga menungging sementara kakinya dikangkangkan. Ia mulai merasakan ada daging keras yang menyentuh-nyentuh daerah kewanitaannya, makin lama makin keras menekan, berusaha menyingkap bibir-bibir vulvanya. Sesekali daging itu terpeleset karena licinnya, namun kemudian diarahkan lagi hingga daging itu perlahan mulai masuk ke arah yang benar, ke lubang kenikmatan dunia.

Gembul terus berusaha mengarahkan dan mendorong penisnya hingga kepalanya mulai terbenam, kemudian ia dorong dengan lembut, perlahan tapi pasti hingga batangnya mulai tenggelam dalam lubang itu. Kemudian ia tarik lagi pelan, dorong lagi, tarik lagi, dorong lagi, makin lama makin cepat. Gembul belum beristri, namun bukannya tanpa pengalaman. Kekayaan yang ia miliki membuatnya dapat menikmati puluhan lubang seperti yang sedang ditusuki penisnya. Charlenne hanyalah lubang kesekian puluh, namun menyetubuhi wanita secantik Charlenne merupakan keerotisan tersendiri bagi Gembul. Penis Gembul bukanlah yang terbesar, namun terasa sangat pas dengan ukuran dinding vagina Charlenne yang sudah lama tak dimasuki sesuatu. Batang penis Gembul bergesekan dengan sekeliling dinding vagina Charlenne, membuat lubang itu begitu penuh, mengantarkan rangsangan demi rangsangan menyusuri saraf-saraf tubuh Charlenne sampai ke otak, kemudian diteruskan ke mulut.
 “Ah…Oh…Akh…”, Charlenne mulai mengerang.
Gembul meneruskan tusukan demi tusukan. Pengaruh satu porsi sate kambing membuatnya kian perkasa. Tangannya bergerilya ke dua buah dada Charlenne di depan, kadang meremasi bokong Charlenne, kadang menamparinya, kadang pula mengusap atau menusuk lubang pantat Charlenne, namun tidak sampai menembusnya. Gembul kemudian melepas tusukannya. Ia membalikkan tubuh Charlenne sehingga keduanya berhadapan. Lalu ia angkat tubuh langsing itu, ia gendong di pangkuannya sambil berdiri. Kemudian ia paskan penisnya yang mengacung ke atas dengan lubang vagina Charlenne. Setelah merasa pas, maka ia turunkan tubuh Charlenne sedikit sambil ia naikkan penisnya. Turun, naik lagi, turun lagi, naik lagi, begitulah. Ia menyetubuhi Charlenne sambil menggedongnya. Tentunya bukan perkara sulit untuk orang sebesar Gembul menggendong wanita selangsing Charlenne.  Charlenne menikmati sensasi baru. Putingnya kadang terhimpit dan bergesekan dengan dada Gembul yang berbulu. Klitorisnya pun bergesekan dengan kulit Gembul sehingga menambah sensasi kenikmatannya. Jari Gembul sesekali mengusap lubang pantat di bawah sana, menambah sensasi geli-geli nikmat. Dalam kondisi itu, wajah mereka hanya terpisah beberapa centi saja. Wajah Charlenne diterpa hembusan napas Gembul begitu sebaliknya. Maka begitu terpesonanya Gembul dengan raut manis wajah Charlenne, ia kecup pipi mulusnya yang sebelah kiri, kemudian yang sebelah kanan. Charlenne tidak peduli sentuhan bibir dan kumis di kedua pipinya. Namun begitu bibir itu mendekat di bibirnya, maka kedua bibir itu saling menyentuh, memagut, menghisap. Lidah mereka saling menyapa, beradu dan bergulat.  Sensasi ciuman itu menjalar ke setiap relung tubuh kedua insan tersebut. Akibatnya, Gembul tak bisa bertahan lagi. Rangsangan dari ciuman di bibir itu seolah turun dengan derasnya mendesak cairan kejantanannya yang tertahan di ujung penisnya. Terus mendesak-mendesak, hingga akhirnya...
 ”Hmm...Hmmppff...,” mulut Gembul yang tersumpal bibir Charlenne tak kuasa meneriakkan suara-suara puncak birahi yang ia alami.
Ia menyemprot beberapa kali dengan hentakan yang kuat, hentakan yang sanggup membobol pertahanan Charlenne. Maka Charlenne pun mulai bergoyang tak karuan, ia ingin mengejar puncak kenikmatan itu sebelum Gembul lunglai. Ia nikmati dan hayati setiap hentakan kenikmatan Gembul pada dirinya, pada bagian tubuh pusat birahinya, sehingga...
”Aaaahhh...., Uuhhhh,...Hmmm...” Charlenne melepaskan kulumannya pada mulut Gembul, ia luapkan puncak birahi itu sepuasnya
Tak peduli siapa Gembul itu, siapa dirinya. Tak peduli sejelek apa Gembul, dan secantik apa dirinya. Yang ia rasakan hanyalah kenikmatan membara di dalam dirinya. Keduanya makin lemas, makin lunglai tanpa tenaga. Gembul tak sanggup lagi menggendong wanita langsing itu. Ia duduk perlahan di lantai, sementara Charlenne tak rela melepas dekapan tangannya pada bahu Gembul, dan tak rela melepas dekapan vaginanya pada penis Gembul. Sisa gelora birahi itu masih menyala dalam tubuhnya. Bagai kayu bakar yang habis apinya, namun baranya masih menyala. Mereka terduduk berpelukan, di lantai kamar mandi, air shower masih mengguyur mereka…

#################
Hari mulai terang ketika Gembul membuka matanya. Jam meja menunjukkan setengah tujuh, sementara di sebelah jam itu secangkir kopi panas yang asapnya masih mengepul, aromanya menggelitik hidung Gembul, memberikan sensasi kesegaran di pagi hari. Charlenne menepati janjinya. Ia bertindak sebagai layaknya pelayan. Ia membuatkan kopi, dan dua tangkup roti bakar. Ia tidak harus melakukan itu, tapi ia ingin Gembul benar-benar puas atas pelayanan dirinya sehingga grupnya bisa tampil di acaranya. Totalitas, itulah yang selalu dilakukan Charlenne dalam setiap pekerjaannya. Gembul menyeruput kopi itu, mengambil setangkup roti bakar, kemudian mengunyahnya sambil menikmati pemandangan Jakarta dari balkon kamar lantai 21 yang ia tempati. Ketika ia menoleh ke dalam, tampak Charlenne sedang duduk di sofa sambil menonton tv sambil bertumpang kaki, sehingga kimono putihnya tak sanggup menutupi kemulusan betis dan pahanya. Gembul terangsang lagi. Gembul mengambil handphone, menelepon seseorang, Bardi. Ia memberikan perintah sesuatu yang Charlene tak bisa dengan dengan jelas, yang pasti ia mendengar kata hati-hati dan pelan-pelan. Entah apa yang disuruh Gembul. Selesai menelepon, Gembul duduk di samping Charlenne.
 “Tadi malam, kau menikmatinya kan?” tanya Gembul santai.
Charlenne hanya menoleh sejenak, kemudian kembali berpaling ke tv. Charlenne malu mengakui, kalau ia benar-benar menikmatinya. Gembul mengambil sebuah remote dari kolong meja, bukan remote tv karena Charlenne sedang memegangnya. Ternyata remote DVD player. Charlenne melihat Gembul menekan tombol ‘play’.
 “Coba pindahkan ke AV,” suruh Gembul.
 Charlenne menurut. Ternyata yang diputar adalah film porno. Seorang wanita bule yang putih sedang mengulum penis seorang pria afrika yang hitam.
 “Kebetulan, itu sangat mirip dengan kita,” ujar Gembul sambil tersenyum. Lalu ia menyingkapkan kimono di pahanya sehingga penisnya yang sudah mulai bangkit mengacung ke atas.

Awalnya Charlenne belum ingin melakukan hal ‘itu’ lagi. Namun gambar di film porno itu membangkitkan gairahnya juga. Dan Gembul memang benar, dirinya yang berkulit putih keturuna bule akan mengulum penis Gembul yang hitam, walau tidak sehitam orang afrika itu. Charlenne mulai membelai dan meremas penis Gembul. Lidahnya mulai di ujung atasnya, turun menyusuri kebawah, menjilati biji-biji zakarnya, kemudian naik lagi ke atas. Gembul menikmati pelayanan oral itu sambil terus memperhatikan tv. Makin lama penisnya makin keras, makin tegang sepenuhnya.  Gembul melepas kimononya, kemudian mendorong Charlenne hingga ia terlentang di sofa. Gembul membuka kaki Charlenne lebar-lebar, kemudian mulutnya langsung mendekati selangkangan Charlenne. Lidahnya menjulur, dan langsung menyapu, mengusap bibir-bibir kemaluannya. Charlenne mengerang agak keras menerima perlakuan itu. Ketika ia menoleh ke tv, ternyata pria afrika itu sedang melakukan hal yang sama dengan Gembul. Tampak wanita bula itu meremas-remas puting payudaranya sendiri, maka Charlenne pun melakukan hal yang sama, merangsang dirinya sendiri dengan meremas dan memilin putingnya. Rangsangan demi rangsangan di vagina dan putingnya hampir membuat Charlenne terbang kembali. Namun Gembul menghentikan jilatannya dan ia berbaring terlentang. Awalnya Charlenne tidak mengerti, namun setelah menoleh ke tv, ternyata wanita bule itu sudah berada di atas pria afrika, dan mulai bergerak naik turun. Charlenne melepas kimononya, kemudian menaiki tubuh gemuk itu, dan memosisikan vaginanya di atas penis Gembul yang sudah keras. Tak sulit untuk memasukkannya karena lubang vaginanya sudah sangat basah. Kembali kedua insan itu menggoyangkan tubuhnya masing-masing, mengejar puncak kenikmatan. Gembul menarik tubuh Charlenne hingga Charlenne tengkurap di atas dada Gembul. Dada mereka berhimpitan, sambil kedua pinggang mereka terus bergoyang. Gembul mendekap tubuh Charlenne erat-erat seolah tak mau melepaskannya. Kemudian Gembul meludahi telapak tangannya, dan mengusapkan ludahnya di anus Charlenne. Itu dilakukan beberapa kali hingga anusnya benar-benar licin.
 ”Jangan di sana Pak,” pinta Charlenne lirih.
 ”Jangan protes,” jawab Gembul kalem.
 Mereka melanjutkan goyangan mereka hingga tiba-tiba Charlenne merasa ada daging keras yang menempel di anusnya. Hal itu mengagetkannya karena ’daging keras’ Gembul masih ada di liang vaginanya. Ia menoleh ke belakang, dan ternyata ia mendapati Bardi yang sudah tak bercelana dengan penis besar mengacung, ingin menembus anusnya.

