Tuesday, February 4, 2014

Update Cerita

Update Cerita akan di lanjutkan ke blog ini :  http://cerita-wiro.blogspot.com/




miror : http://kisah19tahun.blogspot.com/

[Cerita Panas] Rita Diperkosa Berandal

Hari itu Rita pulang agak kemalaman dari tempat kerjanya di bilangan Senen, jadi kendaraan umum pun sudah agak jarang yang melintas. Sementara menunggu bis yang menuju Depok, Rita duduk sendirian di halte yang agak gelap tersebut. Hingga akhirnya 5 menit kemudian sebuah minibus berwarna gelap berhenti tepat di depan Rita dengan pintu tengah model geser yang sudah dibuka lebar-lebar, dan seketika itu juga dua orang langsung turun dari mobil dan tanpa basa-basi langsung menyeret Rita masuk ke dalam mobil, pintu ditutup dengan cepat dan dengan santainya mobil tersebut kembali melaju.

Kejadian yang tidak sampai tiga puluh detik itu membuat Rita sangat kaget dan lemas. Sementara itu delapan anak muda berandal yang ada di dalam mobil tertawa-tawa riang karena berhasil menculik Rita. Rita diancam agar menuruti kemauan para pemuda berandal tersebut, maka mereka akan memperlakukan Rita dengan baik.

Sementara mobil dilarikan ke sebuah villa di Puncak, Rita diajak berbicara sepanjang perjalanan dengan berbagai pertanyaan seputar dirinya, hingga akhirnya Rita diajak berbicara yang kotor dan porno, bahkan Rita dipaksa untuk mengulang semua perkataan porno yang mereka ucapkan, sementara itu pakaian Rita mulai dipereteli satu persatu.

Pertama-tama Rita dipaksa untuk membuka kancing blousnya sendiri hingga akhirnya blous tersebut dilepas dari tubuhnya. Berbagai pasang mata dimobil itu melotot dengan napsunya melihat tubuh Rita yang lumayan padat itu, terutama dengan sepasang payudara yang masih dibalut bra putih berenda.

Kini giliran rok span Rita yang dipereteli hingga celana dalam berwarna putih model semi G-String itu terlihat dengan jelas. Masih satu jam perjalanan menuju Puncak dan mereka sudah tidak sabar untuk sampai disana dan mengerjai Rita. Rita yang duduk dikursi tengah yang diapit oleh empat pemuda di sebelah kiri kanannya mulai digerayangi oleh beberapa pemuda berandal tesebut. Tangan demi tangan bergentayangan disekujur tubuhnya yang lumayan montok itu. Dengan kaki yang dipaksa mengangkang lebar, para pemuda tersebut bergantian mengusap serta meremas-remas paha dan selangkangan Rita, sementara itu kedua tangan Rita dipaksa untuk masuk ke dalam kolor mereka dan sudah tentu harus menggenggam batang penis yang sudah ngaceng tersebut.

Selama satu jam perjalanan itu, mereka bergantian duduk di sebelah Rita sambil mengerjai Rita, hingga akhirnya mobil sampai dipersimpangan jalan dekat villa tersebut, dan disana sudah menunggu tigal mobil minibus penuh dengan para penumpangnya, dan mereka beiringan menuju villa yang dituju. Mobil yang ditumpangi Rita langsung diparkir didalam garasi, sementara yang lainnya parkir di pekarangan villa besar tersebut.

Waktu menunjukkan jam setengah sebelas malam dan keadaan begitu sepi dan tidak ada seorang pun yang lewat disana. Para pemuda berandal itu langsung masuk ke dalam, dan pintu langsung dikunci. Sementara itu Rita yang hanya memakai bra dan g-string putih serta sepatu hak tinggi dibawa masuk lewat pintu samping yang ada di dalam garasi. Dan betapa terkejutnya Rita begitu masuk keruang tengah villa besar tesebut. Disana ada tiga puluh empat pemuda yang menunggunya, ditambah lagi dengan delapan orang lagi yang menculiknya tadi, hingga total semuanya ada empat puluh dua orang.

Rita disuruh duduk di kursi sofa di tengah ruangan itu, dan salah seorang membawakan roti dan minuman dingin dan Rita dipaksa untuk menghabiskan makanan tersebut, agar tidak lapar. Sementara Rita menyelesaikan makanannya, beberapa orang memasang kamera handycam di berbagai sudut ruangan dan mengarahkannya ke tengah ruangan dan ke arah sofa tempat Rita duduk. Yang lainnya sudah memulai membuka baju masing-masing hingga hanya memakai kolor saja. Rita berusaha untuk tetap tenang, walaupun sebenarnya ia takut sekali melihat lelaki telanjang begitu banyak dihadapannya.

Rita pun mulai diperkosa dan dikerjain. Bebarapa orang mulai membuka celana dalamnya di depan wajah Rita, dan memaksa Rita untuk mengulum penis mereka yang sudah ngaceng berat. Mulut Rita pun disibukkan oleh penis yang keluar masuk mulutnya dengan paksa secara bergantian. Kepala Rita pun dipegangi dari arah belakang sehingga sulit bergerak, sementara itu batang penis demi batang penis terus bergantian dilingkari oleh bibir Rita dan memaksa untuk masuk lebih dalam sehingga sepasang buah sakar bergelantungan memukul-mukul dagu Rita dengan cepat ketika batang penis masuk hingga mentok dipangkalnya.

Dalam keadaan duduk tegak Rita terus dipaksa meng-oral kejantanan para pemuda beandal itu, sementara itu yang lain menggerayangi tubuh Rita yang sintal itu, sambil memaksa tangan Rita untuk mengocok penis mereka bergantian. Setengah jam sudah berlalu dan keadaan makin memanas hingga akhirnya Rita mulai disetubuhi bergantian.

Rita disuruh berdiri dan nungging ke arah depan, G-string Rita dimiringkan ke arah kiri, dan mulailah Rita disetubuhi dari arah belakang. Beberapa batang penis langsung bergantian keluar masuk vagina Rita yang masih lumayan sempit itu. Beberapa pemuda berandal mengoleskan minyak pelicin di penis mereka yang sudah ngaceng itu, dan dengan napsunya mereka saling berebutan ingin menyodok vagina Rita dari belakang, sementara itu yang lain mengantri untuk dioral Rita, sambil meremas-remas payudara Rita yang masih dibungkus bh putih itu.

Habis sudah Rita diperkosa dari depan dan belakang. Bahkan mereka membopong Rita ke atas meja makan yang cukup besar, dan Rita pun dipaksa mengangkang lebar-lebar lalu seperti biasa diantri rame-rame. Mulut Rita pun tak kalah sibuk dengan dipaksanya Rita mengulum penis demi penis, bahkan ada yang berjongkok diatas wajah Rita, dan memaksa Rita untuk menjilati pantat mereka satu persatu, sambil sesekali mereka menekan-nekan wajah Rita secara bergantian diselangkangan mereka, hingga penis mereka terjepit diantara wajah dan perut mereka.

Salah seorang membetot G-string Rita hingga lepas dari selangkangannya dan secara bergantian digunakan untuk mengocok batang penis mereka. Dengan bernapsu mereka terus mengocok penis mereka sambil dengan menggunakan G-string putih Rita sambil menempelkan ‘topi baja’ nya diwajah Rita, setelah puas menggunakan G-string Rita, celana dalam itu lalu disumpalkan ke dalam mulut Rita hingga tak bersisa diluar, sementara itu sekitar dua puluh orang masih mengantri di depan selangkangan Rita sambil sesekali memainkan penis mereka karena sudah tidak tahan untuk menikmati tubuh Rita yang lumayan montok itu.

Lima belas orang mengantri di depan wajah Rita sambil berusaha mendapatkan oral dibibir seksi itu. G-string Rita yang sudah basah itu dikalungkan di leher Rita dan Rita pun kembali dipaksa mengoral batang-batang penis yang horny itu, namun kali ini mereka ingin di-oral sampai ngecret. Penis panjang hitam dan bau keluar masuk mulut Rita, sementara yang lain bergantian menglosor-glosorkan penisnya di muka Rita. Tidak sampai dua menit penis hitam itu muncrat di dalam mulut Rita yang mungil itu dan memuntahkan air mani berkali-kali didalam mulut Rita, sementara wajah Rita ditekan dalam-dalam keselangkangan orang tersebut, hingga semua air mani tertelan ludes ke dalam tenggorokan Rita, sementara yang lain dengan cepat mengambil bagian yang sama, bahkan beberapa orang yang sudah tidak tahan lagi mengocokan penisnya dimuka Rita sampai muncrat diseluruh bagian wajah dan ambut Rita.

Beberapa orang bergantian dioral Rita dan ketika ingin muncrat mereka mencabut penisnya dari mulut Rita dan memuncratkan air maninya di dahi dan batang hidung Rita hingga air mani bertetesan hingga ke buah dadanya yang 34 B itu. Wajah Rita yang sudah blepotan air peju itu tetap dijadikan bulan-bulanan berejakulasi para pemuda berandal itu. Sementara yang lain berusaha mengeluarkan airmaninya di mulut dan wajah Rita, salah seorang sibuk menyendoki air mani yang ada diwajah Rita dan Rita pun dipaksa menelan air kental tersebut. Para pemuda yang sudah muncrat dimuka Rita, mengulangi lagi ejakulasinya dan dikumpulkan didalam gelas, hingga terkumpul hampir satu gelas. Dan setelah semua selesai berejakulasi diwajah Rita, mereka membawa Rita yang sudah blepotan itu ke kursi sofa diruang tamu, dan sperma yang masih blepotan diwajahnya kembali disendoki oleh dua orang dan dikumpulkan jadi satu di dalam gelas. Setelah bersih tandas, Rita pun dipaksa menyedot airmani digelas tersebut hingga habis.

Besok paginya Rita kembali dikerjain, Rita yang hanya memakai bra dan G-string putih dipaksa masuk ke dalam kolam renang yang terletak dibelakang villa. Di kolam yang hanya sebatas perut Rita dipaksa mengocok penis yang sudah ngaceng tegak didalam kolam dengan kedua tangannya, sedangkan, gunung kembarnya diremas-remas dengan gemas bergantian oleh beberapa orang. Sambil mengocok penis, Rita dipaksa menjepit penis diselangkangannya dari arah belakang, dan digerakkan maju mundur membuat pelakunya sangat horny berat, dan nggak sampai lima menit benang-benang sperma bermunculan dari bagian depan selangkangan Rita, pertanda batang penis yang dijepit di selangkangannya berejakulasi.

Kemudian yang lainpun bergantian menjepitkan batang penisnya di selangkangan Rita. Batang penis yang berada ditangan Ritapun tak bertahan lebih lama lagi dan memuncratkan peju sangat banyak, hingga membuat air di kolam renang mini itu dipenuhi benang-benang sperma, dan salah seorang berusaha menyerok sperma air peju tersebut dengan saringan, dan Rita pun dipaksa mengunyah sperma mereka yang terkumpul di saringan tersebut hingga habis.

Sebagian lagi memilih untuk menyetubuhi Rita di dalam kolam. Ritapun disandarkan dipojok kolam dengan kaki mengangkang lebar, dan secara bergantian Rita dikocok maju mundur dengan cepat hingga air dikolam beriak-riak. Beberapa orang bergantian duduk di pinggir kolam mengangkangi kepala Rita, dan memainkan batang penisnya di kepala dan wajah Rita hingga akhirnya mereka tak tahan lagi dan berejakulasi di wajah dan di rambut Rita. Airmani bermuncratan di atas kepala Rita dan membasahi wajah dan mulutnya. Bahkan ada yang langsung memaksa Rita membuka mulutnya dan memuncratkan air maninya didalam mulut Rita. Setelah hampir dua jam dikerjain di dalam kolam, seperti biasa wajah Ritapun bermandikan peju kental putih, dan beberapa orang menggiring Rita kepembilasan air hangat di dalam rumah. Dan sekali lagi lima orang yang belum puas kembali mengerjai Rita, dengan memaksanya mengoral penis mereka dibawah pancuran air hangat, hingga satu persatu berejakulasi di dalam mulut Rita, dan Rita pun dipaksa menelan seluruh airmani yang muncrat dimulutnya.

Setelah diistirahatkan selama beberapa jam, malamnya sebagai acara terakhir mereka mendadani Rita secantik mungkin, yang dilakukan oleh special juru rias yang mereka panggil, Rita dikenakan G-string dan bra berwarna hitam yang baru. Dan kali ini mereka tidak akan menyetubuhi Rita, tapi akan diadakan acara bukakke, dimana Rita hanya disuruh duduk di kursi sofa dengan menyandar, sementara mereka akan memainkan penisnya di depan Rita hingga mereka berejakulasi di wajah Rita. Kamera videopun sudah siap merekam adegan bukakke itu.

Sebanyak lima puluh pemuda yang sudah telanjang langsung mengocok-ngocok penisnya dan beberapa orang langsung berdiri mengangkangi Rita dan dengan hornynya mereka menggesek-gesekan batang penis mereka yang sudah ngaceng itu ke wajah Rita sambil menekan-nekan wajah Rita yang cantik itu hingga akhirnya mereka bergantian muncrat di wajah Rita yang seksi dan yang lainnya pun bergantian pula memuntahkan di muka, rambut dan payudara Rita, hingga wajah Rita kembali bermandikan sperma kental sebanyak lima puluh porsi itu.