Charlenne berusaha bangkit namun apa daya. Ia tak kuasa melepaskan diri dari dekapan Gembul. Ternyata Gembul sengaja mengambil posisi ini sehingga Charlenne tidak bisa melawan dan Bardi bisa leluasa menyetubuhi anusnya.
 ”Ke...kenapa begini Pak?” tanya Charlenne lirih.
 ”Bardi itu temanku. Kalau aku senang, dia juga harus senang,” jawab Gembul kalem.
 Di belakang, Bardi terus meludahi anus Charlenne dan terus berusaha menembusnya. Perlahan, kepalanya mulai masuk sebagian, terus ia dorong hingga seluruh kepalanya masuk. Ia ludahi lagi batang penisnya sendiri hingga ada pelumas tambahan untuk menembus lubang sempit itu. Perasaan Charlenne bercampur aduk antara nikmat di depan dan perih di belakang. Antara birahi yang memuncak dan perasaan terhina. Ia menoleh ke tv sejenak, ternyata wanita bule mengalami apa yang terjadi pada dirinya. Wanita itu juga sedang disetubuhi dari depan dan belakang oleh dua pria negro, dengan posisi tepat seperti dirinya. Sementara Bardi akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang penisnya ke dalam anus Charlenne. Ia terus menyodoknya maju mundur, menikmati setiap goyangan bokong Charlenne. Ia tidak keberatan hanya mendapatkan anusnya. Malah ia bersyukur karena Gembul masih ingat pada dirinya dan mau berbagi dengan dirinya. Tak lama posisi itu berlangsung karena Gembul tak sanggup menahan kenikmatan itu. Ia ejakulasi lebih dahulu, disusul Bardi beberapa menit kemudian. Charlenne tak dapat mencapai orgasme karena ia tidak merasa nyaman dengan hal ini. Bardi kemudian melepas penisnya meninggalkan lubang berbentuk ’O’ dipenuhi cairan putih kental.
 ”Makasih banyak Juragan, makasih banyak Mbak,” ucapnya sambil tersenyum lebar.
 ”Ya sudah sana, kamu mandi, tunggu di mobil,” perintah Gembul.
 ”Inggih Gan,” jawab Bardi sambil menuju kamar mandi.
 Charlenne masih menahan perih di anusnya.

#############################
Mobil sudah sampai di tempat parkir studio, tempat Gembul akan syuting untuk acaranya. Keduanya keluar dari mobil. Charlenne mendekati Gembul di sisi mobil yang berbeda.
“Pak, saya sudah melaksanakan permintaan Bapak. Jadi bisa kiranya Bapak menampilkan grup kami di acara Bapak,” Charlenne kembali meminta.
 ”Saya bilang tadi malam, jika Mbak menjadi pelayang saya, saya akan mempertimbangkannya. Bukannya grup Mbak pasti tampil di acara saya,” Gembul berkilah. Dahi Charlenne berkerut.
 “Jadi Bapak menipu saya?” tanyanya tajam.
 “Saya tidak menipu Mbak. Saya bilang, kalau Mbak mau jadi pelayan saya satu malam, saya akan mempertimbangkannya. Jadi, saya akan mempertimbangkannya. Jadi grup Mbak belum tentu tampil, tapi belum tentu juga tidak tampil, mengerti?” Gembul berdiplomasi.
 “Tapi Pak, tolonglah Pak, kasihanilah saya. Saya rela menjadi pelayan Bapak tadi malam, masa Bapak tega membiarkan grup saya tidak tampil. Pak tolonglah...” Charlenne terus mengiba. Ia tidak ingin pergi sebelum mendapat kepastian.
Gembul berpikir sejenak.
 “Baiklah, Mbak orang yang gigih. Saya suka itu. Saya pun orang yang gigih. Kalau tidak, mungkin saya masih jadi orang miskin, tidak seperti sekarang. Saya menghargai usaha Mbak Charlenne,” kali ini Gembul menyebut nama Charlenne dengan benar.
“Begini saja, kita adakah test audisi. Mbak dan anggota grup Mbak datang ke apartemen saya besok malam, jam sepuluh. Ingat, jangan bawa siapa-siapa lagi. Cukup kalian berenam. Kalau di audisi besok kalian oke, kalian bisa tampil di acaraku. Mengerti?” Gembul menjelaskan.
“Baik, sudah dulu ya, sebentar lagi saya mulai syuting. Saya tunggu besok malam, mari...” Gembul permisi menuju gedung studio. Charlenne masih berdiri mematung melihat tubuh gemuk itu berjalan menjauhinya. Audisi, di apartemen? Benaknya penuh curiga...

#############################
“Girls, tolong perhatikan sebentar ya. Ini ada pengumuman sangat penting,” Charlenne akan menerangkan perihal ‘audisi’ dengan Gembul Rahwana kepada kelima anggota grupnya. Kelimanya tampak masih mandi keringat setelah latihan koreografi dan sedikit exercise.
 “Kalau kita bisa tampil di talk shownya, rating kita akan naik, dan kita akan makin populer. Jadi kalian harus tampil sebaiknya ya,” Charlenne meyakinkan.
 ”Tapi Kak, kenapa audisinya malam? Di apartemen lagi, bukan di studio,” Ollie protes.
 “Malam karena siangnya beliau sangat sibuk, mulai syuting hingga mengurus hal yang lain. Di apartemen karena kalau malam studionya tutup, jadi beliau tidak mau mengganggu karyawan lainnya karena sudah jam pulang,” Charlenne terus meyakinkan.
 “Terus nanti kita ngapain aja Kak? Nyanyi?” Fanya penasaran.
 ”Sama nari juga Kak?” Sharon menambahkan.
 ”Yaa kakak belum tahu, yang penting kalian harus siap perform apapun yang diminta. Oke?” Charlenne menjawab dengan tegas.
 ”Oke kak,” kelimanya mengiyakan Charlenne.
 Charlenne bukannya tak curiga kalau Gembul akan mengerjai kelima gadis SMA ini seperti Gembul mengerjai dirinya, tapi ia memilih tak bicara banyak. Pokoknya ia punya target untuk membawa girlband ini ke puncak popularitas, dan talk show ini adalah salah satu cara terbaik. Kalau misalnya akhirnya mereka berlima dikerjai Gembul, toh aku pun sudah dikerjai. Aku pun sudah berkorban. Aku berkorban untuk popularitas mereka, mereka juga harus berkorban.  Lagipula mana mungkin Gembul dan Bardi berdua mengerjai kami berenam. Melawan aku seorang diri saja Gembul sudah kewalahan, mana mungkin mengerjai kami berenam, begitu pikir Charlenne.

 Malamnya jam tujuh lebih empat puluh lima, mereka berenam sudah di depan pintu kamar Gembul. Charlenne mengetuk pintu tiga kali. Tak lama pintu dibuka. Seorang wanita cantik yang membuka pintu itu.
 ”Malam Bu Charlenne, malam teman-teman semua, silakan masuk,” kata wanita itu ramah.
 ”Terima kasih Bu Jessika, ayo masuk. Kenalkan ini Bu Jessika, asisten Pak Gembul,” ujar Charlenne. Mereka saling bersalaman.
Ruangan apartemen itu sudah didekor ulang, berbeda ketika beberapa hari yang lalu Charlenne menginap di sini. Ada lima kursi di dekat jendela balkon, sementara di seberangnya sebuah sofa panjang. Tak lama Pak Gembul keluar dari kamar.
”Selamat malam semua, mari silakan,” ujar Pak Gembul ramah. Ia menyalami keenam tamunya.
Kemudian duduk di sofa panjang. Kelima anggota girlband itu dipersilakan duduk di kursi dekat jendela, sementara Charlenne duduk di sofa dekat Gembul. Jessika datang membawakan minuman ringan untuk mereka semua.
”Silakan diminum, jangan malu-malu,” Gembul mempersilakan semua minum. Mereka pun minum. Awalnya Charlenne curiga minumannya diberi obat perangsang, tapi melihat minumannya belum dibuka dari kalengnya, kecurigaannya hilang.
 ”Baik Pak Gembul dan Bu Jessika, terima kasih sudah menerima kami di sini. Kami bermaksud memenuhi undangan Bapak untuk melakukan audisi, tentunya dengan harapan agar kami bisa tampil di acara Bapak,” Charlenne memulai pembicaraan.
 ”Baik, terima kasih sudah memenuhi undangan saya. Sebenarnya nanti yang akan memberikan arahan adalah Bu Jessika, sementara saya hanya memberikan penilaian saja. Silakan Bu Jessika dimulai,” Gembul mempersilakan Jessika.
 ”Terima kasih Pak Gembul. Baik Adik-adik, coba memperkenalkan diri dulu satu persatu,” pinta Jessika.