Sebagai penutup acara salah seorang membuka G-string hitam Rita, dan menyekanya ke muka dan payudara Rita yang sudah berlumuran peju itu, kemudian meyumpalkannya ke mulut Rita dalam-dalam. Masih belum bersih peju di wajah dan rambut Rita, salah seorang lagi membuka bra hitam Rita dan kembali membersihkan wajah Rita dengan bra tersebut hingga bersih, dan dengan gemasnya menyumpalkan bh tersebut ke dalam mulut Rita yang sudah terganjal celan dalam itu, hingga akhirnya bh dan celana dalam tersebut masuk semua menyumpal mulut Rita, dan salah seorang mangambil plester berwarna silver dan memplester mulut Rita yang sudah tersumbat itu, kemudian membiarkannya selama dua jam, dan membuat mereka sangat puas sekali.

Besoknya jam 4 subuh Rita dipulangkan ke Jakarta, namun diperjalanan, dua orang yang duduk di sebelah kiri kanannya memaksanya untuk mengoral penis mereka bergantian. Mereka secara bergantian menekan-nekan wajah Rita selangkangan mereka hingga masuk, dan memaksa Rita untuk menelan airmani mereka.


E N D

Tuesday, December 31, 2013

Tiga Kasta Sex Tania

Tania
Sebelum aku jelaskan apa maksud tiga kasta sex Tania ini, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri aku terlebih dahulu. Nama aku Tania 22 tahun dan saat ini aku sudah bekerja jadi sekertaris di sebuah bank di kota metropolitan Jakarta. Aku memiliki porsi tubuh yang di idolakan oleh semua lelaki. Berukuran dada yang melebihi genggaman tangan laki-laki dewasa, dengan ukuran pinggul yang gampang untuk di peluk, atau di angkat, bahkan sangat mudah untuk di bulak-balik sesuai dengan keinginan anda. Aku memiliki kulit yang selalu di tempa di ruangan ber-AC. Jadi pembaca sudah tau saja seperti apa putih legit nya kulit aku ini. Aku jamin setiap laki-laki normal pasti ingin membelai bahkan menggigit kulit mulus aku ini. Aku memang belum pernah menikah, tapi untuk urusan sex aku sudah tidak kalah dengan ibu-ibu rumah tangga yang sudah jauh lebih senior dari aku. Pada waktu aku duduk di bangku SMP saja aku sudah tau yang namanya masturbasi. Saat SMA aku sudah menghilangkan keperawanan aku dengan membeli sebuah penis buatan atau sering disebut dildo, agar nantinya kalau aku berhubungan sex dengan laki-laki asli ga akan ada lagi yang mengaku bahwa dialah yang merebut keperawananku.
Sex aku pertama kali aku lakukan dengan pacar aku di kelas 1 SMA. Dia termasuk orang yang sangat amat minim pengetahuan tentang sex. Jadi aku yang memimpin adegan demi adegan percintaan kami. Berhubung dia ga tau bagaimana sex yang sebenarnya, jadi dia juga ga tau kalau aku juga masih nubie dalam hal urusan sex. Tapi disana aku belajar tentang bagaimana anatomi penis, bagaimana cara mengocok penis laki-laki, bagaimana rasanya oral sex, dan yang lebih buruknya adalah hasrat aku untuk memuaskan diri menjadi lebih besar.

Bahkan aku mungkin sudah menganut paham nudist di rumah, dan juga aku suka dengan hal berbau exhibt. Sudah entah dengan berapa laki-laki aku melakukan hubungan badan. Dan kalau sedang ga ada laki-laki yang tersedia, aku rela mengeluarkan duit lebih untuk membeli koleksi sextoy yang beragam bentuk jenis dan fungsinya. Di rumah aku sangat jarang menggunakan pakaian lagi. Oh, iya untuk informasi buat pembaca, aku sudah bisa menyewa sebuah rumah yang berukuran lumayan besar, dan aku hanya tinggal sendiri di daerah itu. Tetangga terdekat kebetulan berjarak 3 petak tanah kosong, jadi kalau aku keluar rumah sampai keluar pagar tanpa pakaian pun aku yakin ga ada tetangga aku yang tahu. Bahan aku sering jogging sekedar lari kecil disekitar petak tanah kosong tersebut pada pagi hari dengan keadaan tanpa busana. Sekalipun belum pernah aku kepergok saat sedang melakukan nude jogging itu. Sedikit gila tapi aku sangat suka melakukan hal seperti itu. Aku juga sekarang sudah memiliki sebuah mobil pribadi. Kalau pergi ke kantor aku selalu sudah rapi seja keluar dari rumah. Tapi pada saat pulang kantor, kalau aku pulang pada jam pulang kantor biasanya, maka aku akan melepas pakaian aku satu persatu setiap kali aku bertemu dengan lampu merah. Pada lampu merah pertama aku akan melepas jas kerja, lalu pada lampu merah berikutnya aku akan melepas rok, setelah itu di teruskan dengan kemeja, cd, dan terakhir bra pun ikut di copot. Sessampainya di depan rumah, tanpa perlu repot-repot memakai pakaian aku langsung turun dari mobil dan membuka pintu pagar rumah. Jadi begitu masuk ke dalam rumah sudah tinggal mandi saja.

###############################
Kasta 1

Karena aku yang memiliki penghasilan yang berlebih sampai bisa menyewa rumah dan memiliki mobil pribadi, secara otomatis para lelaki akan memandang aku sebagai sosok wanita high class yang susah untuk di dekati. Aku pun merasa demikian. Karna tidak setiap cowo yang aku temui d club yang aku ijinkan untuk bersetubuh dengan aku. Aku sangat amat pemilih untuk urusan sex. Hanya laki-laki dengan penis besar dan wajah yang ganteng saja yang aku ijinkan untuk bersetubuh dengan aku. Hal itu aku lakukan di hotel, karena aku tidak mau kalau mereka sampai tahu dimana rumah aku. Bisa di teror terus nih. Tapi karena aku yang makin hari makin masuk kedalam kategori kelas atas, aku pun jadi kesulitan untuk menemukan lelaki pemuas nafsu karena mereka semua sekarang rata-rata sudah enggan mendekati aku. Hal ini membuat aku harus mencari pelampiasan lain untuk urusan sex dan nafsu birahi.

#################################
Kasta 2

Karena kesepian dan hasrat sex yang makin tinggi, aku pun beralih dengan memuaskan diri sendiri atau self-service dengan menggunakan dildo koleksi aku yang sudah entah berapa jumlahnya. Awalnya aku hanya memuaskan diri di kamar saja. Tapi lama kelamaan aku merasa itu saja masih kurang. Aku mulai bermasturbasi di ruang tamu, ruang makan, halaman belakang, disetiap sudut rumah sekarang sudah ada bekas air mani aku yang aku semprotkan setiap aku mencapai orgasme. Dari yang dulu aku selalu menyimpan rapat-rapat dildo yang aku miliki, sekarang dildo-dildo itu bisa ditemukan dengan mudah di setiap sudut rumah aku. Saat ini halaman belakang sudah aku rubah menjadi tempat “fun” pribadi. Sekarang dildo pun sudah aku pasang secara permanen di dinding, bahkan di bangku taman belakang. Jadi kapanpun aku bergairah, aku tinggal menuju taman belakang dan menuntaskan birahi aku yang selalu tinggi ini. Aku sadar sekarang dari wanita high class aku sudah turun menjadi seorang wanita yang haus akan orgasme dan sangat menantikan sex dengan laki-laki sesungguhnya, tapi bukan hanya dengan satu orang laki-laki saja. Pernah pada suatu sabtu siang sebangun tidur, aku menuju halaman belakang untuk menyegarkan badan. Tanpa perlu berganti pakaian (karena aku tidak mengenakan apapun) aku langsung nyebur kedalam kolam berenang pribadi. Saat berenang aku mendapatkan ide gila. Yaitu memasukkan tiga vibrator-egg yang aku beli yang kebetulan wireless, lalu aku masukkan ketiganya sekaligus kedalam vagina aku. Terasa sedikit mengganjal pada awalnya. Untuk membiasakan, aku teruskan berenang dengan tiga vibe didalam vagina dalam keadaan mati selama kurang lebih 15menit. Aku berada di dalam air tapi badan aku berasa panas karena nafsu. Akhirnya aku hidupkan vibrator itu langsung ke posisi full pada remote nya. Aku teruskan berenang dengan stimulasi luar biasa pada bagia intim aku. Aku tidak mampu menggerakkan kaki aku untuk berenang, hingga akhirnya aku hanya bisa mendesah dan hampir kehilangan kontrol di bagian tengah kolam. Aku berusaha kepinggir lagi menuju remote vibe bermaksud untuk mematikannya. Tapi sebelum vibe itu mati, dua orgasme berhasil menampar vagina aku. Aku memulihkan diri menuju bangku taman yang sudah aku pasangkan sebuah penis karet di atasnya. Kalau aku ingin duduk d sana, otomatis penis itu harus masuk ke dalam vagina aku. Aku duduk dan beristirahat sambil menikmati sinar matahari yang jatuh ke dada, perut, bahkan vagina luar aku. Tapi keberadaan dildo ini ternyata membuat nafsu aku kembali bangkit. Dengan perlahan aku gerakkan pantat aku naik turun dengan tempo teratur, hanya saja 3menit kemudian gerakan itu berubah menjadi gerakan binal yang sama sekali ga berirama. Satu orgasme lagi aku peroleh dari memperkosa bangku taman yang memiliki penis palsu. Kegiatan ini sangat rutin aku lakukan apabila aku berada di rumah, tak peduli siang atau malam. Namun kegiatan itu terganggu semenjak di sebelah rumah aku sedang ada pembangunan rumah baru. Tukang yang naik ke lantai dua rumah itu bisa melihat seluruh isi dari halaman belakang aku. Disinilah aku yang dari wanita high class berubah menjadi seorang wanita yang haus akan sex.

##################################
Kasta 3

Pada suatu malam birahi aku sedang tidak bisa di tahan. Akhirnya dengan hati-hati aku pergi ke halaman belakang untuk menuntaskan hasrat birahiku. Telanjang bulat aku duduk di bangku taman spesial untuk melakukan kegiatan mesum rutin aku. Aku mulai duduk dan memasukkan penis palsu itu kedalam vagina aku. Lalu aku mulai bergerak naik turun dengan cepat agar birahi aku cepat tuntas. Setelah tuntas, aku langsung masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Tapi satu hal yang aku tidak sadar adalah ternyata ada beberapa tukang yang memperhatikan kegiatan aku dan merekamnya melalui kamera handphone mereka. Disinilah awal siksaan kasta rendah itu aku alami. Siksaan yang ternyata inilah yang aku tunggu dari dulu. Saat aku pulang dari kantor, belakangan aku sudah tidak telanjang lagi di dalam mobil karena tukang itu selalu memperhatikan aku kalau turun mobil, salah satu tukang tersebut memberikan sekeping cd sambil berkata
“Mbak, liat dulu aja, nanti ada nomer hp yang bisa di hubungi di cover cd nya”.
Supaya cepat beres, aku ambil cd tersebut lalu aku langsung buru-buru masuk ke dalam rumah. Tukang itu disoraki oleh tukang lainnya, tapi dengan santai dia menjawab
“Bentar lagi juga dia bakal kesini”.
Aku sangat amat ga mengerti apa maksud si tukang tadi. Sesampai di dalam rumah, langsung aku putar cd tadi di dalam laptop. Isinya sangat membuat sekujur tubuhku merinding. Ternyata itu adalah vidio seorang wanita yang sedang bermasturbasi di halaman belakang rumahnya, di halaman belakang rumahku, yang bermasturbasi itu adalah aku.    Langsung saja aku telfon nomer yang ada di cover cd tersebut.
“mau kamu apa? Berapa uang yang kamu butuh?”,
“tenang mba, uang dari tukang saja sudah cukup untuk memenuhi hidup saya sehari-hari, yang saya mau cuma tubuh mba saja”,
“kurang ajar kamu!!!”,
“mba, saya sudah tau mba kerja dimana, mba ga mau kan kalau satu kantor mba tau mba itu sebenarnya wanita seperti apa??? Mba pindah kantor atau pindah rumah pun saya juga masih bisa melacak keberadaan mba. Jadi saran saya mba nurut saja. Dengan mba nurut saya jamin rahasia ini aman di tangan saya”.
Merasa tak bisa melawan akhirnya saya pun bersedia mengikuti apapun keinginan mereka agar rahasia saya tetap aman.
“untuk langkah awal, mending mba ke sini dulu saja. Saya jamin mba ga akan kami apa-apain. Jangan lapor siapa-siapa ya mba. Kan mba tau sendiri kalau sekali vidio ini masuk ke internet ga akan bisa di hapus”.