Di antara kelima gadis ini, empat di antaranya keturunan  Chinese sehingga berkulit putih dan sipit. Hanya Fanya yang bermata belo, namun kulitnya senada dengan temannya yang lain. Berhubung semua masih SMA, mereka berlima berbadang langsing, bahkan agak kurus. Cuma Ollie yang berbadan agak montok, terlihat dari tonjolan payudaranya dan bongkahan pantatnya yang melebihi keempat temannya. Kelimanya berambut sebahu, malam ini dikepang dua.
“Baik, setelah kalian memperkenalkan diri, silakan kalian memperagakan salah satu musik kalian, lengkap dengan koreonya. Tapi berhubung nama grup kalian Teese 5 to 1, saya minta kalian mengenakan kostum seperti Dita Von Teese. Sanggup?” tantang Jessika.
 ”Ko...kostum yang mana Bu?” Fanya bertanya gugup.
 “Kostumnya sudah kami siapkan, kalian hanya memakai penutup puting dan celana dalam g-string ini,” Jessika menyodorkan sebuah kotak berisi g-string dan cup penutup puting payudara.
 Kelima gadis itu saling berpandangan, kemudian mereka menoleh ke Charlenne meminta pendapat. Charlenne mengerti kebimbangan mereka dan berdiri mendekati mereka.
 ”Kak, kami malu kalau pakai itu. Kan ada Pak Gembul, kalau wanita semua sih kami masih sanggup Kak,” Fanya mengeluh.
 ”Fanya, kalian harus bisa melewati ujian ini. Masa cuma ditonton Pak Gembul seorang diri saja sudah malu? Ingat, ini jalan menuju kesuksesan. Lagi pula kalian kan tidak telanjang, puting kalian masih ditutup, kalian juga masih pakai celana dalam. Tidak apa kok, ini adalah hal yang wajar dalam industri hiburan. Kalian anggap saja Pak Gembul itu patung atau apalah, jangan dihiraukan. Lagipula kan Bu Jessika yang memberi arahan. Oke?” Charlenne berusaha meyakinkan anggotanya.
 Semuanya saling berpandangan lagi, kemudian menganggukan kepala.
 ”Oke deh Kak, tapi kami jangan sampai bugil ya Kak, pliss,” Minnie mengiba pada Charlenne.
 ”Oke lah, pokoknya kalian mesti perform dengan baik ya,” Charlenne memberi semangat pada mereka.
 ”Baru pake kostum begini saja sudah protes, aku yang dientot depan belakang tidak protes sama kalian,” dalam benak Charlenne.

”Maaf Bu, kami ganti kostum di mana?” Christa bertanya pada Jessika.
 ”Di sini saja tidak apa-apa. Jangan malu sama saya dan Pak Gembul. Kami sudah terbiasa mengaudisi gadis-gadis kok. Silakan...” Jessika menjawab.
 Kelima gadis itu agak ragu, terutama melihat sorot mata Gembul yang tajam dan bernafsu. Tetapi setelah melihat Charlenne memberi tanda supaya menurut, maka mereka pun melakukannya. Masing-masing membuka baju yang mereka kenakan dari rumah. Ketika melepas BH, sengaja mereka membalikkan tubuh supaya payudara mereka yang ranum-ranum tidak terlihat Gembul. Begitu juga ketika membuka celana dalam, mereka rela pantat mereka menjadi santapan mata Gembul, asal jangan bagian depan kemaluan mereka. Kini mereka sudah memakai kostum seksi itu. Mereka agak grogi, bahkan sangat grogi karena tidak menyangkan akan menggunakan kostum seperti ini. Kemudian Charlenne bangkit dan memberikan semangat kepada mereka supaya tidak grogi. Mereka akhirnya siap untuk perform.  Lagu dari pemutar mp3 yang disambungkan dengan subwoofer dimainkan. Masing-masing melakukan tugasnya sesuai koreografi. Mereka menyanyi bergantian dengan tepat dan lancar, sesuai skenario. AC disetel tidak terlalu dingin supaya mereka berlima makin bersemangat membawakan lagu. Dari sofa, Gembul menikmati pemandangan indah ini. Kesepuluh buah dada ranum yang bergoyang indah, kelima pasang pantat yang meliuk dengan seksinya, belum paha dan betis lincah mereka yang jenjang dan terkespos. Ia menikmati ereksi penisnya sambil menunggu rencananya terus berjalan. Setelah tiga lagu selesai, mereka beristirahat di kursi masing-masing sambil menenggak minuman ringan. Jessika minta penilaian dari Gembul. Gembul berdiri dari sofa mendekati kelima gadis itu.
”Kalian sebenarnya berpotensi, tetapi kenapa tarian kalian seperti tidak lepas. Seperti tanggung. Seperti tenaganya kurang keluar. Untuk tampil di acara saya, kalian harus lebih dari itu,” Gembul berkomentar.
 ”Anu Pak, kami takut penutup puting ini lepas. Makanya kami agak ragu untuk keluarkan powernya,” Ollie yang memang dadanya paling montok menjawab.
 ”Ah, jadi itu alasannya, cup puting ini. Baiklah, begini saja, kalian lepas cup putingnya sekalian supaya kalian bisa keluarkan power kalian. Setuju?” tantang Gembul.

Bardi
Kelima gadis itu terbelalak, saling berpandangan. Mereka sama sekali tidak mengira akan disuruh menyanyi dengan topless seperti itu dengan puting terbuka sama sekali. Mereka mulai menggelengkan kepada tanda tak sanggup. Charlenne pun mendekati mereka.
 ”Kak, kami malu kalau begini Kak,” Sharon mengeluh sambil meringis.
 ”Tidak apa-apa, toh sekarang dada kalian sudah terekspos. Menurut Kakak, tidak apa-apa kalau terbuka sedikit lagi ya. Lagi pula kan Pak Gembul benar, karena penutup ini kalian jadi kurang lepas,” ujar Charlenne.
 ”Tapi Kak, kami malu, kami takut,” giliran Christa yang mengeluh.
 ”Oke lah, supaya kalian tidak ragu dan tidak takut, Kakak akan berpakaian seperti kalian. Kakak akan melepas baju Kakak dan hanya mengenakan celana dalam. Oke? Pokoknya Kakak ingin kalian maju terus. Kakak rela melakukan apa pun untuk kalian. Mengerti?” Charlenne terus meyakinkan.
Kelima gadis SMA itu masih belum percaya sepenuhnya dengan Charlenne. Lalu Charlenne kembali ke sofa, kemudian ia benar-benar melepas semua bajunya, membiarkan payudaranya yang indah menggantung terbuka, kedua putingnya yang coklat muda bisa terlihat siapa saja, meninggalkan hanya selembar celana dalam. Kemudian ia duduk kembali di sofa dan menyuruh kelima gadis itu untuk melakukan hal yang sama.
“Bagaimana Adik-adik? Sanggup melepas cup putingnya?” tanya Jessika.
 “Ba…baik Bu,” jawab mereka lemah.
 “Baik, coba maju ke sini satu-satu, biar saya yang lepaskan,” perintah Gembul.
 Awalnya Christa ragu, tapi akhirnya ia maju duluan. Sebelum melepas cup itu, ia meraba dan meremas kedua buah dada Christa. Christa terkejut bukan main, namun ia tidak bisa apa-apa. Gembul hanya sekilas meraba dan meremasnya, kemudian melepas cup itu sambil memencet puting yang kini terbuka. Christa hanya menahan napas ketika kedua putingnya dipencet Gembul.
“Baik silakan kembali. Selanjutnya...” suruh Gembul.
 Maka kesepuluh buah dada para gadis itu lengkap dengan putingnya menerima jamahan tangan hitam Gembul.
”Ah ini yang paling montok, bagus...bagus...” puji Gembul ketika meremas buah dada Ollie.
 “Oke Adik-adik, silakan mempersiapkan diri untuk lagu keempat,” ujar Jessika.
 “Ayo kalian bisa, perform yang terbaik ya. Keluarkan powernya, “ Charlenne memberikan semangat.
 Perang batin mulai berkecamuk di dada kelima gadis itu. Antara menatap impian mengejar popularitas, namun merasa aneh dan malu dengan keadaan seperti ini, bernyanyi dan menari setengah telanjang di depan pria gemuk hitam yang tampak seperti maniak, membiarkan dada mereka dijamah oleh pria tak sopan itu. Hasilnya, performance mereka malah menurun.

##########################
”Saya agak heran, kenapa penampilan terakhir kalian malah tambah loyo?” Gembul memberikan komentar.
 ”Kalian masih ingin tampil di acara saya tidak?” tanya Gembul.
 “Ma..masih Pak,” jawab mereka lemah.
 ”Ah, kalian tidak semangat. Kalau kalian lemah, kalian tidak akan bisa jadi pemenang. Kalian akan kalah terus oleh saingan-saingan kalian yang sekarang sudah go international. Kalian masih ingin jadi superstar tidak?” Nada Gembul menantang.
 ”Masih Pak,” jawab mereka dengan suara mulai keras.
 ”Tidak kedengaran. Mau tidak jadi superstar?” Gembul membentak.
 “Masih!!!” kini mereka berlima menjawab dengan berteriak, membangkitkan semangat pada diri mereka.
“Baik, ini ujian terakhir. Silakan kalian perform lagu kalian, berikan yang terbaik. Tapi sekarang kalian tanggalkan celana dalam kalian. Jadi kalian sanggup?” Gembul bertanya.
 Kelima gadis itu jadi panik. Mereka sempat berpikir apakah mereka akan menjadi girlband atau stripteaser? Lalu apa bedanya. Mereka terus saling berpandangan.
”Kalian jangan salah sangka. Saya menyuruh kalian telanjang bukan karena saya pervert, tapi saya menguji kalian, sampai mana kalian sanggup melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan kalian. Sampai di mana totalitas kalian. Lihat manajer kalian Bu Charlenne, beliau tidak saya minta membuka baju, tapi demi kalian dia rela. Itu dia lakukan demi kalian. Sekarang saya mau tahu sampai mana kesanggupan kalian,” Gembul membuat alasan.
Charlenne berdiri mendekati kelima gadis itu.
 ”Sedikit lagi sayang, satu lagu lagi, kalian perform yang terbaik dan kita akan pulang. Dan besok kita bisa tampil di tv, dan jalan kita ke depan akan semakin mudah. Kakak mohon. Pak Gembul benar, ini bukan masalah telanjang, ini masalah kesungguhan kalian. Pokoknya anggap saja pria tua itu tidak ada. Anggap kalian perform dengan baju lengkap, pokoknya fokus pada lagu kalian. Mengerti?” Charlenne memberika arahan.
“Jangan sampai kerja keras kita hilang gara-gara malam ini kita gagal gara-gara dua orang itu. Nanti kita harus tampil di depan ribuan orang, masa dua orang ini saja kalian tak sanggup. Kakak yakin kalian sanggup. Oke?” Charlenne menegaskan.
 ”Oke Kak, kita akan lakukan,” Ollie menjawab yakin. Yang lain pun mengiyakan.
 ”Aku lakukan ini demi Kakak, makasih Kak,” Minnie menambahkan. Charlenne kembali ke sofa.

”Bagaimana, kalian sanggup?” Gembul bertanya lagi.
 ”Kami sanggup,” jawab kelimanya.
 ”Baik, maju ke sini satu-satu, biar kulepas celana dalam kalian,” perintah Gembul.
Kini Minnie yang maju pertama.
”Renggangkan kakimu,” perintah Gembul.
 Minnie merenggangkan kakinya. Kemudian Gembul membuka celana itu dari sisi kanan dan kiri, menariknya dari bawah dengan tangan kiri, sambil tangan kanannya meraba selangkangan Minnie. Minnie tersentak, namun ia bertahan untuk tidak bereaksi.
 ”Bagus, kau harus tetap fokus,” puji Gembul.
Selanjutnya yang lain mengikuti Minnie. Setiap kali itulah Gembul dapat mengusap kemaluan kelima gadis SMA itu, sesekali ia menghirup tangan kanannya, menikmati aroma vagina mereka yang masih amat sangat segar. Selanjutnya mereka menampilkan lagu kelima mereka dengan sangat bersemangat. Mereka berhasil memberikan performance terbaik mereka. Mereka menari dengan penuh tenaga, hingga peluh membasahi tubuh-tubuh telanjang mereka. Setelah lagu usai, Gembul dan Jessika berdiri memberikan applause. Hal ini membuat kelima gadis itu bersorak kegirangan dan saling berpelukan. Sebuah pemandangan yang jarang bisa dinikmati oleh Gembul, lima gadis SMU telanjang berpelukan di depan hidungnya. Goyangan buah dada itu, bokong yang sekal, ah dia sudah tidak sabar ingin menjamahnya lagi.
 ”Baik, Bu Charlenne, kalian berlima, saya nyatakan kalian akan tampil di acara saya,” tegas Gembul. Kelima gadis itu berpelukan menghampiri Charlenne yang juga tertawa gembira.
 ”Terima kasih Pak, terima kasih atas kesempatannya,” Charlenne berterima kasih pada Gembul.
 ”Baik, saya turut senang. Tapi saya lihat kalian kadang-kadang masih suka hilang fokus. Baiklah, untuk kalian malam ini akan kuberikan bonus latihan fokus. Kalian mau?” tanya Gembul.
 ”Mau Pak,” mereka berlima menjawab semangat.
 ”Baik, kalian berlima berdiri menghadap kursi kalian itu,” perintah Gembul.
 Mereka berlima kembali ke kursi dan menghadap kursi itu membelakangi sofa, sementara Gembul menuju ke jendela sehingga berada di depan mereka.

”Rengganggkan kaki kalian dengan lebar, dan membungkuk. Membungkuk agak bawah, tangan tetap berpegangan pada kursi,” perintah Gembul.
“Ingat kalian tetap fokus pada mata saya, apapun yang terjadi. Tetap fokus. Bu Jessika, Bu Charlenne, tolong dibantu,” ujar Gembul.
Jessika sudah mengerti apa yang diinginkan Gembul. Ia menuju ke belakang para gadis itu, kemudian dengan kedua tangannya mulai mengusap vagina dan anus Christa dan Sharon yang sedang membungkuk. Awalnya mereka kaget dan langsung menoleh ke belakang, namun Jessika menyuruh mereka untuk tetap fokus pada mata Gembul, mereka kembali menoleh ke depan. Sementara Charlenne mengikuti apa yang dilakukan Jessika, mengusap vagina dan anus Fanya, Minnie dan Ollie dari belakang. Usapan demi usapan membuat kelima gadis itu mulai terangsang. Kemudian Gembul membuka celananya dan memelorotkan celana dalamnya. Penisnya yang sudah tegang dari tadi langsung mencuat keluar. Kelima gadis itu sempat kaget, namun Gembul terus berkata, “Fokus...fokus...”
Pemandangan penis Gembul yang tegang, ditambah usapan pada anus dan vagina, membuat mereka terangsang hebat. Lubang vagina menjadi basah oleh keringat dan lendir kewanitaan mereka. Mereka semua sudah tahu yang namanya seks, sebab mereka pernah melakukannya dengan pacar-pacar mereka, kecuali Fanya yang masih perawan. Ketika rangsangan itu makin hebat, pinggul mereka mulai bergoyang tidak karuan, seketika itu pula usapan pada anus dan vagina mereka berubah menjadi sodokan daging keras yang memaksa menyeruak liang kewanitaan mereka. Mereka kaget bukan kepalang, apalagi Fanya yang merasa sangat kesakitan karena daging itu berusaha merobek keperawanannya, namun mereka tidak bisa menoleh karena kepala mereka terasa ada yang memegangi. Mereka hanya bisa merasakan daging keras itu terus menusuk, menusuk dalam, menghentak-hentak hingga memberikan mereka kenikmatan luar bisa pada vagina mereka. Sebenarnya inilah rencana Gembul. Ketika kelima wanita itu sudah terangsang hebat, maka Bardi dan teman-teman supirnya keluar dari persembunyiannya di kamar Gembul. Mereka yang dari tadi menonton audisi bugil di ruang tengah lewat kamera tersembunyi sudah menghunuskan penisnya sehingga ketika keluar langsung menembus liang-liang sanggama kelima wanita itu, terus menusuk hingga yang menusuk dan ditusuk sama-sama meraih puncak kenikmatan.  Sementara ketika kelima gadis itu disetubuhi, Gembul langsung mendekati Charlenne dan menggendongnya ke sofa. Di situ ia menindih dan menyetubuhi Charlenne. Sementara Jessika meololoskan celana dalamnya dan menindih mulut Charlenne dengan vaginanya. Ia memaksa Charlenne menjilati vaginanya hingga ia meraih orgasme.Sempurna, seperti apa yang Gembul rencanakan...

By: Soegengrawuh

The Other Dimension


Vanda

“Percaya atau tidak , tapi saya benar benar telah menjelajah dimensi lain menembus ruang dan waktu….!!!” kata Darmanto.

Ia adalah seorang pria paruh baya, lulusan ITB dan berprofesi menjadi dosen di sebuah universitas kecil yang tak begitu terkenal.Vanda hanya mengangguk angguk saja selama sedari tadi mendengar cerita Darmanto. Vanda adalah salah seorang mahasiswi yang mengikuti mata kuliah Darmanto. Wajahnya sungguh cantik dan imut bernuansa oriental dengan rambut pendek yang sangat cocok dengan bentuk wajahnya. Darmanto sendiri sebenarnya wajahnya tidak terlalu jelek ataupun tampan. Hanya saja orang bilang wajahnya terlihat lebih tua dari umur sebenarnya , terutama dengan rambut putih yang mulai tumbuh. Hari itu , Darmanto sedang memberi konsultasi untuk tugas akhirnya Vanda. Kebetulan istrinya sedang tak ada di rumah jadi agak sedikit ‘leluasa’. Namun entah trik Darmanto agar bisa berlama lama dengan Vanda atau memang ada alasan lain , ia bercerita tentang dimensi ruang dan waktu.

“kamu pernah lihat film Quantum Leap..? ” tanya Darmanto , “atau film Sliding Doors …kalau tak salah pemainnya Gwyneth Paltrow …atau Renee Zellweger”
“bukannya itu filmnya Umma Thurman….” Vanda mengkoreksi.
“terserah…..” kata Darmanto , “ intinya adalah perjalanan menembus ruang dan waktu…..hanya saja ini bukan film tapi saya alami sendiri….”