Para tukang bangunan

Badanku mendadak lemas, entah apa yang akan aku hadapi setelah ini. Tapi akhirnya aku pergi ke tempat tukang bangunan tadi untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Masih menggunakan pakaian kerja aku langsung mendatangi mereka di rumah sebelah. Sesampainya di sana ternyata ada 7 tukang bangunan yang penampilan fisik mereka sangatlah jauh dari standar ku. Satu orang tukang menyambut kedatanganku diiringi oleh tukang lain. Aku di ajak ke dalam dan menuju suatu ruang yang masih belum memiliki tembok pada lantai dua. Ternyata dari sana lah mereka melihat aku bermasturbasi tempo hari. Saat aku menoleh kebelakang, aku tersentak karena sekarang tak satupun dari mereka yang berpakaian. Sesaat aku takjub karena dibalik wajah mereka yang hitam bekas sengatan matahari dan kulit mereka yang tidak terawat, ternyata mereka semua memiliki ukuran penis yang patut di perhitungkan. Kalau menurut pengalamanku, aku bakal mati lemas hanya untuk meladeni mereka satu persatu. Tukang yang tadinya menyambutku berkata
“mbak, kami semua ga akan berbuat macam-macam terhadap mbak. Tapi kami semua ingin melihat tubuh mbak polos tanpa ada yang menutupi sedikitpun. Kemaren kami memang sudah melihat tubuh mbak telanjang. Tapi sekarang kami ingin melihatnya dari dekat. Jadi mulai lah membuka pakaian mbak satu persatu”.
Aku yang berada dalam posisi kepepet akhirnya membuka pakaianku satu persatu. Blazer, kemeja, bra, rok, dan terakhir cd. Semua pakaian itu di pegang oleh tukang yang berada di sebelah kiriku, tapi tiba-tiba dia melemparkan semua pakaian ku ke halaman belakang. Sekarang semua penis yang berada di sana sudah ereksi penuh sehingga memperlihatkan ukuran asli nya. Mereka mulai melakukan onani di hadapanku. Sejujurnya aku pun sangat ingin menuntaskan nafsu ku saat itu juga. Tapi malu dong, mau di taro dimana harga diriku kalau aku pun ikut masturbasi. Entah sudah berapa lama mereka onani di depan mataku, tapi tak kunjung muncrat juga. Tukang tadi berkata
“mbak, tolong hisap punya saya dong, sudah tanggung tapi ga cukup untuk bikin saya keluar nih”.
Entah karena aku takut vidio ku tersebar atau karena aku juga sudah nafsu berat aku langsung saja membantu meng-oral penis nya. Melihat itu tukang yang lain jadi mulai berani dan mulai menggerayangi tubuhku. Payudaraku dipermainkan, satu tangan menggenggam pangkal payudaraku sehingga bagian keujungnya jadi tambah mencuat, dan satu tangan lagi memencet, memelintir dan menarik puting payudaraku. Dua tangan pada satu payudara dan itu terjadi pada kedua payudaraku. Satu tangan menggelitik dan mengeluar-masukkan jari-jarinya di anusku, satu tangan mempermainkan lobang vaginaku, satu tangan lagi khusus mempermainkan clitoris ku. Sialan mereka semua, sekarang nafasku sudah sangat berat. Mataku terpejam menikmati semua rangsangan ini. Aku sudah tidak bisa mengelak lagi kalau aku ingin disetubuhi sekarang juga.

Entah siapa yang memulai, seseorang memasukkan penisnya kedalam vaginaku dan langsung saja memompanya dengan cepat. Tidak ada kesulitan lagi saat melakukan penetrasi karena liang senggamaku yang sudah sangat basah. Karena tukang bangunan lain juga sudah sangat bernafsu, ada satu orang yang mengambil posisi untuk penetrasi kedalam anusku. Oh god, i’m beeing double penetrated. Tak satupun dari mereka yang bermain lembut, semuanya menggenjot ku dengan cepat, dalam, dan kasar. Tapi hal itu semakin membutakan mata dan otak rasionalku. Selagi aku masih “bekerja” pada ketiga lobang di tubuh ini, satu tukang menyelipkan tangannya untuk mencubit dan menarik clitku. Hal yang terjadi kemudian adalah aku orgasme sangat panjang dan bertubi-tubi. Orgasme itu terus berlangsung selama tukang tadi mempermainkan clit ku. Aku baru bisa sedikit bernafas saat dia melepaskan tangannya dari clitku, bersamaan dengan muncratnya air mani hampir serempak di ketiga lobang nikmat di tubuhku ini. Tukang lain langsung menggantikan posisi tukang yang sudah orgasme dan ronde berikutnya pun dimulai. Ada saja yang dilakukan tukang-tukang itu untuk membuat orgasmeku jadi tidak biasa. Setelah tiga ronde bermain dengan ketiga lobang terisi penuh, sesi terakhir dilakukan dengan hanya melakukan penetrasi di vaginaku saja, tapi setiap satu orang orgasme, dia berpindah posisi dan menembakkan spermanya di sembarang tempat di tubuhku, dan posisi liang vaginaku langsung digantikan oleh orang sesudahnya. Jadi rangsangan di vaginaku terasa tanpa henti. Tubuhku juga sudah tertutup oleh sperma, mulai dari wajah, leher, dada, payudara, perut, paha, kaki, bahkan bulu pubik ku saja sudah basah dengan sperma. Setelah sesi itu selesai, aku sudah benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Badanku masih sangat sensitif dan masih terasa kejang akibat serangan orgasme bertubi-tubi yang sudah entah berapa kali aku rasakan.
“pak, tolong antarkan saya kesebelah pak, saya sudah tidak sanggup berdiri lagi”.
Salah satu tukang bangunan langsung menggendongku dengan posisi punggungku menempel ke dadanya, dan kakiku seperti orang jongkok. Sebelum berjalan, dia menyelipkan penisnya ke dalam vaginaku lalu mulai berjalan. Karena posisi ini membuatku mengikuti gravitasi menghantam penisnya yang masuk semakin dalam. Siksaan yang paling berat itu terjadi sewaktu menuruni tangga. Hentakan penis itu terasa makin menonjok mulut rahimku masuk lebih dalam. Satu orgasme lagi menghujam tanpa bisa kutahan. Sensasi ini terlalu besar untukku, akhirnya karena kenikmatan berlebihan aku sampai orgasme di anak tangga terakhir. Akhirnya aku sudah berada di jalanan depan rumahku dengan posisi masih digendong (lebih tepatnya disetubuhi berdiri) oleh tukang tadi. Dia tidak langsung membawa aku masuk kedalam rumah. Tapi sekarang aku disetubuhi dengan posisi berdiri di tengah jalan. Entah kenapa sensasi takut ketahuan oleh orang lain ini membuat gairahku makin tinggi, aku mendapatkan satu lagi orgasme di sana. Aku benar benar lemas. Begitu tubuhku dibaringkan di atas kasur, aku benar-benar tidak lagi bergerak sampai langsung tertidur

Keesokan harinya sebelum aku berangkat kerja, melalui sms aku diberi tahu untuk mendatangi para tukang bangunan tersebut sebelum berangkat kerja. Sesampainya aku disana, kata pertama yang langsung aku ucapkan adalah
“tolong mas, jangan telanjangi saya sekarang, saya sudah terlambat kerja”.
Dengan santai tukang itu memberikan sebuah kotak dan meminta aku untuk mengeluarkan isinya, lalu menggunakan itu untuk ke kantor. Saat aku keluarkan isi kotak tersebut, ternyata itu adalah sepasang pakaian dalam yang terdiri dari bra dan cd yang serasi. Aku pun mulai membuka kemeja, tanktop, lalu membuka bra yang aku kenakan. Sekarang aku topless disaksikan semua tukang bangunan itu. Satu hal yang sedikit membuatku lega adalah mereka bisa mengendalikan diri dengan tidak menyentuh tubuhku sedikitpun. Aku mulai mengambil bra yang diberikan tadi, bentuknya aneh. Bra tersebut secara umum tidak berbeda dari bra pada umumnya, hanya saja bra ini bolong pas pada posisi puting susu. lalu aku teruskan dengan membuka rok dan cd biru muda, dengan cepat langsung ku pakai cd yang diberikan tukang tadi. Saat cd itu hampir menutupi bagian vagina, aku kaget karna ada sesuatu yang mengganjal. Saat aku lihat lagi, ternyata cd itu memiliki dildo mini dengan jumlah 3 dildo. Satu yang berukuran paling besar itu terletak pas pada posisi liang vagina, satu lagi dengan ukuran agak kecil pada posisi lubang anus, dan satu lagi yang paling kecil itu pada posisi clit ku.
“bang, jangan siksa saya, saya mohon...”,
“mbak sebaiknya nurut saja...atau mba tanggung sendiri resikonya”.
Akhirnya cd tersebut dipasangkan oleh si tukang. Dia mulai memposisikan mini dildo itu ke lobang masing-masing, satu di anus, satu di vagina, ternyata satu lagi itu masuk ke lubang pipis. Cd itu belum terpasang sempurna. Aku diminta untuk sedikit melebarkan kaki, lalu tukang itu meletakkan pahanya pada selangkanganku, lalu ia memegang pinggulku dan menghentakkan pinggulku dengan kencang ke arah bawah sehingga mini dildo yang terpasang di dalam cd tersebut semuanya serempak masuk sempurna ke dalam lobang masing-masing.

“Aaaaahhhhh......” tiga lobang serempak merekah yang menimbulkan sensasi nikmat tersendiri. Tubuhku lunglai dan langsung rebah terduduk di lantai. Aku rasa aku mendapat orgasme kecil barusan. Setelah cd itu terpasang, tukang mengambil sesuatu berupa remote dan mulai mengatur yang aku tak tahu apa.
“nanti setiap 3 jam kamu akan mendapatkan surprise selama 5 menit, sekarang pakai lagi bajumu, berangkat ke kantor, saya tunggu lagi di sini nanti malam”.
Tanpa banyak tanya langsung saja aku kenakan pakaian ku yang lain. Terasa agak sensitif di bagian puting payudara karena bra yang aku gunakan itu bolong pas bagian putingnya. Dan aku yakin puting ku mengeras dari tadi.    Aku sampai di kantor dengan menempuh perjalanan selama sejam. Berarti masih ada 2 jam lagi aku menunggu kejutan dari tukang tadi. Makin penasaran saja apa kejutan yang akan aku peroleh. Aku memasuki kantor dengan langkah yang tidak seperti biasa. Maklum saja ada benda mengganjal di bawah sana, mana tiap gesekannya selalu memberikan sengatan nafsu pula. Tepat tiga jam setelah tukang bangunan tadi memberitahu, sesuatu mulai terjadi pada pakaian dalam ini. Di awali dengan bra, pada bagian puting yang bolong itu ternyata pada bagian pinggir lingkar diameternya terbuat dari bahan sebangsa metal yang memberikan sengatan listrik kecil. Tapi sengatan itu berasa masuk sampai ke otot payudara dalam ku. Bukan Cuma puting saja yang jadi keras. Sekarang sialnya payudaraku malah jadi gatal dan ingin sekali rasanya payudara ini di remas. Tak mungkin aku lakukan ini di kantor. 2 menit kemudian mini dildo pada bagian anus dan lubang pipisku bergetar dengan getaran medium. Aaaah sialan alat ini, anus dan lubang kencing ku serasa digaruk perlahan. Kenikmatan yang cukup untuk membuatku lupa diri, tapi tak cukup hebat untuk membuat aku orgasme. 2 menit setelah itu mini dildo yang berada di vaginaku mulai bergetar, dan tidak hanya sampai di situ saja, dildo itu berputar 360 derajat menggaruk dengan ganas bagian dalam area paling sensitif dari tubuhku. Ini yang aku tunggu. Aku ingin mendapatkan orgasme saat itu juga. Tapi emang dasar alat brengsek, satu menit aku merasakan surga, alat itu langsung mati. Ternyata sudah 5 menit. Clit dan payudaraku sudah membengkak karena sekarang dadaku terasa sesak dan clit ku terasa sekali mengganjal di selangkanganku. Aku geram karena baru tiga jam lagi aku mendapatkan nikmat seperti ini. Aku menuju wc bermaksud untuk melepas semua peralatan gila ini, tapi begitu aku sadar, ternyata cd dan bra itu memiliki semacam kunci untuk membuka pengaitnya. Dan bra juga cd itu terbuat dari bahan yang elastis tapi tidak terlalu bisa di renggangkan. Alhasil aku harus menghadapi lagi siksaan seperti tadi. Aku lupa jam berapa alat ini di pasang. Tapi sekarang menunjukkan jam10 pagi. Berarti masih ada jam1, jam4, dan jam7 malam nanti aku bakal disiksa nikmat.

Selesai makan siang, beberapa menit lagi menuju jam1 aku langsung buru-buru menuju kedalam ruang kerja ku supaya saat alat itu beraksi aku berada pada tempat yang aman. Dan benar saja tepat jam1 siang alat itu kembali memberikan rangsangan listrik di payudara, getaran di anus dan lubang pipis, lalu satu menit terakhir mini dildo di liang senggama ku yang berputarmenggaruk setiap sisi dinding vaginaku. Tapi aku tetap merasa kesal karena alat itu tidak sampai membuatku orgasme. Yang paling membuat ku uring-uringan adalah alat itu selalu berhenti tepat di saat aku sedikit lagi mendapatkan puncak kenikmatan. Jam4 sore alat itu kembali bekerja. Saat itu ada asistenku di dalam ruangan. Aku hanya menunduk dan memegang perutku, jadi asistenku mengira kalau aku lagi datang bulan. Aman lah jadwal jam4. Selanjutnya aku buru-buru pulang supaya tidak terkena macet. Hanya saja prediksi itu melenceng jauh karena aku terjebak macet yang malah lebih lama dari biasanya. Jam7 itu aku masih berada di dalam jala tol. Oh god...siksaan 5 menit ini benar-benar menghabiskan kesabaranku. Aku sangat ingin di tuntaskan. Begitu sampai didepan rumahku, setelah memarkir mobil, aku langsung berlari ke rumah sebelah dengan maksud ingin meminta kunci, sudah seharian aku tidak pipis. Tapi sesampai disaa, aku dikibuli oleh si tukang bangunan. Saat aku sudah membuka baju kemeja dan rok ku sampai sekarang hanya tersisa bra dan cd khusus itu, tukang itu berkata
“kamu ingin pipis atau ingin segera menuntaskan nafsu yang tertahan seharian? Kalau kamu tidak jujur, alat itu akan terus terpasang sampai besok”.
“aku ingin pipis...tapi juga ingin di tuntaskan”. Sudah tidak ada rasa malu lagi untuk mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya aku ucapkan kepada mereka.
Tukang bangunan itu tertawa lalu menyuruhku untuk berjalan pulang dulu. Dia mengambil pakaian ku lalu melemparnya ke halaman belakang rumah. Jadi aku harus berjalan menuju rumah dengan pakaian seperti itu. Tukang itu mengikutiku dari belakang.
“nanti di dalam rumahmu akan aku buka alat pembawa nikmat ini”.
Aku ikut saja apa yang di perintahkan tukang itu. Tapi sesampai didepan pagar rumahku, alat itu bereaksi lagi, padahal belum tiga jam dari jam 7 tadi. Lebih gilanya lagi getaran dan putaran mini dildo itu terasa jauh lebih tinggi dari yang aku rasakan tadi. Sengatan listrik pada payudaraku juga lebih tinggi dari yang tadi. Tanganku belum sempat meraih pagar rumah, alhasil aku jatuh dan tersungkur di jalan aspal tepat di depan pagar rumahku. Badanku lemas karena rangsangan ini terlalu besar untuk bisa aku terima. Tidak sampai satu menit aku langsung dilanda orgasme yang sangat panjang. Orgasme terpajang yang pernah aku peroleh selama ini. Saking enaknya, pandanganku menjadi gelap, dan tanpa bisa aku tahan, aku pipis begitu saja sampai paha dan bagian perutku basah terkena percikannya. Dan pada saat aku sadar, sekarang aku bisa mengeluarkan air susu akibat dari sengatan listrik yang memicu kelenjar susu ku untuk memproduksi susu. tukang tadi tertawa puas melihat keadaan ku sekarang. Lalu ia membuka kunci dari bra dan cd itu, menanggalkannya dari badanku dan meletakkannya di sebelah kepalaku.
“itu sudah di buka, bawa pulang dan cuci yang bersih, karena suatu waktu saya bakal meminta mbak untuk memakai nya lagi”.
Dan ia kembali ke rumah sebelah meninggalkan aku telanjang bulat di depan pagar.