“mengalami sendiri..??” alis mata Vanda terangkat , “ kok bisa…?”

“seperti kata Stephen Hawkings , kita semua hidup dalam dunia paralel yang tak berbatas. Hanya saja manusia umumnya hanya tinggal di satu dimensi saja, ‘spacetime continum’. Tapi saya ternyata tidak…..saya terus mengalami perubahan dimensi itu , entah bagaimana dan di luar kendali saya.”

Darmanto berhenti sejenak untuk melihat reaksi Vanda. Ia khawatir gadis itu tak percaya dan justru menganggapnya gila. Namun Vanda tersenyum manis dan terlihat begitu berminat.



“ayo pak…terusin lagi ceritanya…..” kata Vanda.

“yakin…???”

“iya pak…..saya tertarik mendengarnya…..” kata Vanda sekali lagi dengan senyumnya yang mampu melelehkan hati.

“saya pernah ke dunia dimana ternyata Sovyet lebih berkuasa daripada Amerika “,lanjut Darmanto , “ atau saya pernah juga ke dunia dimana mantan presiden Suharto dihukum mati di lapangan Monas…..atau banyak juga lainnya, WTC masih berdiri….dan yang paling lucu , saya pernah ke dunia dimana tak ada seorangpun yang tahu siapa itu the Beatles….!!!”

Vanda tertawa kecil, “jangan jangan bapak pernah ke dunia dimana Raam Punjabi adalah produser film porno…..sutradara tepatnya ….dia jadi sutradara film porno dan Azhari bersaudara yang jadi bintangnya….”

“terus, apa bapak pernah masuk ke dunia jaman perang misalnya….apa Indonesia terlibat perang?”

“umm….negara negara Timur Tengah memang bersatu untuk menyerang Israel yang dibantu Amerika dan Indonesia ikut mengirimkan tentara juga ke sana”

“hmmm…ok…” jawab Vanda pendek.

Darmanto kembali terdiam untuk melihat reaksi Vanda. Namun lagi lagi , ia tak melihat sedikitpun ekspresi tak percaya atau meremehkan. Sepertinya Vanda sepenuhnya percaya akan ceritanya. berbeda sekali ketika Darmanto menceritakan hal ini pada istrinya yang terlihat sekali tidak mempercayainya.

“kenapa bapak tidak mendokumentasikan semua kejadian itu sebagai bukti…???” tanya Vanda.

“sudah pernah saya coba , tetapi semua tulisan atau foto yang dibuat hari ini besoknya selalu berubah seolah menyesuaikan diri dengan dimensi saat itu….tapi ada lagi yang lebih menakutkan”

“yaitu….???”

“terkadang saat berpindah dimensi saya menjadi orang lain….”

“maksud bapak…???”



“saya hidup dalam tubuh dan kehidupan orang lain. Ada saatnya saya jadi orang kaya , pernah juga hidup dalam tubuh tukang sayur…..dari situ saya berpikir , jangan jangan di luar sana masih ada orang orang yang juga berpindah dimensi seperti saya”

Vanda terdiam sejenak, ekspresi wajahnya terlihat berubah “ok..menarik….”

“kamu gak percaya kan…..kamu pasti pikir saya gila……” Darmanto menangkap ekspresi tersebut

“justru sebaliknya…..” kata Vanda tersenyum manis sambil berpindah duduk ke sebelah Darmanto , “saya sangat senang sekali mendengarnya…..

Vanda meraih lengan Darmanto dan merangkulkannya di dada. Entah sengaja atau tidak , yang jelas empuknya buah dada Vanda terasa nyaman menyentuh siku Darmanto.

“ehh..Vanda…apaan nih..kamu kenapa…???” Darmanto merasa heran sekaligus curiga ia sedang dipermainkan oleh mahasiswi cantiknya ini.

“bapak benar ….di luar sana masih ada orang yang juga bisa menembus dimensi …”kata Vanda , “ dan saya salah satunya….”

Kalimat terakhir Vanda bisikkan dengan sedemikian rupa hingga di telinga Darmanto sehingga menaikkan birahi pria itu.

“kamu…???” Darmanto tak percaya. “kamu gak bercanda kan???”

“enggak dong pak….” kata Vanda sambil kali ini tangannya bergerak mengelus selangkangan Darmanto. “ selama ini saya mencari orang yang sama dengan saya…..orang yang bisa menembus dimensi ruang dan waktu….dan saya ingin mendapat anak darinya”

“anak…maksudnya apa…..???” Darmanto mendorong Vanda agar menjauh .kini justru Darmanto yang tak mempercayai perkataan Vanda. ia bimbang apakah semua itu benar atau Vanda hanya mempermainkannya saja



“kita ini ras istimewa…..” kata Vanda sambil membuka dua kancing blues teratasnya. “ ras yang ditakdirkan untuk menguasai dunia ini…..”

Darmanto menelan ludah melihat bersihnya kulit dada Vanda yang dibumbui juga dengan sedikit belahan dada yang mulai terlihat. Birahinya jelas tergoda , karena istrinya memang sudah tak maksimal lagi mampu melayaninya.

“tapi Vanda…..ras istimewa….maksudnya apa…??? memangnya kita ini alien atau mutan….???”

“ssssh…..” Vanda menempelkan telunjuknya di mulut Darmanto, “ nanti bapak juga akan mengerti sendiri…”

Vanda meneruskan membuka seluruh kancing blousenya namun tak melepaskan dari tubuhnya. Mata Darmanto semakin terbelalak melihat mulusnya dan menonjolnya buah dada Vanda meski masih tertutup bra. Tangan Vanda kini bergerak lincah membuka ikat pinggang celana Darmanto lalu menurunkan sletingnya. Vanda mengelus dan menciumi Gundukan penis yang masih terbungkus celana dalam itu untuk beberapa saat. Dan kemudian dengan perlahan, celana dalam itu ia turunkan. Vanda menyusuri batang penis Darmanto yang menegang dengan bibirnya. Nyaman , geli basah dan erotis , semua itu dirasakan Darmanto sekaligus. Tangannya berusaha meraih buah dada Vanda, namun gadis itu menepisnya.

“jangan dulu…..” desah Vanda sambil melirik nakal.

Darmanto hanya mengangguk saja setuju. Demi mendapat kenikmatan dari mahasiswi cantiknya ini, apapun ia pasti setuju. Aksi Vanda berlanjut. Kali ini giliran lidahnya yang menjilati melingkar dan memutar di batang penis Darmanto. Tak hanya di batang, tapi juga di kepalanya. Lidahnya bergerak nakal di seputaran ujung penis tersebut yang tentu saja membuat si empunya terbuai oleh kenikmatan yang luar biasa. Dan kenikmatan itu semakin bertambah , saat tanpa ragu Vanda memasukan penis itu ke dalam mulutnya.



“mmmmhh…nnph…..mmmmpphh…..” gumam Vanda seiring gerakan kepalanya mengocok penis sang dosen.

Darmanto terlihat begitu salah tingkah. Selain karena merasakan kenikmatan kuluman Vanda, tapi juga karena ia dilarang menyentuh dulu gadis cantik itu. Padahal tangannya sudah ‘gatal’ ingin sgera meremas bulatan yang indah di dada Vanda. Vanda sendiri rupanya begitu lihai dan ahli dalam urusan oral sex. Kombinasi permainan mulutnya sungguh belum pernah dirasakan Darmanto sebelumnya. Jilatannya diselingi dengan hisapan yang sungguh membuai, basah basah nikmat. Dan seolah bisa merasakan kapan Darmanto akan mencapai ‘puncak’, Vanda menghentikan kulumannya, memberikan ‘terror’ tersendiri pada birahi Darmanto. Dengan gerakan erotis Vanda lalu melepas pakaiannya seluruhnya dan naik ke pangkuan Darmanto. Buah dadanya yang menonjol indah ia sodorkan pada mulut pria itu. Tak perlu menunggu lama bagi Darmanto untuk meraup dengan ganas tawaran tersebut. Bagai belum pernah merasakan buah dada sebelumnya , ia meremas dan mengulum dengan begitu bersemangat.

“oohhh…aaahhhh…..terus pak……aaahhhh!!” Vanda terus mengompori dengan desahan dan erangannya.

Permainan berhenti sejenak untuk memberi kesempatan Vanda melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Darmanto. Next show is about to begin. Diawali dengan ciuman panas antara keduanya. Bibir mereka saling berpagut penuh nafsu. Tangan Darmanto kembali dengan ganas meremas bulatan dada Vanda silih berganti. Penis Darmanto tergenggam erat dalam genggaman tangan gadis itu. Darmanto semakin dikuasai nafsu, dibaringkannya tubuh polos Vanda di sofa. Lalu untuk kesekian kalinya dengan lebih bernafsu lagi, Darmanto menyergap buah dada Vanda dan kali ini ditambahi pula dengan gelitikan jari di vaginanya.



Vanda mengerang dan mendesah nikmat saat buah dadanya dijilat dan dikulum. Vaginanya pun semakin basah merespon permainan jari sang dosen. Di sisi lain basahnya vagina Vanda mendorong Darmanto untuk memasukan jarinya lebih dalam dan menusuk lebih cepat.

“aaaahhh…..” birahi Vanda pun mencapai puncaknya.

Vaginanya semakin basah oleh cairan cinta, begitupun jemari Darmanto. Vanda meraih jari Darmanto yang basah untuk ia kulum dan jilati. Wajahnya begitu menggairahkan saat ia melakukan kuluman pada jari-jari Darmanto. Setelah itu dengan agak terburu-buru Darmanto mengangkat pinggul gadis itu hingga terangkat dari sofa, ia membenamkan wajahnya pada kemaluan Vanda yang ditumbuhi bulu-bulu hitam. Lidahnya segera menyapu-nyapu liar bibir kemaluan gadis itu yang semakin becek saja. Setelah beberapa lama menjilat dan menghisapi vagina itu, Darmanto melakukan sebuah jilatan panjang tanpa terputus dari batas liang kewanitaan paling bawah hingga klitorisnya. Hal tersebut memberikan sensasi geli dan nikmat yang tidak terlukiskan bagi Vanda, tubuh gadis itu nampak menggeliat hebat dan menekuk ke atas hingga buah dadanya semakin membusung.

“Oooh…enak Pak…terus gitu….uuhh!!” desah Vanda terengah-engah, menandakan ia terangsang hebat.

Darmanto melanjutkan aksinya dengan memasukkan lidahnya ke dalam liang kenikmatan Vanda. Diseruputnya cairan kewanitaan yang keluar dari situ dengan rakusnya. Setelah merasa cukup dengan pemanasan ini, barulah Darmanto kembali menurunkan pinggul gadis itu. Ia memposisikan diri di antara kedua belah paha mulus yang telah mekangkang lebar itu, siap melakukan eksekusi.

“pak….ayo dong…masukinn……” goda Vanda dengan nada manja.

Tanpa harus disuruh dua kali, Darmanto segera mengarahkan penisnya ke vagina Vanda. Namun ternyata Vanda punya ide lain. Mendadak ia bangun lalu membalikan posisi. Kini Darmanto yang terbaring di sofa dengan tubuh Vanda di atasnya. Dengan perlahan , Vanda memposisikan vaginanya di atas penis Darmanto , lalu dengan pasti menurunkan tubuhnya sehingga penis itu terbenam masuk dalam vaginanya. Dan ia pun mulai menggerakan tubuhnya naik turun.



Buah dada Vanda bergoyang goyang begitu menggoda menghibur mata ketika ia memacu tubuhnya di atas penis Darmanto. Meski tak sabar ingin meremas, Darmanto lebih memilih menyaksikan buah dada itu ‘bergoyang’.

“ooohh…oohh….ahahhh….ahhh…..” desah erotis seolah tak putus keluar dari bibir sexy Vanda.

Gadis itu membimbing tangan Darmanto yang menjelajahi tubuh mulusnya ke arah payudaranya. Darmanto merasakan kenyalnya gundukan daging itu dan kulitnya yang mulus. Ia meraih puting Vanda yang sudah mengeras dengan dua jari lalu dipencet-pencet dan diplintir membuat birahi gadis itu semakin naik saja. Gerak naik-turun Vanda pun semakin liar, vaginanya yang peret itu seolah-olah meremas-remas penis Darmanto yang sedang keluar masuk. Kepalanya kadang menengadah ke atas, kadang menggeleng-geleng sambil mulutnya mengeluarkan desahan nikmat. Beberapa lama bertahan dengan posisi itu, kini mereka pun merubahnya. Kali ini kembali giliran Vanda berbaring di sofa. Dengan satu hentakan kuat, penis Darmanto menyeruak makin dalam. Bertujuan agar permainan bertahan sedikit lebih lama sekaligus juga mengambil nafas, di sela sela genjotannya, Darmanto kerap sejenak berhenti dan menghimpitkan payudara Vanda dengan dadanya. Ia begitu menikmati kekenyalan dan empuknya bulatan tersebut. Ia juga menyelingi ataupun terkadang bersamaan dengan genjotannya, Darmanto menjilati dan melumat bibir Vanda. Bahkan tak hanya bibir, jilatannya pun merambah pula ke leher dan telinga. Vanda meresponnya dengan desahan yang makin erotis, pahanya yang ramping ia lingkarkan pada pinggang Darmanto.

“hahhh..aaaaaahhhh…..” untuk kedua kalinya Vanda mengalami orgasme.

Vaginanya semakin basah dan semakin mempermudah laju penis Darmanto. Pria itu pun kian bersemangat melakukan genjotan. Gerakannya makin cepat dan cepat saja diiringi bunyi kecipakan cairan setiap penis itu melakukan hujaman. Dan akhirnya Darmanto merasakan dorongan yang begitu kuat dalam tubuhnya. Sebuah tekanan yang ia nantikan. Genjotannyapun semakin cepat saja. Tubuh Vanda yang lemas ikut berguncang guncang dengan pasrahnya. Ia bisa merasakan jika Darmanto akan segera mencapai orgasmenya.

“aahh..ppak…ahhh..ahh..di…dalem..pak……aahh..ahaahhh…..” Vanda meminta agar Darmanto memuntahkan spermanya di dalam vaginanya.

Dan tak lama kemudian semburan sperma Darmanto terasa oleh Vanda membasahi vaginanya. Saat Darmanto mencabut penisnya, Vanda dengan cepat meraihnya dan membersihkan sisa sisa cairan yang menempel dengan mulutnya.

“ooouuhhhhh…….” Darmanto menggeram penuh kenikmatan merasakan sisa sisa keindahan nikmatnya tubuh Vanda .



Keduanya pun terbaring lemas di sofa yang kini sudah basah oleh keringat dan cairan sisa sisa pertempuran mereka berdua.

“saya ke kamar mandi dulu ya pak…..’ kata Vanda sambil mengedipkan mata.

Darmanto hanya menggumam tak jelas sambil terus berbaring mengumpulkan tenaga. Baru beberapa saat kemudian ia baru menyadari jika kedipan mata tadi adalah ‘undangan’ dari Vanda. Ia pun bergegas menyusul Vanda di kamar mandi. Tapi ternyata Vanda berada di dapur, berdiri di sebelah kulkas. Di tangannya memegang sekotak penuh susu cair yang langsung ia minum tanpa menggunakan gelas. Saat menyadari kedatangan Darmanto, Vanda tersenyum nakal. Lalu dengan gerakan begitu rupa ia menumpahkan sisa susu dalam kotak itu ke seluruh tubuhnya. Vanda terlihat agak bergidik karena dinginnya air susu itu. Darmanto tentu paham maksud itu semua. Ia segera menghampiri Vanda, mendorongnya hingga bersandar pada kulkas lalu dengan rakus membersihkan susu di sekujur tubuh Vanda menggunakan mulut dan lidahnya.

“ooohhh…yaa..pak…….aahhhh……”

Kuluman dan ‘pembersihan’ lidah Darmanto berlama lama di bagian payudara Vanda. Putingnya ia mainkan dengan lidahnya, terkadang pula diselingi dengan gigitan gigitan kecil. Jilatan Darmanto semakin naik menjilati susu yang membasahi leher gadis itu, dagunya, hingga akhirnya mulut mereka bertemu dan berpagutan dengan penuh nafsu. Darmanto mengangkat paha kiri gadis itu dan menempelkan penisnya yang kembali mengeras pada vaginanya.

“Ooohh…yahh!” desah Vanda mempererat pelukannya terhadap Darmanto ketika merasakan penis pria itu menyeruak masuk ke vaginanya.

Ketika Darmanto mulai mengocok, terdengar bunyi kecipuk dari vaginanya, dia memandang Darmanto sambil tersenyum penuh arti, tangannya tetap memeluk erat tubuh pria itu. Bibir Vanda merekah mendesah, terlihat begitu menggairahkan, buah dadanya bergesekan dengan dada Darmanto ketika tubuh keduanya saling memacu.



Kedua insan itu bersetubuh dalam posisi berdiri dengan penuh nafsu. Sesekali bibir mereka berpagutan dan beradu lidah. Kulkas tempat Vanda bersandar pun ikut terguncang-guncang. Dapur itu pun dipenuhi suara erangan kenikmatan keduanya diiringi decak becek dari vagina Vanda dan bunyi berderit dari kulkas yang ikut bergoyang di belakangnya. Anto mengayunkan pinggul begitu cepatnya seakan-akan ia sedang diburu-buru oleh suatu hal sehingga ia ingin cepat-cepat mengakhiri permainan ini. Erangan Vanda yang terbata-bata akibat serangan goyangan pinggul Darmanto yang begitu cepatnya justru semakin membakar nafsu pria itu. Vanda mencapai orgasme berikutnya setelah seperempat jam lebih disetubuhi dalam posisi demikian. Erangan panjang keluar dari mulutnya, kuku-kukunya menancap pada punggung Darmanto melepaskan perasaan nikmat di puncak tersebut. Vanda merasa lemas pada bagian lututnya. Ia tak sadar bahwa ia telah bertumpu pada posisi seperti ini dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, ia baru saja mendapat orgasme yang sanggup melemaskan seluruh persendiannya.

“Lepasin Pak…aahh…lepas…saya mau minum sperma Bapak!” pinta Vanda

“Ok Da” bisik Darmanto sambil mencabut penisnya yang sudah mulai melemas tetapi tetap terlihat besar itu.

Vanda meraih kotak susu itu dari meja dapur di sebelahnya, dalam kotak tersebut ternyata masih tersisa sedikit susu, ia menumpahkannya ke penis Darmanto lalu berlutut dan menjilati susu yang berlumuran di penis Darmanto. Tentu saja jilatan tersebut berlanjut dengan kuluman dan sedotan yang berjuta rasanya. Kali ini tak butuh waktu lama untuk Darmanto mencapai orgasme. Ia memejamkan mata menghayati kenikmatan itu dan menyemburkan spermanya di wajah Vanda.