Dengan susah payah aku masuk rumah menuju kamar dan langsung tertidur.     Aku seorang wanita kelas atas telah berubah menjadi budak dari tukang yang kastanya jauh dibawah ku. Tapi kepuasan seksual yang aku peroleh jauh melebihi apa yang pernah aku bayangkan. Pernah aku disuruh menyupir mobilku sendiri tanpa busana sehelaipun, utungnya itu malam hari jadi tidak kelhatan dari luar. Aku dibawa ke tempat spesialis tindik kenalan mereka. Sesampai di tempat tindik itu aku pun ikut turun, dengan payudara berguncang bebas aku mengikuti mereka jalan memasuki studio tindik. Sesampainya di dalam, aku di suruh duduk di kursi tempat pasien tindik berada. Wajahku langsung pucat
“bang saya ga mau di tindik...please...”,
“kita cuma mau ganti suasana aja mbak” itu jawaban yang aku peroleh.
Lalu mereka mulai mempermainkan setiap senti tubuhku dengan keahlian masing-masing. Aku yang sudah memang bernafsu karena selama menyupir, vagina dan payudara ku tidak pernah terbuka. Selalu ditutupi oleh tangan salah satu dari mereka, hal itu membuat nafsuku stabil berada di garis atas. Saat aku orgasme aku merasakan sakit yang luar biasa dari kedua puting ku. Saat aku sadar dan melihat apa yang terjadi, ternyata sekarag aku memiliki dua anting lagi. Satu di puting susu kanan, satu di kiri. Sekarang aku sudah mirip sekali dengan sex-slave seperti di film porno jepang itu.
“nah mbak...sekarang kamu resmi jadi budak kita-kita. Jangan pernah lepasin itu anting atau kita ganti dengan anting yang baru”.
Anting di payudaraku dihubungkan dengan seutas rantai, dan pada bagian tengah rantai itu dipasangkan tali yang biasa digunakan untuk mengikat anjing peliharaan. Lalu mereka berjalan mendahuliku dan menarik tali itu seperti majikan yang menarik tali kekang peliharaannya. Puting ku yang baru ditindik itu memberikan rasa yang tidak nyaman, sedikit sakit, tapi akibat dari tarikan tali itu payudaraku ikut bergerak dan hasilnya payudaraku serasa sedang dirangsang. Setelah puting ku diberi anting, sekarang hampir setiap hari aku tidak lagi menggunakan BH karena terasa mengganjal pada bagian sana. Aku hanya mengenakan BH apabila dalam keadaan terpaksa seperti jika akan ada meeting saja. Karena tidak mungkin aku meeting hanya dengan menggunakan kemeja polos dengan puting yang menonjol dan bentuk anting yang menempel jelas pada kedua puting payudaraku. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan untuk menggunakan aku sebagai pelampiasan nafsu mereka. Tapi satu hal yang aku tahu sekarang aku sangat menyukai keadaanku saat ini. Hasrat nafsu dan birahiku semuanya tercukupi, bahkan melewati apa yang aku harapkan walaupun itu aku peroleh dari mereka yang kelasnya jauh di bawahku. Yes...I like being a slave...

By: Badboy Holic

The Wild Orchids: Lust and Research

Rosalie

“Karakteristik anggrek...species...metode pembudidayaan” Rosalie membolak-balik buku tebal itu sambil duduk di jendela kamarnya yang terbuka.
Matanya terpaku pada gumpalan ungu bunga anggrek yang merekah berbunga dalam semalam. Ia harus menuntaskan tulisannya dengan cepat karena hari itu hari Jumat dan besoknya ia berencana pulang ke ibukota untuk berkumpul bersama papa mamanya. Namun, sebelumnya ia bertekad menyelesaikan dulu tesisnya satu bab atau setidaknya setengahnya agar dapat berakhir pekan dengan lebih tenang. Di luar begitu cerah dan menyenangkan, saat yang tepat untuk dipakai jalan-jalan. Setelah  satu jam menyelam dalam ilmu botani, dan otaknya mandeg belum bisa mengeluarkan apapun untuk ditulisnya, Rosalie akhirnya menutup bukunya dan beranjak ke lantai bawah. Dia keluar lewat pintu teras belakang yang terbuka dan berjalan pelan menyusuri taman belakang. Dari sana, Rosalie meneruskan langkahnya ke jalan kecil berkerikil yang diapit pohon mangga di kanan kirinya. Dia baru berhenti saat tiba di tembok batu batas pekarangan rumahnya.
“Ah,” Rosalie merenggangkan badannya. Dia menghirup udara sejuk sore itu banyak-banyak untuk mendinginkan paru-parunya yang kering.

Rosalie Lisdiana (25 tahun), nama lengkapnya, seorang mahasiswi S2 yang sedang menyusun tesisnya tentang pembudidayaan anggrek di tanah air. Selain memiliki otak yang encer, ia juga dikaruniai penampilan fisik yang menawan dengan kulit putih dan rambutnya yang panjang. Sejak jaman kuliah S1nya ia memang berbeda dari gadis-gadis lain seusianya yang banyak menghabiskan waktu di kafe, mall ataupun tempat dugem. Rosalie lebih suka mengisi waktu luangnya dengan hiking menikmati keindahan alam di desa dan daerah-daerah yang masih alami. Itulah sebabnya ia mengambil jurusan biologi yang sesuai minatnya. Untuk mendapatkan inspirasi lebih dalam penyusunan tesisnya ia menyewa sebuah rumah di daerah pegunungan yang milik seorang kenalan ayahnya, alasan lain adalah karena di kabupaten itu terdapat lab. penelitian milik universitas tempatnya kuliah yang sangat menunjang aktifitasnya. Dalam suasana yang tenang dan back to nature itu ia yakin pikirannya dapat mengalir lebih lancar. Wanita itu duduk di atas bongkahan batu dan menggantung kakinya. Dia memandangi tanah luas yang terbentang di depannya, hutan kecil dengan petak-petak kebun yang penuh dengan sayur dan buah-buahan beraneka ragam. Rosalie sadar, dia tak boleh membuang-buang waktu jika tetap masih ingin pergi bersama ibunya. Melompat turun dari batu, wanita itu segera berjalan pelan melintasi rerumputan. Mengikuti alur sungai yang bening, ia menerobos semak belukar dan bentangan rumput tebal, berlari turun ke sisi bukit dan melintasi padang bunga liar, melompat riang dari satu batu ke batu yang lain, sesekali meleset dan jatuh. Rosalie tertawa keras pada kecelakaan kecil ini, lalu kembali berlari untuk mengejar angin.
“Yu-huuuu!” wanita cantik itu berteriak, penuh kebebasan.

Ia terus mengikuti aliran sungai hingga tiba di padang rumput yang lain, padang rumput yang rapi dan terawat. Jalan setapak di depannya berlumut dan diberi batu pijakan halus menuju kedalamannya yang misterius. Pohon dan dedaunan dipangkas pendek, cukup menonjol untuk setengah bersembunyi dan setengah menggoda, seperti hutan ajaib dalam cerita dongeng. Jalinan kawat berduri melindungi tempat itu, dengan papan tanda peringatan bertebaran dimana-mana, mengumumkan bahwa ini adalah tanah pribadi dan para pelanggar batas akan dihukum seberat-beratnya.
“Dasar orang pelit!” Rosalie sangat tahu siapa pemilik lahan itu.
Setiap berangkat ke lab. botani di kabupaten itu, ia selalu melintasi gerbang depannya yang kokoh bagai penjara. Pemiliknya adalah seorang kaya tapi aneh, namanya Marijan Raharjo, seorang tua bangka pemarah yang selalu terlibat masalah dengan para tetangganya. Seorang yang jahat luar biasa. Tapi anehnya, di sekitar rumahnya, bertebaran banyak rumah kaca cantik yang dipenuhi tanaman tropis, bunga anggrek langka dari seluruh dunia, dan taman bergaya Italia yang sangat indah. Rosalie tahu itu dari cerita seorang tukang kebun di lab. yang pernah bekerja di sana sebagai tukang kebun.
“Dilarang Masuk.” Rosalie membaca tanda peringatan di depannya.
Sudah bukan jamannya lagi orang ditangkap karena berjalan santai di tanah orang lain. Paling kalau kepergok nanti, ia cuma disuruh pergi. Lagipula, juragan Marijan, begitu penduduk sekitar memanggilnya, pasti cuma berada di dalam rumah. Hanya para pembantu dan tukang kebun yang berada di luar, dan mereka pasti punya lebih banyak kesopanan ketimbang majikan mereka. Selain itu, ia tidak ada niat jahat masuk ke situ seperti mencuri atau sejenisnya, ia hanya ingin mempelajari tumbuhan lebih lanjut demi penelitiannya.
“Lewat sini aja.”
Rosalie memilih bagian kawat yang agak renggang dan menggeliutkan tubuhnya. Dalam satu detik, ia sudah berada di dalam dengan sedikit sobekan kecil di ujung bajunya. Wanita itu berjalan menuju ke sebuah taman, bukan taman bunga, tetapi kebun sayur yang sangat luas. Petak-petak rapi berbagai sayuran yang baru tumbuh memenuhi seluruh tempat itu. Berjongkok di antara bulatan kol yang berair, tampak si tukang kebun sedang sibuk menata bawang muda, membelakangi Rosalie. Wanita itu mengamatinya ragu, terbelah antara keinginan untuk lari dan naluri untuk menyapa ramah. Lelaki itu terlihat jantan dengan kulit gosongnya, seperti gambar dalam lukisan. Memakai celana selutut dan kaos lengan panjang, di kepalanya memakai sebuah topi bundar untuk melindungi dari terik matahari, laki-laki itu sepertinya tidak begitu ramah. Punggungnya agak bungkuk, mungkin karena sakit rematik. Kalaupun ia nanti marah dan mengejar Rosalie, wanita itu yakin bisa berlari lebih cepat. Maka Rosalie duduk di atas gerobak tanaman dan terus mengamati.
“Hahh,” laki-laki itu menyeka keringat yang mengalir membasahi dahinya.
Tunas bawang di tangannya sudah habis. Ia berdiri untuk menegakkan punggungnya. Tapi bukannya mengambil bibit bawang yang masih tersisa, laki-laki itu malah membuka celananya dan mengeluarkan penisnya untuk kemudian kencing secara sembarangan. Kejutan yang tak terduga itu hampir membuat Rosalie terjengkang ke belakang. Suara berisik dari gerobak tanaman yang terjungkir membuat laki-laki itu menoleh.
“Ah, eh.. selamat sore!” ujar Rosalie berusaha terdengar ramah, dengan mata tak berkedip menatap penis besar milik si lelaki itu yang masih mengucurkan air seni.
“Ohh!” tak kalah kagetnya, tukang kebun itu segera berbalik untuk menyembunyikan kelaminnya dari pandangan wanita muda yang tidak dia kenal ini.
“Maafkan aku.” Rosalie berkata penuh penyesalan, takut membuat laki-laki itu marah.