“YA AMPUNN….MASS……apa apaan ini…….!!!!”

Kenikmatan dan buaian surga yang dirasakan Darmanto sontak lenyap saat mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya. Istrinya pulang lebih cepat dari perkiraan.

“eehh..mmm..anu…ehhh….” Darmanto terlihat panik sambil melihat ke kiri dan kanan. Anehnya ia tak melihat Vanda dimanapun. Ke mana dia..???

Istri Darmanto tak kalah terkejutnya, saat pulang mendapati suaminya telanjang bulat sendirian di dapur. Tumpahan susu menggenangi lantai dan di pintu kulkas terlihat beberapa ceceran sperma Darmanto.

“ampun mass..mas….kamu kok jadi kayak gini sih….???”

Darmanto tak terlalu menggubris istrinya. Matanya masih mencari cari kemana perginya Vanda yang menghilang begitu cepat. apakah Vanda telah berpindah dimensi lagi..???

Dan Jika dirinya juga memang bisa menembus dimensi ruang dan waktu , sekarangnya rasanya saat yang tepat untuk pergi dari sini. Pergi ke dimensi lain dimana ia tak akan bertemu istrinya. Dimana ia hidup bahagia bersama Vanda. karena seperti Vanda bilang , dirinya adalah ras istimewa yang kelak akan menguasai dunia.



*******NAGA_LANGIT PRODUCTION*******



“jadi awalnya bagaimana Bu??”

“iya Dok….suami saya itu sangat yakin kalau dirinya akan lolos menjadi anggota legislatif. Apalagi selain latar belakang pendidikan, ia juga sudah keluar modal yang sangat banyak untuk kampanye….” istri Darmanto menghela nafas sejenak dengan sedih, “tapi ternyata jangankan lolos, suami saya hanya mendapat 7 suara saja dari 200 pemilih“

Dokter Hanung mengangguk penuh pengertian. Darmanto memang bukan caleg stress pertama yang datang ke rumah sakit jiwa ini. Sudah hampir dua puluh orang caleg gagal yang dirawat disini.

“yah..bu…..kami akan berusaha semampu kami untuk menyembuhkan suami ibu. Tapi, kalau boleh tahu…siapa itu Vanda yang sering suami ibu sebut sebut….???”

“Vanda itu mahasiswa suami saya dok….rumahnya tak jauh dari rumah kami. Tapi sekarang ia sudah menikah dan tinggal di Kanada bersama suaminya….” ekspresi istri Darmanto terlihat gundah, “ saya tak pernah tahu Dok kalo suami saya punya fantasi tentang Vanda, sebenarnya juga Dok…saya sudah curiga cukup lama kalau suami saya itu stress…..” lanjut istri Darmanto

“darimana ibu tahu….???”

“sejak tahu gagal terpilih, ia lebih sering diam di rumah, nonton DVD kesukaan dia yang kebanyakan temanya science fiction. Awalnya saya membiarkan saja dan berharap suami saya segera melupakan hasil pemilu kemarin, tapi kemudian ia malah makin terpengaruh dengan film yang ditontonnya.“

“seperti apa contohnya…???”

“dia mulai bicara soal dimensi lain, mesin waktu dan sebagainya. Ia bahkan pernah bilang jika dirinya pernah ke dunia lain dimana ia terpilih menjadi anggota legislatif dengan suara mutlak……saat itu sebenarnya saya mulai curiga, namun saya menganggap itu paling cuma mimpi suami saya saja….tak disangka bakalan begini jadinya…..”

Dan Darmanto pun akhirnya menjadi korban yang kesekian dari pemilu legislatif kemarin. Biaya banyak dan over confidence akan menang menjadikan sebuah bumerang yang berbalik menghantamnya. Sungguh unik memang pemilu kali ini, pertama kalinya pemilu memakan korban jiwa dan membuat orang sakit jiwa.