Si tukang kebun

“Apa yang kau lakukan disini?” gerutu laki-laki itu, penisnya sudah kembali masuk ke balik celana katunnya, tapi tonjolannya yang besar mustahil untuk disembunyikan, masih tercetak samar di sekitar selangkangannya.
“M-melihat bapak menanam bawang.” Rosalie menelan ludah saat melihatnya.
Laki-laki itu menggerutu lagi sambil menegakkan punggungnya dan maju selangkah ke arah Rosalie. “Kamu datang darimana?” tanyanya kasar.
“Dari sana.” Rosalie melambaikan tangan sejauh-jauhnya ke arah barat, arah yang berlawanan dari arah rumahnya.
“Hm,” sahutnya. “Untuk apa kamu kemari?”
“Aku ingin mampir kesini dan melihat seperti apa koleksi anggrek milik juragan Marijan. Tumbuh-tumbuhan adalah hobiku, terutama bunga anggrek, aku sedang melakukan penelitian tentang itu” jawab Rosalie dengan jujur.
“Wah, aku kira...” laki-laki itu mendekat lagi dan menatap Rosalie tanpa berkedip “Apa kamu tidak melihat papan peringatan di ujung pagar sana?”
“Oh, aku tak pernah memperhatikan hal-hal semacam itu,” sahut Rosalie dengan santai. “Kita tidak akan kemana-mana di dunia ini kalau menuruti tulisan-tulisan seperti itu.”
Tanpa diduga, lelaki itu terkekeh. “Aku rasa kamu benar.” Ia setuju. “Aku pun tak mau terhambat tulisan seperti itu.”
“Pak, boleh saya membantu menanam bawang?” Rosalie bertanya dengan sopan. Ia berharap, dengan cara ini ia bisa merayu laki-laki itu sehingga nanti diperbolehkan untuk melihat taman Anggrek milik Juragan Marijan sambil belajar juga mengenai bawang.
“Oh, tentu boleh.” Di luar dugaan, laki-laki itu menerima tawaran Rosalie dengan ramah dan menjelaskan bagaimana caranya.
Bawang itu sangat kecil dan mereka harus ditancap tegak lurus dengan hati-hati. Sangat sulit bagi tunas bawang untuk membalik diri sendiri jika tumbuk ke arah yang salah dari awal.
“Begini.” Laki-laki itu membimbing tangan Rosalie sambil memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
Satu meter pertama hasilnya kacau balau karena Rosalie tidak bisa konsentrasi. Penis tegang milik laki-laki itu yang menempel ketat di bokongnya membuat wanita itu sesak nafas. Selanjutnya malah makin parah, tidak ada satupun bawang yang menancap di tanah, karena tangan laki-laki itu lebih banyak dipakai untuk mengelus jari-jari Rosalie daripada mengurusi bawang.
“Lanjutkan, kamu berbakat.” puji laki-laki itu sambil berbisik mesra di telinga Rosalie. Nafasnya yang hangat membuat darah wanita itu berdesir.

Mereka melanjutkan hingga 3 meter berikutnya. Dan sepanjang itu pula si lelaki tua makin mendekatkan tubuhnya untuk memeluk tubuh Rosalie makin erat. Bahkan kini dia dengan terang-terangan menggesek-gesekkan penis kakunya ke bokong Rosalie yang bulat. Wanita itu cuma mendesah menerimanya, tidak menolak. Entah kenapa dia bisa seperti ini. Padahal laki-laki itu sudah tua, dan dari segi fisik sangat tidak menarik sekali. Tapi nyatanya, gairahnya terpancing. Mungkin karena tadi dia sempat melihat penis laki-laki itu dalam keadaan ereksi dan ditambah sekarang sekarang benda itu menempel ketat di belakang tubuhnya. Membayangkannya saja sudah membuat Rosalie bergidik. Di setengah meter ke empat, setelah mengendus dan merasakan keharuman tubuh Rosalie, laki-laki itu akhirnya tidak tahan. Dia merangkul Rosalie dan mengecup bibir wanita itu dengan kasar. Rosalie berusaha sedikit memberontak, tapi dekapan tangan laki-laki itu mustahil untuk dihindari. Dia tidak bisa bergerak, dan terpaksa menerima dengan pasrah lumatan laki-laki itu di bibir tipisnya yang manis.
“Ahhh,” Rosalie melenguh saat tangan kasar laki-laki itu meremas salah satu bulatan payudaranya. Remasan yang satu disusul dengan remasan yang lain, juga pijitan lembut di ujung putingnya yang mulai mengeras.
Tangan Rosalie menggapai, berusaha mencari pegangan. Tapi bukannya lengan atau tongkat kayu yang dia dapatkan, jari-jarinya malah menggenggam penis besar milik si lelaki yang entah sejak kapan dikeluarkan. Yang jelas, benda itu sekarang terpampang jelas di depannya.
“Jilatin ya?” laki-laki itu tanpa malu-malu meminta, tahu kalau Rosalie tidak akan menolak.
Tak bergerak, Rosalie terkesiap memandangi penis hitam legam dalam genggamannya, benda itu terlihat lebih besar daripada saat kencing tadi. Ujungnya yang tumpul membengkak berkedut-kedut, dengan sedikit cairan bening membasahi lubangnya yang mungil. Ragu-ragu, Rosalie terus memandanginya tanpa berbuat apa-apa. Tercium bau amis samar dari penis itu. Rosalie mengernyitkan alisnya.
“Kenapa?” laki-laki itu bertanya dengan lagak penasaran.
Rosalie menggeleng, dia mencoba mencari tahu perasaan apa dalam hatinya yang membuat dia  sampai mau melakukan hal ini. Perasaan yang anehnya, membuat dia semakin bergairah. Wanita itu memandang sayu, pipinya yang bulat bersemu merah seiring dorongan nafsunya yang semakin menggelora.

“Ayo kocok...begini nih!” laki-laki itu menggerakkan tangan Rosalie maju mundur mengurut penisnya.
Rosalie mengikutinya dengan sedikit ragu. Bagaimanapun, dia adalah seorang wanita, wanita terhormat dari golongan darah biru yang tabu untuk menyerahkan tubuhnya begitu saja pada laki-laki lain, apalagi dengan orang asing yang tidak dia kenal sama sekali, bahkan namanya saja dia tidak tahu.
“Haruskah aku melakukannya?” Rosalie bertanya mencari alasan.
“Kalau kamu masih ingin melihat koleksi anggrek milik juraganku.” jawab laki-laki itu yang langsung membuat Rosalie menurut. Demi bunga-bunga langka itu, dia rela melakukan apa saja.
Akhirnya, dengan menarik nafas panjang, mulut wanita itu mendekat dan mulai mengecup ujung penis itu dengan bibir merahnya yang tipis. Mengulum demi sebuah anggrek tidak ada ruginya, pikir Rosalie sambil  melanjutkan kocokan dan ciumannya.
“Aku yakin kamu bisa lebih pintar dari ini.” laki-laki itu mendorong penisnya. “Ayo, buka mulutmu!”
Rosalie mengangguk. Dengan bibir sedikit terbuka, dia coba menjilat kepala penis itu, dan langsung meringis saat rasa asin yang menyengat menyerang lidahnya. Wanita itu mendelik jijik, tapi tak urung tetap melanjutkan jilatannya. Bayangan indahnya Anggrek hutan mengalahkan rasa mualnya. Lidahnya yang runcing terus bergerak-gerak, mengelus dan membasahi batang hitam panjang itu, dan pelan, menelannya hingga amblas seluruhnya ke dalam mulutnya.
“Hmpph!” Rosalie melenguh merasakan mulutnya yang penuh. Lidahnya berusaha terus menjilat, yang secara tak sadar malah seperti menggelitik penis hitam itu.
“Ahhh,” laki-laki di hadapannya melenguh, memejamkan mata, menikmati setiap gerakan lidah wanita itu yang bergerak samar. “Ya, begitu. Ohhhh... terus. Nikmat sekali.” Dia menceracau.
“Mmph! Hehmm...” Rosalie terus menjilat.
Penis laki-laki itu terasa semakin mengeras dan terus membesar di dalam mulutnya, membuat dia hampir tidak bisa bernafas. Tapi wanita itu terus mengulumnya. Kegiatan itu baru terasa benar-benar melelahkan setelah 5 menit berlalu dan belum ada tanda-tanda laki-laki itu akan orgasme dalam waktu dekat.
“Waduh...mau sampai kapan nih?” batin Rosalie dalam hati.
Namun, dia tidak mau menyerah. Bayangan Anggrek yang menari-nari di matanya membuat wanita cantik itu bertahan. Bagaimanapun, laki-laki itu ada batasnya, dan dia cuma perlu menunggu dengan sabar.

“Uuhhhh!” dengus penuh kenikmatan dari laki-laki itu makin menambah semangatnya.
Apalagi sekarang penis pria itu sudah berkedut-kedut kencang. Ujungnya juga semakin banyak mengeluarkan cairan. Warnanya yang tadi hitam, kini sudah berubah jadi coklat kemerahan, tanda kalau benda itu akan meledak tidak lama lagi. Rosalie mempercepat kocokannya. Dia juga menjilati kantong pelir laki-laki untuk menambah daya rangsangnya.
Dan didahului dengan geraman panjang, “AARRGGGHHHHH!!” laki-laki itupun orgasme.
Tubuhnya yang kurus berkedut-kedut kencang dengan semprotan sperma kental yang muncrat banyak sekali ke bibir dan wajah Rosalie tanpa wanita itu sempat menghindar. Cairan itu menempel, menghiasi kulit wajah wanita itu yang putih mulus, dan meleleh turun di antara lehernya yang jenjang. Rosalie melenguh tanpa bisa berbicara.
“Ahhh,” laki-laki itu memeras penisnya hingga tetes terakhir. Setelah puas, dia akhirnya membuka matanya dan menatap Rosalie dengan raut muka bahagia. “Terima kasih, cantik.” cetusnya. “Kita bisa istirahat sekarang.”
Keduanya duduk berdampingan, Rosalie di atas gerobak sayuran, dan lelaki itu di atas ember plastik. Rosalie menyeka sisa-sisa sperma yang menempel di wajahnya,  sementara laki-laki itu memasukkan kembali penisnya yang mulai mengkerut.
“Bagaimana rasanya bekerja pada Juragan Marijan?” Rosalie bertanya menyelidik sambil membuang tisu kedua yang basah oleh sperma laki-laki itu. “Apakah dia sejahat yang dikatakan orang-orang?”
Tukang kebun itu terkekeh sedikit sambil menyulut rokoknya. “Hmm,” dia menyahut dengan hati-hati. “Juragan selalu baik padaku.”
“Aku pikir dia itu jahat!” sahut Rosalie. Tangannya kini sibuk membenahi rambutnya yang tadi sempat acak-acakan.
“Ah, aku yakin dia tidak seperti itu.” lelaki itu meminta maaf,  dia kembali memegang dan mengelus-elus jari-jari lentik Rosalie. “Mungkin dia... em, agak kasar, lebih tepatnya. Juragan memang jarang bergaul dengan orang lain, maklum dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi” tukang kebun itu mengisap rokoknya dalam-dalam sambil menengadah ke langit
“Ooohh...begitu” Rosalie mangut-mangut, “istri dan anaknya?”
“Istrinya sudah meninggal lama sekali, yang lebih menyedihkan adalah putra tunggalnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan, padahal dia anak yang baik, dia sudah mau lulus universitas waktu itu” pria tua itu bercerita dengan suara berat.
“Aku mengerti...ternyata dia bukan seperti kata orang kebanyakan, aku sekarang malah jadi kasihan padanya”
Pria itu memperhatikan wajah Rosalie dengan mata terpicing. “Kamu cantik sekali. Berapa usiamu?” tanyanya mengalihkan pembicaraan yang suram tadi.
Wanita itu mengangkat bahunya, “Dua puluh lima tahun, bulan depan.”
“Jilatanmu sungguh nikmat, sudah sering ya melakukannya?” laki-laki itu mulai lagi mupengnya
“Tidak perlu berlatih untuk hal-hal seperti itu.” Rosalie berkilah. “Cukup sering-sering makan es krim aja.” lanjutnya asal.
Laki-laki itu menyeringai kecil. “Kamu emang lucu. Bapak suka itu.” Dia merangkul Rosalie dan mencium pipinya mesra. “Juraganku itu orang yang baik, kamu tidak perlu takut dengannya.”
“Kalau dia mau mengijinkanku melihat kebun anggreknya, aku kan menganggap dia orang yang baik.” 

“Oke,” lelaki itu bersepakat, dan segera melumat bibir Rosalie sebagai tanda jadi. ”Orang paling jahat sekalipun akan menjadi sangat menyenangkan jika kamu melihat sisi baik mereka.”
Rosalie mengangguk. “Ya, itu benar.” Ia menyeka liur laki-laki itu yang membasahi mulutnya.
“Aku, maksudku... juragan Marijan, pernah punya pencuri ternak yang merawat sapi dan pencopet yang mengawasi anggrek. Juragan percaya akan kesempatan kedua.” jelas laki-laki itu.
“Ah, benarkah?” seru Rosalie. “Apa orangnya masih ada disini? Bisakah aku menemuinya?”
“Ya, kalau kamu beruntung. Mereka jarang menampakkan diri pada orang asing.”
“Kalau bapak sendiri, sudah berapa lama bekerja untuk Juragan Marijan?” Rosalie bertanya.
“Sudah bertahun-tahun... dan akan terus berlanjut lebih lama lagi.” tambah laki-laki dengan penuh semangat. Setelah mencium bibir Rosalie sekali lagi, laki-laki itu kemudian berdiri. “Dan sekarang,” usulnya. “bagaimana kalau aku perlihatkan taman penuh anggrek itu kepada Neng?”
“Oh ya?” Rosalie menyahut dengan gembira. Usahanya memuaskan laki-laki itu tidak berakhir dengan sia-sia. “Tapi apa nanti Juragan Marijan tidak keberatan?”
“Aku kepala tukang kebun, aku yang memegang kuncinya.” laki-laki itu berkata yakin.
“Ehm, baiklah.” Rosalie berpikir, “Tapi kalau bapak adalah kepala tukang kebun, kenapa  bapak masih menanam bawang?”
“Aku bekerja keras, bagus untuk tubuh tuaku.” Dan lelaki itu menambahkan. “Tanpa bawang, kita tidak akan bertemu, bukan?”
“Ah, iya.” Rosalie tersenyum.
Mereka berjalan beriringan membelah perbukitan, Rosalie di depan, sementara laki-laki itu di belakang. Sepanjang jalan, tangan lelaki itu terus jahil, setiap ada kesempatan ia selalu memegang dan menggerayangi tubuh mulus Rosalie. Dia memeluk tubuh wanita cantik itu dari belakang dan melingkarkan tangannya di dada Rosalie yang membukit, laki-laki itu meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Saat akan menyingkap bajunya, barulah Rosalie menolaknya.
“Kenapa?” laki-laki itu bertanya tak mengerti.
“Aku tidak ingin telanjang di tempat yang terbuka.” kata wanita itu.
“Disini aman, tidak ada orang selain kita.” lelaki itu terus memaksa. Dia kembali berusaha mangangkat baju tak berlengan Rosalie ke atas.
“Tidak,” tapi wanita itu menahannya. “Cukup begini saja.”

Laki-laki itu akhirnya menyerah,”Ya, baiklah.” Tidak apa-apa tidak membukanya, yang penting dia tetap diperbolehkan memegangnya. Toh rasanya juga sama saja, sama-sama bikin nafsu naik ke ubun-ubun.
Tak lama, mereka tiba di taman bergaya Italia yang mengesankan, dengan anak tangga marmer, air mancur, dan pohon cemara China yang berderet rapi. Rosalie langsung menatapnya dengan kagum.
“Bapak punya cukup banyak tanaman,” ia berkata. “yang belum ada di taman atau lab botani di universitas.”
“Ah, benarkah?” Laki-laki itu menanggapi santai. “Kalau begitu, kau boleh bawa pulang sebanyak-banyaknya. Dengan syarat...”
“Apa syaratnya?” Rosalie menyahut cepat. Dengan membawa spesimen sebanyak ini, akan banyak membantu penyusunan tesisnya, ia sangat berharap mendapatkannya.
“Buka bajumu, dan layani aku.” lelaki itu berterus terang. Dia mengambil tangan Rosalie dan menggesekkannya ke gundukan penisnya yang kembali menegang.
“Ah,” Rosalie tercekat, dia tidak menyangka laki-laki itu akan meminta lebih. Ini yang dia takutkan dari tadi. “Gimana kalau dikulum lagi aja?” wanita itu mencoba menawar.
“Nggak bisa.” laki-laki itu menggeleng. “Aku ingin merasakan tubuhmu. Aku ingin menumpahkan spermaku di atas tubuhmu.”
Rosalie terdiam, tampak berpikir dan menimbang-nimbang.
“Bagaimana?” laki-laki itu bertanya lagi, dengan nada yang lebih mendesak.
“Ehm, itu bisa diatur.” jawab peneliti cantik itu pada akhirnya.
“Mau atau tidak? Jawab dengan jelas.” lelaki itu menuntut.
Rosalie tidak suka dengan nada bicara yang kasar, jadi dia menarik kembali tangannya. “Tunjukkan dulu kebun anggreknya kepadaku.” tuntutnya kemudian.
“Tapi kamu mau kan melayaniku?” laki-laki itu masih penasaran. Dia sudah terlanjur bergairah melihat tubuh Rosalie yang montok, mustahil kalau dia mau mundur sekarang. Pokoknya, bagaimanapun caranya, dia harus bisa mendapatkan wanita itu.
“Kebun anggreknya dulu.” Rosalie bersikukuh.
Laki-laki itu akhirnya menyerah, “Baiklah.”

Beriringan mereka meninggalkan taman itu dan berjalan ke arah rumah kaca. Matahari musim semi terasa hangat, air mancur bepercikan, angin meniup taburan kelopak bunga magnolia putih di kanan kiri jalan. Rosalie melangkahkan kakinya sambil mendesah geli dan bahagia. Geli karena remasan tangan laki-laki itu di payudaranya, dan bahagia karena kini di depannya terpampang puluhan jenis anggrek yang selama ini cuma dilihatnya di dalam buku.
“Wow, indah sekali.” dia mendesah tak percaya. Matanya tak berkedip menatap keindahan anugerah Tuhan itu.
“Kamu suka?” tanya si tukang kebun sambil mengecup ringan pipi Rosalie.
Wanita itu mengangguk. “Suka banget! Ini yang selama ini saya butuhkan untuk bahan tesis” dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh kelopak bunganya yang halus. “Boleh kupegang?” tanyanya.
Laki-laki itu mengangguk. “Nikmati sepuasmu. Nanti setelahnya, ganti aku yang menikmati tubuhmu sepuasnya.” bisiknya mesum sambil terkekeh.
Rosalie tidak menghiraukan gurauan laki-laki itu. Dengan tidak sabar, dia segera mengelilingi rumah kaca yang luas itu, yang penuh dengan Anggrek kesukaannya. Sementara si lelaki, dengan diam-diam, terus mengikuti di belakangnya.
”Eh, Bapak mau tanya, boleh nggak?” laki-laki mencolek bahu Rosalie yang sedang asyik mengagumi salah satu Anggrek yang berkelopak merah bertotol hitam mirip macan.
“Tanya apa, Pak?” sahut Rosalie tanpa menoleh. 
”Ehm, kamu pernah ngentot nggak?” tanya laki-laki itu.
Mendengar pertanyaan seperti itu, Rosalie jadi sedikit kaget, “Ngg, pernah. Emang kenapa, Pak?” tanya wanita itu sambil pura-pura mengusir semut yang menggigit tangannya.
”Nggak, cuma tanya aja.” sahut laki-laki itu. “Sama siapa? Pasti sama pacarnya ya?”
Rosalie menggeleng. “Mantan...udah gak pacar, lagian udah lama, jaman masih kuliah S1 dulu” jawab wanita itu terus terang. Entah kenapa dia jadi blak-blakan seperti ini, ia jadi teringat lagi dengan pria yang dulu menyakiti hatinya, setelah merenggut keperawanannya ternyata ketangkap basah jalan dengan gadis lain, sejak itulah Rosalie sulit mempercayai pria dan ia menenggelamkan diri dalam minatnya.
“Wah, nakal juga kamu ya?” sindir lelaki itu sambil mengusap-usap paha mulus Rosalie.
“Yah...kekhilafan masa muda, udah ah Pak, jangan diungkit lagi, saya gak pengen nginget-inget lagi”
“Oooh...baik, Bapak mengerti Neng, waktu muda dulu Bapak juga pernah mengalami kekecewaan dalam cinta kok”
Mereka terus berjalan. Di depan, Rosalie terus melayangkan pandangannya, takjub menikmati keindahan bereneka macam anggrek langka yang ada di tempat itu. sementara di belakangnya, si tukang kebun berjalan mengikuti, mengekor Rosalie sambil tangannya melingkar di dada wanita itu.

“Kita duduk di sana yuk!” laki-laki itu menunjuk bangku panjang di pojok ruangan. Tak terasa, kini mereka sudah tiba di ujung rumah kaca. Inilah saat bagi Rosalie untuk memenuhi janjinya.
“Bisakah cuma oral aja?” wanita itu kembali menawar.
“Kenapa, kamu nggak lagi haid kan?”tanya laki-laki itu sambil menyingkap rok panjang yang dikenakan Rosalie. Tangannya yang kasar meraba dan mengusap-usap paha Rosalie yang putih mulus.
“A-aku cuma bingung, pak.” Rosalie menggeleng. “Haruskah kita melakukan ini?”
“Ayolah, Neng.” laki-laki itu terus merangsek. ”Kita kan sudah janji tadi.”
“Iya, tapi...” Rosalie langsung terdiam saat tiba-tiba dia dipeluk dari samping dan bibirnya yang tipis dilumat dengan rakus. “Emmphh!” wanita itu mencoba memberontak, tapi tangannya sudah terkunci oleh pelukan pria itu. Dia tidak bisa bergerak.
Sambil terus mencium, tangan laki-laki itu bergerak menelusuri lekuk-lekuk tubuh Rosalie yang menggoda. Dengan sentuhan-sentuhan lembut ujung jarinya, tukang kebun itu mencoba merasakan kehalusan kulit Rosalie yang mulus seperti kulit bayi. Dari pundak, tangan laki-laki itu turun ke telapak tangan, meremas-remas jari Rosalie yang lentik, kemudian berputar ke belakang, mengusap punggung wanita itu yang terbingkai indah oleh baju pakaiannya yang tipis. Sentuhan-sentuhan itu tak urung membuat Rosalie terpengaruh juga, bulu-bulu lembut di tengkuk wanita itu meremang. Dan... “Ahh,” dia akhirnya mendesah saat laki-laki itu mencium pundaknya dengan tangan melingkar menggelitik perutnya yang langsing tanpa lemak. Sentuhan pada perut itu terus beranjak naik, sampai tiba di payudaranya yang membulat kencang. Meski masih terbalut baju dan BH tipis, tapi benda itu sudah kelihatan begitu menggoda. Laki-laki itu meremasnya kencang, membuat Rosalie sedikit mengaduh kesakitan.
“Auw, pelan-pelan.” bisiknya.
Dia menahan nafas saat tangan laki-laki itu kembali turun ke bawah dan menyusup ke balik rok panjangnya yang sudah tersingkap. Tanpa halangan, tangan laki-laki itu mengusap-usap celana dalam Rosalie yang sudah basah. Sambil menekan, jari-jari itu memberikan sentuhan luar yang luar biasa enaknya, membuat Rosalie jadi sedikit menggelinjang dan mengaduh keenakan.
“Uhhh,” desis wanita itu pelan.
Laki-laki itu kembali melumat bibir tipis Rosalie yang terbuka di depannya. Dia memasukkan lidahnya dan memaksa wanita itu untuk saling bertukar air liur. Rosalie bisa merasakan betapa pahit dan baunya mulut pria itu, campuran antara tembakau dan kopi yang sudah membusuk. Tapi dia tetap harus menerimanya.
“Tahan...tahan...demi anggrek itu, demi tesis!” katanya dalam hati menguatkan diri sendiri

Tangan laki-laki itu yang bebas, yang dari tadi melingkar di perutnya, kini perlahan mulai merangkak naik menuju bulatan payudaranya. Di sana, jari-jari berkeriput itu bertengger dan meremas-remas buah dada Rosalie yang masih terbungkus rapat. Tapi meski begitu, rasa kenyalnya sudah begitu terasa, membuat laki-laki tua itu jadi menikmatinya. Sambil terus mencium, dia terus memijit-mijit benda bulat itu, sementara di bawah, tangannya yang kiri menyusup makin ke dalam, menyerang vagina Rosalie dengan sentuhan-sentuhannya yang semakin liar.
“Ah, auw!” Rosalie membuka matanya dan menepis tangan laki-laki itu yang berusaha menyingkap celana dalamnya. “Jangan...” bisiknya pelan.
Laki-laki itu membalas dengan melumat kembali bibir Rosalie yang basah. “Sst, diamlah.” Dan tangannya turun lagi, mengusap paha Rosalie yang putih mulus, dan terus masuk ke dalam, mencari-cari pangkal paha wanita itu yang masih tertutup  celana dalam.
Rangsangan yang terus diberikan oleh laki-laki itu membuat Rosalie akhirnya menyerah. Penolakannya yang cuma setengah hati dengan cepat menghilang, menguap begitu saja, berganti dengan gairah liar yang meledak-ledak. Saat laki-laki itu melumat bibirnya, Rosalie dengan begitu panas dan penuh gairah, membalasnya. Lidah wanita itu bergerak liar, mengecap dan mendecap-decap, berusaha untuk menghisap dan mencucup bibir tebal si tukang kebun yang menganga menjijikkan didepannya.
“Pegang ini,” laki-laki itu membimbing tangan Rosalie yang meraba malu-malu gundukan penisnya.
Sudah sejak tadi benda itu menegang, laki-laki itu sendiri terus melanjutkan aksinya, menyingkap rok Rosalie makin atas dan dengan gemas meraba-raba paha mulus milik wanita cantik itu. Pijatan jari-jari Rosalie di penisnya membuat laki-laki tua itu jadi bernafsu sekali. Dia menyudahi lumatannya dan langsung menurunkan kepalanya ke bawah untuk memberi kecupan dan jilatan kecil pada kedua kaki wanita itu. Dari lutut, ciumannya naik ke arah paha. Dengan diselingi jilatan dan hisapan halus, sampailah bibir tebal laki-laki itu di pangkal paha Rosalie. Meski masih tertutup celana dalam, tapi benda itu sudah kelihatan begitu menggoda, membuat si tukang kebun makin bernafsu untuk memberikan jilatannya.

“Ah, jangan!” Rosalie mencegah saat merasakan tangan laki-laki itu yang ingin melepas celana dalamnya. Tapi karena sudah terlanjur ditarik, benda itu jadi agak turun sekarang, memperlihatkan sedikit rambut-rambut halus yang menghuni selangkangan wanita itu.
”Aku takut.” bisik Rosalie memelas, berusaha menolak untuk yang terakhir kalinya. Harga dirinya sebagai wanita baik-baik membuatnya harus berbuat seperti itu..
”Tenanglah.” laki-laki itu berucap sabar. “Bapak janji akan melakukannya dengan lembut. Gak akan sakit. Percayalah.”
”Tapi...” belum sempat Rosalie membantah, laki-laki tua itu sudah kembali melumat bibirnya yang tipis, sambil tangan kirinya meraba-raba selangkangan wanita itu dari luar celana dalam. Terasa semakin basah disana, membuat laki-laki itu jadi tersenyum kegirangan.
Diserang seperti itu, membuat Rosalie yang sudah bernafsu, jadi menyerah dengan mudah. Pasrah, wanita cantik itu merebahkan tubuhnya yang sintal diatas hamparan rumput dengan posisi kaki menekuk terbuka lebar. Di atasnya, ciuman si tukang kebun perlahan turun ke bawah, ke leher Rosalie yang jenjang. Setelah menghisap dan membuat beberapa cupangan di situ, ciumannya beralih ke pundak. Sambil mencium, laki-laki tua itu meremas-remas payudara Rosalie yang bulat. Meski masih terbalut BH putih, tapi kekenyalannya cukup untuk membuat laki-laki itu merem melek keenakan. Tanpa berusaha untuk melepas BH-nya, laki-laki itu menciuminya sejenak, sekedar untuk merasakan kehangatan dan aroma benda itu. Selanjutnya, bibirnya turun ke perut Rosalie, menjilat sebentar disitu, dan terus turun hingga ke selangkangan wanita itu dan berhenti disana.
“A-apa yang akan bapak lakukan?” tanya Rosalie saat merasakan celana dalamnya di tarik hingga merosot sampai ke lututnya.
Tidak menjawab, laki-laki itu memandangi vagina Rosalie dengan tak berkedip. Inilah kemaluan terindah yang pernah ia lihat:  sempit, dengan bulu-bulu hitam yang halus dan terawat rapi. Tengahnya yang kemerahan dengan sedikit kesan mengkilap akibat cairan kewanitaan wanita itu, makin menambah daya pesonanya. 