****************

Labels

3gp (1) A +++ (17) abang sam (1) Abg (60) abg bandung (4) abg bugil (5) abg smu (3) abg smu jakarta (2) adek cewek yang sexy (1) adik dapat (1) adik iparku (1) adik iparku 2 (1) adik kelasku (1) aida dato’s 2nd wife (1) akak (1) aku dan ana (1) aku dan... (1) aku dan...II (1) aku main jubur (1) alat bantu seks (1) amoi malang (1) amoi saloon paka (1) anak cina (1) anak dara remajaku (1) anak guru SMAku (1) Anak SMK (1) Animal Sex (1) anjingku (1) arthur (16) Artis (2) Artis Seksi (7) asian show (1) auntie jee (1) aura kasih (1) awek indon (1) azlan sayangku (1) baby manja (1) Baby-Sister (1) bahasa indonesia (16) balas dendam (1) bapa mertuaku 1 (1) bapa mertuaku 2 (1) bapa tiri (1) batang beasr (1) bdsm (31) benih bapa mertua (1) bercinta dengan mbak (1) bercinta dengan pembantu (6) berita hangat (1) berkongsi suami (1) berniaga sambil berlakon (1) bersama mak cik (1) bersetubuh dengan ibu kandung (1) berzina dengan adik ipar (1) bidadariku (1) bini kawan kemaruk seks (1) bini muda anak satu (1) bini muda ayah (1) bini orang (1) birahi pembantu (1) bohsia (1) bondage (18) brondong (1) budak benggali (1) budak jantan (1) calon mertua binal (1) cara ngajak pembantu ML (1) carasex (6) cerita abg smu (2) cerita babu (3) cerita binal (1) cerita birahi (1) cerita bogel (4) cerita daun muda (4) cerita dewasa (3) cerita dewasa abg (2) cerita dewasa janda (6) cerita gadis (5) cerita hangat (285) cerita hangat;gay stories (1) cerita hot (4) cerita istri (1) cerita istri selingkuh (6) cerita janda (5) cerita janda kembang (1) cerita jorok (8) cerita jorok pembantu (2) cerita kekasih (3) cerita keperawananku (1) cerita kontol (3) Cerita lepas (8) cerita lonte (4) cerita lucah (4) cerita malam pertama (1) cerita memek (6) cerita memek X (1) cerita ngentot (4) Cerita NGEWE (9) Cerita NGEWE Janda (2) Cerita NGEWE Mertua (1) Cerita NGEWE Pembantu (1) Cerita NGEWE Rame Rame (2) Cerita NGEWE Selingkuh (3) Cerita NGEWE Tante (7) Cerita NGEWE Tukar Pasangan (4) cerita nikah (3) cerita nikmat (3) cerita pacar (2) cerita pacaran (3) Cerita panas (29) cerita pelacur (3) cerita pembantu (5) cerita penis (4) cerita perek (5) cerita porn (4) cerita porno (6) cerita porno X (1) cerita psk (3) cerita romantis (3) cerita sahabat (4) cerita saru (5) cerita saru 17 tahun (4) cerita saru X (1) cerita sedarah (1) cerita seks (28) cerita seks daun muda (3) cerita seks dengan anak smu (9) cerita seks dewasa (1) cerita seks ibu (2) cerita seks janda (2) cerita seks janda kembang (1) cerita seks mahasiswa (5) cerita seks melayu (37) cerita seks pembantu (4) cerita seks setengah baya (1) cerita seks tante girang (7) cerita seksi (4) cerita seksual (3) cerita seksual X (1) cerita selangkangan (1) cerita sensual (3) cerita sensual X (1) cerita seru (17) cerita seru 17 tahun (4) cerita setengah baya (2) cerita sex (300) cerita sex 17thn (14) cerita sex dengan tante (14) Cerita sex hot (55) Cerita sex keren (44) Cerita Sex Online (11) Cerita sex panas (23) cerita sex pramuka siaga (1) Cerita Sex Terbaru 2013 (1) cerita sex umum (3) cerita tante (1) cerita tante binal (1) cerita tante girang dengan brondong (1) cerita tentang janda (5) cerita terbaru (14) cerita wts (3) cerita-panas (9) Cerita-panas-Tante (5) ceriti sex (2) cerken3 (12) cerken3a (7) cerken3b (5) cerpen (6) certa memek (3) cewek (1) cewek abg (4) cewek bandung (2) cewek cantik (4) cewek hamil bugil (1) cewek jakarta (2) cewek part time (1) Cewek Seksi (21) cewek sma (1) chating sex (1) ciciku sayang (1) cikgu azarina (1) cikgu dan anakku (1) cikgu miraku sayang (1) cikgu nicky (1) cikgu norasyikin (1) cikgu pelatih beraksi dengan manja (1) cikgu suraya (1) cikgu tuisyen (1) cikgu zaharah (1) cikgu zainab (1) cina comel (1) cinta alam maya (1) cipap lendir awekku (1) code geass (2) comic (41) cuba cuba main kena janda (1) dahaga (1) dalam office dengan nik (1) dapat pantat brunei (1) dara adik tiriku (1) Daun Muda (1) devilz (10) DI bawah umur (12) di perkosa 4 cewek (1) di perkosa teman sendiri (1) di rogol lelaki bangla (1) di villa tante (1) diana shah alam (1) dilanyak di pagi raya (1) dirogol awek UK (1) doggy style (1) Dosen (1) dosen genit (1) dosen tante girang (1) Download Cerita sex (3) Download-3gp (1) Dukun Seks (1) dynasty warriors (3) enaknya memek tmaam tiri (2) enaknya tante girang (1) english (14) Facebook Girls (12) fan fiction (1) fanfiction (14) fantasi yang terjadi (1) Fetish (10) Fiksi (2) Film-Blue (1) first date tips (1) fizaku sayang (1) forced feminization (6) foto bispak (2) foto bugil (1) foto gadis (1) foto istri bugil (3) foto istri bugil X (1) foto janda (3) foto janda muda (2) foto memek (3) foto pelacur (3) foto pembantu bugil (2) foto pembantu diperkosa (2) foto pembantu telanjang (2) foto perek (1) foto perek jakarta (2) foto tante girang (1) foto telanjang (1) Foto-Model (1) Fotografi-dan-model (1) free live bedroom (1) fucking su zina (1) g spot (1) gadis (3) gadis bandung (5) gadis bandung bugil (4) gadis bawah umur (1) gadis sunti pt. 1 (1) gadis sunti pt. 2 (1) geng rompak rogol (1) gila batang (1) Guru (2) hadiah perkahwinananku (1) haus sex (2) hidup berzina bersama bapak (1) hidup berzina bersama bapak 2 (1) hikmah takrabul zina (1) hilang keperawanan (1) hotel indah (1) humor (1) ibu berjilbab nakal (1) ibu dosen teman seks (1) ibu guru (1) ibu guru kesepian (1) ibu hamil (1) ibu tetty (1) Imut (11) iqmar di setubuh bapak mertua (1) isteri tukang kebun (1) isteri yang kesepian (1) istri muda bugil (2) istri muda bugil X (1) istri nakal (1) istri orang (3) istri pak guru (1) istri selingkuh (4) istri selingkuh X (1) istri telanjang (2) istri telanjang X (1) istri teman genit (1) istri teman menggoda (1) istri tetangga (1) istri tetanggaku (1) istri-istri kami (1) Janda (2) janda binal (1) janda bispak (2) janda bugil (3) janda cantik (2) janda dengan memek berdenyut (1) janda desa (1) janda diperkosa (1) janda gatal (1) janda hot (1) janda muda (2) janda seksi (3) janda stw (1) janda telanjang (3) jiran sebelah (1) jiran yang gersang (1) kak hanim 1 (1) kak mun (1) kak ngah (1) kakak iparku yang gatal (1) kakak juga dapat (1) kama sutra (1) Kama Sutra Versi Terbaru (1) kamasutra (2) Kampus (1) Karya Ara456 (1) Karya Chad (6) Karya Dina Nakal (7) Karya Diny Yusvita (3) Karya Dr. H (3) Karya Harry Potter (1) Karya Joeanchoexs (3) Karya Naga Langit (2) Karya Ninja Gaijin (2) Karya Pengarang Lain (54) Karya Raito Yagami (1) Karya Yohana (1) karyawan (1) karyawansex.bercinta di hotel (1) kegadisan hilang (1) kehebatanmu ayu (1) kehebatanmu ayu II (1) kehebatanmu ayu III (1) kekasihku raja (1) kelentit (2) kenangan bersama hanidah (1) kenangan di maktab perguruan (1) kenangan lalu (1) kenikmatan pertama (1) keperawananku (1) Kerabat dekat (16) kisah budak dayak (1) kisah bugil (1) kisah daun muda (3) kisah dewasa (5) kisah ewasa (1) kisah suami isteri (1) kisah tante girang (1) kisah telanjang (1) klimaks (1) kolaborasi (1) koleksi 3gp (3) konekku (1) kontol (1) late classroom (1) Leah Dizon Pose (1) Lesbian (8) lingerie (1) maam tiriku tante girang (1) madu yang dahaga (2) Mahasiswa (1) Mahasiswi (1) main dengan budak (1) mak cik maznah (1) malam pertama (1) malam pertama ngan dibah (1) mama temanku binal (1) mama tiriku binal (1) mbak cantik (1) mbak tukang lulur (1) melayan boss lelaki korea (1) melayan isteri boss (1) membuat wanita terangsang. gaya seks (1) memek (2) memek gadis (2) memek ibu (2) memek ibu kos (2) memek janda (2) memek merah (2) memek pembantu (1) memek tante (3) memek tante cantik (3) memek tante girang (1) mencemari pantat nora (1) menikmati tubuh ratna (1) merogol arina (1) mertua genit (1) milah....tujuh belas tahun (1) miss campo in action (1) MISS V (3) miyabi (2) ml ama ibu mertua (1) Model Seksi (11) mulut vagina (1) muridku suamiku (1) nafsu (2) nancy dan rina (1) nani gadis kampung (1) ngentot (5) ngentot abg (2) ngentot abg smu (2) ngentot cewek abg (4) ngentot cewek hamil (1) ngentot cewek smu (2) ngentot dengan pembantu (1) ngentot ibu menyusui (1) ngentot janda (1) ngentot janda tua (1) ngentot mama (3) ngentot mama tiri (1) ngentot mbak-mbak (2) ngentot mertua (1) ngentot pembantu (3) ngentot saudara (1) ngentot sma (1) ngentot smu (2) ngentot suster (1) ngentot suster cantik (1) ngentot tante (2) ngentot tante girang (3) ngentot tante girang kaya (1) ngentot tante muda (2) Ngentot-Perawat (3) ngeseks dengan mama tiri (1) ngetot adik (1) ngetot kakak (1) Nightmare Sidestory (1) nostalgia gila (1) nurdiyana (1) obat kuat (1) obat kuat lelaki (1) Operator (1) orang asli menikmati tubuhku (1) original (16) pacarku selingkuh (1) pak dollah (1) pak salleh (1) Party Sex Villa (1) pasangan mesum (1) payudara (2) pelacur abg (3) pelacur bandung (1) pelacur jakarta (1) pelacur jalang (3) pelacur tante (3) pelampiansan sex online (2) pelampiasan sex (4) Pemaksaan (6) Pembantu (16) pembantu bahenol (1) pembantu bispak (1) pembantu bugil (3) pembantu diperkosa (1) pembantu makmal (1) pembantu sexi (1) pembantu telanjang (3) Pemerkosaan (49) pengalaman sex (81) peniaga pasar malam (1) Penyiksaan (34) Perawan (42) Perawat (3) Perbudakan (16) perek bandung (1) perek jakarta (1) Perselingkuhan (42) pesta seks (1) Pesta Sex (44) phone sex (1) Pijat payudara (1) Posisi-Sex (2) psk bugil (3) psk telanjang (3) rahsia puan dewi (1) rela hati (1) sedap (11) Sedarah (22) seks (5) seks degan mama (1) seks dengan tetangga (2) Seks di Villa (1) seks jilbab (1) seks kos (1) seks pembantu (2) Seks-Adik-Kakak (1) Seks-Foto-Model (1) selangkangan (2) selangkangan gadis (2) Selebriti News (1) selingkuh (8) selingkuh dengan istri teman (1) selingkuh dengan karyawan (1) selingkuh X (1) semalam bersama pelajarku (1) Sepupu (1) Setengah Baya (6) sex (1) sex dengan ibu guru (1) sex dengan istri orang (3) sex dengan kakak ipar (1) sex dengan tante fitnes (2) sex email (1) Sex Party (1) sex tips (1) sex tool (1) Sexy Dancer (2) Sexy Girls (16) Sexy Houskeeper (1) Sexy Info (6) simpanan ayah tiri (1) sissy maid slave (6) SMU (4) soul calibur (4) SPG Seksi (2) street fighter (1) suami lugu (1) suami sayang (1) suami selingkuh (2) suamiku sayang (1) sue bini orang (1) suikoden 2 (4) Supermarket (1) surina part 1 (1) Suster (3) suster cantik (1) suster cantikku (1) Tante (7) Tante - Tante (21) tante asih (1) tante baik nafsu (1) tante binal (3) tante cantik (1) tante cari brondong (1) tante dosen (1) tante fitness (4) tante gatel (3) tante gaya doggy (1) tante genit (1) Tante Girang (5) tante girang baik (1) tante girang bugil (1) tante girang cantik (1) tante girang cari abg (1) tante girang cari brondong (2) tante girang hot (1) tante girang kaya (1) tante girang merangsang (1) tante girang nafsu (1) tante girang puas (1) tante hot (1) tante jalang (3) tante jilbab genit (1) tante kesepian (8) tante ku aku entot (1) tante ku buas (1) tante manja (1) Tante mau tukar pasangan (1) tante mia (1) tante nakal (1) tante ndut (1) tante ngentot (1) tante pelacur (3) tante sari (1) tante seks (1) tante tetty (1) tante wangi (1) tante-tante (20) tantenal (1) tempek tante (3) terapi seks (1) terbaru (10) Tetangga (1) tetangga idaman (1) tetangga tante girang (1) tetanggaku binal (1) thalha murid tuition (1) Tia (9) tiga saluran perawan (1) tips kamasutra (1) tips kencan pertama (1) tips seks (15) Tips-Seks (3) toket (1) Toket Gede (27) Travic Sex (2) trik mendapatkan tante girang (1) trik perempuan (1) trik seks (1) tuanku din (1) tukang lulur (1) Tukar Pasangan (23) umum (87) Unik (29) vagina (1) vagina tante (1) via (1) video 3gp (5) video kamasutra (1) video sex (6) Video-Blue-Film (1) wanita setengah baya (1) Waria (5) Women tips (1) Womens Tips (1) yana dan arai (1) yati (2) yaya gadis bawah umur (1) yuni (2) zakar besar ke? (1) zura (1) zurina (1)
Powered by Blogger.