Untuk sesaat, laki-laki berdiri terdiam karena takjub. Selanjutnya, setelah menarik nafas kuat-kuat, dari posisi di samping Rosalie, akhirnya dia memberi sentuhan untuk yang pertama kalinya. Pria tua itu menatap keindahan paha yang terpampang di depannya. Paha itu terbuka lebar sehingga dengan mudah ia menciumi dan sesekali menjilatnya karena paha itu persis setinggi kepalanya. Kulit paha itu terasa dingin di bibirnya. Lalu diusapkannya wajahnya beberapa kali ke permukaan paha dalam yang mulus itu. Darah pria itu berdesir merasakan kemulusan paha itu di wajah dan pipi keriputnya. Semakin sering mengusap-usapkan wajah dan menciuminya, kulit paha itu terasa semakin hangat. Kedua belah telapak tangannya pun giat bergerak menyalurkan kehangatan. Tangan kirinya mengusap-usap paha kanan bagian luar, sedangkan telapak kanannya digunakan untuk mengusap-usap betis kiri wanita itu. Wajah si tukang kebun makin mendekati pangkal paha Rosalie, sebuah sentuhan halus melalui bibir yang ia tujukan pada selangkangan wanita itu.
“Auw!” Rosalie menggelinjang dan memekik lirih saat lidah basah laki-laki itu mulai menjamah kemaluannya.
Selanjutnya, dengan mata setengah terpejam, wanita itu menikmati ciuman dan jilatan laki-laki tua itu yang dirasakannya makin lama makin enak, terasa begitu nikmat.
"Argh..! Argh..! Pak, Oh nikmatnya, sstt, sstt.., aarrgghh..!"
Aroma segar kemaluan wanita itu sungguh menggugah birahi. Si tukang kebun menekan hidungnya ke celah sempit di antara bibir vagina wanita itu. Ditekannya seedalam-dalamnya sambil menghirup aroma kewanitaan wanita itu. Rosalie terkejut merasakan hidung lelaki itu tiba-tiba menusuk lubang vaginanya. Ia menggelinjangkan pinggulnya. Menggelinjang dalam kenikmatan.
"Aarrgghh..! Aarrghh..! Ampun, Pak!" rintihannya semakin keras ketika merasakan lidah si tukang kebun menyapu klitorisnya. “kaya mau pipiis nih rasanya....aaahhh!"
Tapi anehnya ia tak berusaha menghindari kepala pria itu. Ia bahkan memutar pinggulnya sambil menekan bagian belakang kepala lelaki itu. Ia tak ingin hidung itu tak lepas dari jepitan bibir vaginanya. Tak lama kemudian, tiba-tiba saja ia merasakan adanya dorongan lendir orgasme yang tak mampu ditahannya. Dorongan itu terasa sangat kuat. Jauh lebih kuat daripada dorongan yang biasanya ia rasakan ketika mendekati puncak orgasmenya.
“Aaahhh....keluar Pak...oohh enakkkhh!!”
Si tukang kebun mendengar rintihan itu. Tapi ia tak ingin menarik hidungnya. Ia tak peduli walaupun merasakan dua lengan memukul-mukul kepalanya dengan gemas. Ia telah terbius oleh aroma, kehangatan, kelembutan, dan kehalusan dinding vagina wanita itu. Bahkan semakin diremas dan ditariknya kedua bongkah pantat wanita itu agar hidungnya semakin tenggelam ke dalam liang vagina yang segar itu. Remasannya di bongkah pantat itu sangat kuat, membuat wanita itu hanya dapat merintih dan meronta-ronta. Tak lama kemudian, ia merasakan lendir hangat memancar keluar dari liang senggama Rosalie. Ia sangat senang merasakan kehangatan lendir itu. Aroma cairan tersebut membuat batang kemaluannya semakin tegang.

Si tukang kebun menarik kepalanya setelah merasakan lendir orgasme Rosalie berhenti mengalir. Ia menatap wajah wanita itu sambil tersenyum puas memperlihatkan giginya yang mulai tanggal beberapa. Ia dapat melihat kenikmatan yang baru saja usai
mendera wanita itu. Hal itu terlihat dari bola mata Rosalie yang sayu dan menatap hampa ke atap rumah kaca.
“Bapak masukin kontolnya ke memek Neng ya!” kata si tukang kebun.
Rosalie hanya mengangguk di tengah nafasnya yang masih naik-turun. Pria itu menggosokkan batang penisnya pada bibir vagina Rosalie yang sudah basah, dirasakannya kelembutan dan kehangatan di ujung batang kemaluannya. Penisnya menjadi semakin keras, urat-urat di sekujur batang kemaluannya semakin membengkak. Si tukang kebun mulai menekan pinggulnya sehingga penisnya pun memebelah bibir vagina yang berwarna pink itu. Ia menatap wajah wanita belia itu menggigit bibir ketika merasakan vaginanya dimasuki penisnya. Dengan tambahan tekanan yang lebih keras, penis itu akhirnya amblas juga diiringi desahan panjang Rosalie. Keduanya menahan nafas merasakan momen-momen alat kelamin mereka bersatu. Si pria tua mulai menciumi leher wanita itu. Dadanya yang direndahkan hingga menekan kedua buah dada wanita itu. Ia sengaja melakukan hal itu karena ingin merasakan kekenyalan payudara Rosalie ketika menggeliat. Tangan kirinya meremas buah dada wanita itu, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus paha luarnya sambil melakukan gerakan tarik dorong ke selangkangan wanita itu. Ia merasakan cairan lendir yang semakin banyak mengolesi batang kemaluannya. Sambil menghembuskan nafas berat, didorongnya penisnya lebih dalam hingga ujungnya yang menyerupai helm menyentuh sesuatu. Ia menahan gerakan pinggulnya ketika melihat wanita belia itu meringis. Ia tak ingin menyakiti wanita cantik itu. Selain itu, tubuhnya sendiri pun bergetar merasakan sempitnya lubang vagina wanita itu. Mulutnya memagut mulut Rosalie dan dilumatnya bibir wanita itu dengan lahap. Ia tak ingin mendengar wanita itu menjerit ketika ia mendorong penisnya. Puting buah dada wanita itu diremasnya dengan jempol dan jari telunjuknya. Dan ketika merasakan wanita itu mendorong pinggulnya, dengan cepat didorongnya pula batang kemaluannya.
"Hmm.., eeemmmm..!" terdengar gumaman tertahan dari mulut Rosalie yang sedang berpagutan dengan si tukang kebun
Ia hanya dapat bergumam ketika merasakan batang kemaluan pria itu menghunjam ke dalam lubang vaginanya. Pria itu kembali membenamkan batang kemaluannya perlahan-lahan. Kali ini ia hanya mendengar wanita itu mendesis beberapa kali sambil merangkul lehernya erat-erat. Kedua belah kakinya yang jenjang dan mulus semakin erat membelit pinggangnya.Setelah menarik nafas panjang, dan tak sanggup lagi  menahan kesabarannya, si tukang kebun menghentakkan pinggulnya sedalam-dalamnya hingga pangkal pahanya bersentuhan dengan pangkal paha Rosalie.

Ia melenguh beberapa kali ketika merasakan seluruh batang kemaluannya terbenam ke dalam vagina wanita itu. Bahkan ia merasakan ujung kemaluannya menyentuh mulut rahim Rosalie. Sejenak ia diam tak bergerak. Ia sengaja membiarkan batang kemaluannya menikmati sempitnya lubang vagina itu. Ia terpejam merasakan remasan lembut di batang kemaluannya ketika vagina itu berdenyut.
"Aarrgghh...ooh, ohh..," rintih Rosalie ketika seluruh batang kemaluan pria itu terbenam ke dalam lubang vaginanya.
Ia merasakan pedih dan nikmat di sekujur tubuhnya. Sensasi yang membuat bulu-bulu roma di sekujur tubuhnya meremang, yang membuat ia terpaksa melengkungkan punggungnya. Dipeluknya erat-erat tubuh tua itu ketika ia merasakan biji kemaluan pria itu memukul-mukul selangkangannya. Ia tak mampu bernafas ketika merasakan nikmatnya saat bibir dalam vaginanya tertarik bersama batang kemaluan itu. Kenikmatan birahi itu semakin menjalar dari vaginanya, nikmat yang membuat tubuhnya berkelejotan ketika lelaki itu kembali menghunjamkan batang kemaluannya. Ia menggigit bibirnya meresapi kenikmatan yang mengalir dari klitorisnya yang tergesek ketika si tukang kebun menghunjamkan batang kemaluannya. Kenikmatan itu membuat ia terengah-engah karena nafasnya makin memburu. Tukang kebun tua itu juga melenguh setiap kali mendorong batang kemaluannya. Vagina Rosalie yang seret itu membuat telapak tangan kasarnya harus meremas payudara wanita itu dengan keras ketika ia menarik batang kemaluannya. Dalam waktu sekitar setengah jam, pria tua itu hampir tak mampu membendung spermanya lebih lama lagi.
“Neng....Bapak....aaaahhh....mau keluar aaahhh!!” desah pria itu dengan nafas mendengus-dengus dan kelopak mata terbeliak-beliak.
Bunyi "plok...plok...plok" semakin nyaring terdengar setiap kali ia menghunjamkan batang kemaluannya. Bunyi tersebut semakin keras terdengar setiap kali si wanita mengangkat pinggulnya untuk menyongsong penis si pria yang menghunjam. Tukang kebun itu masih mencoba bertahan, tapi semakin lama vagina yang menelan penisnya terasa meremas semakin kuat dan berdenyut-denyut seolah ingin menghisap penisnya saja sehingga ia tak mampu lagi gelombang orgasme yang menerpa dengan dahsyat.
"Aarrgghh...ngecrot nih Neng....!!" raung si tukang kebun ketika merasakan spermanya menerobos lubang saluran kemaluannya tanpa tertahankan.
Ia menghunjamkan pinggulnya sekeras-kerasnya agar ujung penisnya tertanam sedalam-dalamnya ketika spermanya memancar keluar dari penisnya. Tubuhnya menegang saat mencapai puncak kenikmatan itu. Pada saat itu Rosalie pun orgasme dan menggelinjang.
“Pakk....aaahhh...aahh....saya sampai juga....!" erang Rosalie ketika merasakan cairan hangat itu 'menembak' mulut rahimnya!
Selama beberapa saat tubuh keduanya mengejang karena orgasme hingga akhirnya melemas kembali dalam posisi berpelukan.

Mereka berbaring beristirahat berpelukan di atas rumput. Tubuh si tukang kebun telanjang, sedangkan Rosalie bajunya acak-acakan: roknya tersingkap, CD-nya lepas, dan kancing bajunya lepas hingga memperlihatkan tonjolan buah dadanya yang membusung.
“Neng lapar?” tanya laki-laki itu saat mendengar bunyi perut Rosalie.
Saat itu dia sedang asyik memilin dan memijit-mijit puting Rosalie yang mencuat mungil di depannya. Beberapa kali dia juga menunduk untuk kembali mencucup dan menjilatinya. Sedikit menggelinjang, Rosalie berusaha untuk membenahi pakaiannya.
“Biasanya jam segini aku sudah makan siang.” terang wanita itu sambil mengancingkan kembali gaun terusannya.
“Oh, ya ampun. Maafkan Bapak sampai lupa soal makan siang.” laki-laki itu bangkit dengan muka penuh sesal. “Tunggulah disini, akan kuambilkan makanan.” Dia memunguti pakaiannya yang berserakan untuk mengenakannya kembali.
“Eh, jangan, Pak. Tidak usah.” Rosalie mencegah.
“Apa, aku tidak usah memakai pakaian, gitu?” Laki-laki itu tersenyum menggoda. Dia mengayun-ayunkan penisnya yang sudah setengah mengkerut di depan Rosalie, mau tak mau membuat muka wanita muda itu bersemu merah meski barusan saja merasakannya.
“B-bukan. M-maksudku, aku bisa makan di rumah. Bapak tidak perlu repot-repot.” Rosalie menunduk malu-malu.
“Orang macam apa yang membiarkan tamunya kelaparan sedangkan si tamu sudah memberinya kepuasan yang luar biasa?” Laki-laki itu menggeleng. “Aku bukan orang seperti itu, Neng.” Dan laki-laki itu segera mengenakan celananya sebelum Rosalie sempat membantah lagi.
“Anggreknya?” Rosalie menagih janji laki-laki itu.
“Nanti saja setelah makan.” Laki-laki mengangguk hormat dan berlalu. “Oh, ya..” Tapi dia menoleh saat sudah berada di depan pintu rumah kaca. “Nggak usah mengenakan pakaian, aku masih ada perlu dengan tubuhmu.” Dan dengan kekehan mesum laki-laki itupun menghilang meninggalkan Rosalie sendirian di rumah kaca yang sunyi itu. Ia menepuk-nepuk tanah dan potongan rumput yang menempel pada tubuh dan pakaiannya ketika bercinta tadi.
“Yah...harus dikucek lagi deh!” keluhnya dalam hati melihat noda tanah yang susah hilang di rok nya.
Sambil menunggu, Rosalie melihat-lihat tanaman pada rumah kaca itu dengan penuh kekaguman, tempat seperti inilah yang selalu menjadi impiannya, segar dan dekat dengan alam, tempat di yang sangat menunjang minatnya. Dia ingin sekali berlama-lama di sini, tapi tentu saja tanpa si tua mesum itu. Lima belas menit kemudian, laki-laki itu datang lagi, terkekeh-kekeh sambil menenteng keranjang besar.

“Kita akan piknik,” usulnya.
“Anggrekku bagaimana?” Rosalie menagih lagi janji laki-laki itu. Dia tampak keberatan dengan usul si tukang kebun yang sepertinya mempunyai maksud tersembunyi.
“Nanti Bapak kasih dobel. Sekarang kita ke bungalow di ujung sana.” Lelaki itu menunjuk arah barat laut.
“Kenapa kita tidak makan disini saja?” Rosalie membujuk.
“Di sini kotor, di sana lebih bersih, pemandangannya juga indah, lebih nyaman buat makan” sahut laki-laki itu.
Rosalie memperhatikan sekelilingnya. Saat matanya menatap cacing hitam besar yang menggeliut di antara akar tanaman anggrek, tanpa berpikir dua kali, dia pun menerima usul laki-laki itu dan segera mengikutinya keluar dari rumah kaca untuk berjalan melewati jalanan kecil berkerikil menuju deretan bungalow mungil yang ada di pojokan lahan.
“Hah, makanannya banyak banget!” seru Rosalie saat membantu mengosongkan isi keranjang. Mereka berada di paviliun kecil di samping air mancur, dengan beraneka macam makanan mulai roti lapis, susu kedelai, selai jeruk, apel fuji, aneka kue kering, dan roti jahe terpampang di depan mereka. Rosalie mengambil roti dan menggigitnya sedikit, “Empuk sekali. Enak.” 
“Masih lebih enak tubuhmu kok.” sahut si tukang kebun penuh arti.
Rosalie pura-pura tidak mendengar dan melanjutkan makan siangnya. Selesai dengan roti, wanita itu menyambung dengan kue kering dan susu kedelai, lalu ditutup dengan beberapa gigitan apel fuji.
“Bapak kok ga makan?” tanya wanita itu saat melihat si tukang kebun yang cuma memperhatikan dia saja tanpa menyentuh apa-apa. Malah tangannya hinggap di paha mulus Rosalie dan mengusap-usapnya pelan selama wanita itu menikmati makanannya.
“Nggak,” laki-laki itu menggeleng, “Bapak masih kenyang.”
Matahari musim semi terasa hangat, air mancur bepercikan, angin meniup taburan kelopak bunga mawar putih di lantai paviliun. Rosalie menggigit lagi apelnya sambil mendesah kenyang dan puas.

“Emm, saya tahu apa yang bapak inginkan.” kata Rosalie setelah makan “Bapak ingin tubuhku lagi kan?” tanya wanita itu terus terang.
Lelaki itu menanggapi pertanyaan Rosalie dengan tertawa. “Kalau kamu sudah tahu, kenapa tidak kau lepas saja bajumu sekarang?”
Rosalie menggeleng. “Penuhi dulu janji Bapak, mana anggreknya?” wanita itu mengulurkan tangannya, meminta.
Karena sudah tidak bisa mengelak lagi, laki-laki itupun akhirnya pergi untuk mengambilkan anggrek yang diminta Rosalie.
”Tapi aku minta, saat aku kembali nanti, kamu sudah telanjang. Aku ingin melihat tubuhmu seutuhnya. OK?”
Rosalie mengangguk sebagai tanda persetujuan. Toh tubuhnya sekarang sudah kotor. Ditambah sekali lagi juga tidak akan ada banyak bedanya. Yang penting adalah hasil dari semua ini yaitu anggrek-anggrek langka untuk bahan tesisnya nanti. Sambil menunggu laki-laki itu kembali, Rosalie segera mencopoti pakaiannya satu-persatu. Tanpa sehelai benang di tubuhnya, ia duduk di dalam paviliun menunggu si tukang kebun. Pakaiannya yang telah dilipat rapi ia letakkan pada sebuah bangku kayu. Ia merasa seksi dalam keadaan seperti itu, ia kesampingkan sejenak statusnya sebagai wanita terhormat dan berpendidikan tinggi.
“Boleh kan sekali-sekali jadi nakal, everyone has her dark secret, right?” katanya dalam hati.
Laki-laki itu datang tak lama kemudian dan tersenyum saat mendapati Rosalie yang sudah menunggunya dalam keadaan telanjang bulat.
“Nggak kedinginan, Neng?” tanyanya basa-basi.
“Biasa aja Pak” jawab Rosalie
Alih-alih merasa risih tubuh telanjangnya dipandangi oleh si tukang kebun, Rosalie lebih senang melihat anggrek hadiahnya. Dia diberi 5 buah, semuanya dari jenis anggrek langka yang tidak ada di negeri ini, jauh melebihi harapannya. Karena itulah dia bersedia memberikan tubuhnya untuk dinikmati sekali lagi oleh tukang kebun itu, hitung-hitung sebagai rasa terima kasihnya.
“Kok cuma saya yang telanjang? Bapak juga dong!” katanya tanpa malu-malu lagi sambil mendekati pria tua itu.
Dengan gerakan erotis yang menggoda, tangannya melucuti pakaian pria itu. Si tukang kebun tertegun dengan reaksi Rosalie yang kini lebih aktif dan submisif. Ia semakin tidak bisa berkata-kata lagi ketika tangan Rosalie menjamah batang kemaluannya yang masih tersembunyi di balik celananya dielusnya dengan lembut. Rosalie berlutu di depannya dan menurunkan celana pria itu sehingga batang kemaluannya yang sudah mulai mengeras lagi mengacung di wajah cantiknya. Rosalie mulai memainkan lidahnya dengan menjilati penis yang kulitnya berkeriput namun masih mampu ereksi itu

Rosalie membuka mulutnya lebar-lebar dan membimbing penis dalam genggamannya ke dalam mulutnya. Si tukang kebun pun makin mengelinjang, matanya pun merem-melek dan tangannya mulai mengusap-usap kepala wanita itu. Selama kurang-lebih 15 menit Rosalie mengoral penis si tukang kebun dan ia menyudahinya ketika batang itu mulai basah oleh ludahnya dan vaginanya juga sudah mulai gatal ingin ditusuk sesuatu. Ia lalu berdiri memunggungi si tukang kebun, lalu menyandarkan telapak tangan pada meja marmer yang tadi dipakai makan.
“Silakan Pak...karena Bapak udah bantu saya, ini rasa terima kasih saya, nikmati sepuas Bapak!” ucap Rosalie menyodorkan pantatnya yang menungging ke arah si tukang kebun.
"Makasih ya Neng, Bapak baru pernah merasakan wanita secantik Neng"
Pria itu merangkul pinggangnya dari belakang dan menggesekkan kepala penisnya pada bibir vagina Rosalie yang sudah basah. Penis pria itu sudah menempel tepat di liang vagina wanita itu dan mulai melesak masuk ke liang kenikmatannya.
“Aaahhh...yess!!” desah Rosalie merasakan vaginanya dijejali penis si tukang kebun
Penis yangh panjang itu mulai menghentak berkali-kali ke dalam vagina Rosalie.
"Ahhh... ehh Pak... enak!" desah Rosalie
"Oh.. iya, memekmu juga rasanya enak sekali Neng, punya Bapak kayak dijepit dan dipelintir rasanya nih, aahhh.. aahhh..."
Si tukang kebun menggenjot tubuh Rosalie sambil tangannya menggerayangi payudara wanita itu serta bagian-bagian tubuh lainnya. Kira-kira setengah jam kemudian tubuh wanita itu mengejang, ia telah mencapai puncak di mana cairan orgasme keluar dengan derasnya dari vaginanya yang masih tertusuk penis si tukang kebun yang masih saja tegang.
"Ohhhh.. ohh.. aarghhh.. arghhh...iyah Pak...sedap...aahh!!"
Rosalie merasa seluruh tubuhnya lemas sampai ke tulang-tulangnya, namun pria tua itu masih saja bertenaga untuk melanjutkan pergumulan dengannya. Kini ia mengganti posisi, dinaikkannya tubuh Rosalie ke atas meja marmer dalam posisi duduk, lalu kembali ia memasukkan penisnya ke vagina Rosalie dan melanjutkan genjotannya. Hentakan batangnya pada vagina wanita itu berlanjut hingga Rosalie  makin tidak bertenaga karena tenaga pria itu yang sungguh luar biasa di usianya yang tergolong uzur. Payudara Rosalie yang ranum dan menantang pun sudah menjadi bulan-bulanan pria itu, diisap, dikenyot dan ditarik-tariknya puting coklat itu oleh giginya yang mulai ompong. Kali ini memang tidak terlalu lama, sekitar seperempat jam saja akhirnya mencapai puncak kenikmatan
"Aghh...ohhh..Neng... memekmu.. luar biasa sekali...Bapak masih belum terlalu puas...sih.. udah cape...tapi...lumayanlah"

Cairan orgasme Rosalie bercampur dengan sperma si tukang kebun membasahi selangkangan dan meja di bawahnya. Lalu ambruklah tubuh pria itu di atas tubuh Rosalie di meja marmer. Nafas mereka terengah-engah, berpadu dengan suara cicitan burun, derikan serangga, dan hembusan angin semilir menerpa dedaunan. Rosalie sedang terpejam menikmati sisa-sisa orgasmenya ketika dia mendengar suara langkah kaki di jalan kerikil di belakang paviliun. Wanita itu terperanjat dan bergegas menyambar baju untuk menutupi tubuhnya yang telanjang. Tapi usahanya terlambat. Seorang bocah penggembala kambing muncul tepat di sebelahnya. Wajah bocah kecil itu langsung bersemu merah dan terperangah saat melihat apa yang terjadi. Dia mengangguk kaku kepada si tukang kebun yang saat itu asyik meremas-remas payudara Rosalie. Sedang kepada Rosalie, bocah itu menatap tak berkedip sambil dengan susah payah berusaha menelan ludahnya.
“Ehm,” Rosalie beringsut untuk bersembunyi di belakang tubuh kurus si tukang kebun. Tapi tentu saja itu percuma, si bocah penggembala masih bisa melihat tubuh sintalnya dan masih terus memandang dengan mata membelalak dan raut muka penuh ketertarikan.
“Ya,” si tukang kebun memecahkan kebisuan itu. “Ada apa, Dul?” dia bertanya tegas pada si bocah.
“Maaf, Juragan, ini ada surat buat juragan. Sepertinya isinya penting.” jawab bocah yang dipanggil Dul itu.
Dia memberikan buntelan coklat tebal yang ada di genggamannya pada tukang kebun. Laki-laki itu membacanya sekilas dan mencoret-coret sedikit beberapa bagian lalu menandatanganinya dengan mantab menggunakan pena emas yang diambilnya dari saku celana lusuhnya. Setelah itu, dia memberikan pada si bocah penggembala dan menyuruh bocah itu untuk pergi.
“Baik, juragan.” bocah itu mengangguk dan beringsut ke belakang. Sebelum berbalik, dia menyempatkan diri untuk melirik Rosalie sekali lagi, dan kembali bocah itu kesulitan untuk menelan ludahnya.
“Ya Tuhan...aku seharusnya sudah menduga dari awal.” Rosalie memukul bahu laki-laki itu. “Bapak adalah Juragan Marijan.” Dan tertawa saat menyadari kebodohannya karena sudah tertipu mentah-mentah.
Rosalie mengintip tadi saat laki-laki itu membubuhkan tanda tangannya, dan tertulis dengan jelas disana, MARIJAN, dengan huruf latin yang tegas dan indah.

Pria tua yang tidak lain adalah Juragan Marijan itu juga ikutan tertawa. “Kalau tidak begini, kamu tidak akan berani berdekatan denganku.”
“Dan bapak tidak bisa merasakan tubuhku.” tambah Rosalie.
“Dan kamu tidak mendapat anggrek.” Dan mereka kembali tertawa.
“Maafkan aku atas semua perkataanku tadi. Aku tidak tahu kalau Bapak adalah...”
“Sudahlah,” potong sang Juragan. “Nikmatnya tubuhmu sudah lebih dari cukup sebagai permintaan maaf.”
“Kutarik semua kata-kataku tadi. Sekarang aku menganggap Bapak oarang yang baik.” Rosalie melirik rangkaian bunga anggrek yang berada dalam pot di sebelahnya.
Juragan Marijan membungkuk sebagai rasa terima kasih. “Untuk wanita secantik kamu, aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kamu boleh kesini kapan pun untuk melakukan penelitianmu dan kalau ingin anggrek atau tanaman apa pun di sini kamu tinggal minta.”
“Sungguh?” Rosalie berseru kegirangan “Bapak baik sekali.”
“Tapi tentunya, setelah ditukar dengan ini.” sahut Juragan Marijan sambil membelai memek Rosalie yang sempit dan tangan satunya meremas-remas payudara wanita itu yang terbuka.
“Tidak masalah.” jawab Rosalie santai.
Wanita itu keluar dari rumah anggrek sekitar pukul empat. Tangannya sibuk menenteng keranjang kecil berisi beberapa koleksi langka. Dia sempat melayani juragan tua itu sekali lagi untuk mendapatkan bonus Anggrek Darah yang sudah diincarnya sejak pertama kali tiba di tempat ini. Dengan tubuh lelah luar biasa tapi hati riang gembira, Rosalie pergi meninggalkan rumah sang juragan kaya. Tapi kali ini lewat pintu depan, tidak lagi dengan menerobos pagar rumahnya. Juragan Marijan mengantar Rosalie hingga ke gerbang depan.
“Selamat jalan, Neng cantik. Hati-hati di jalan.” pesan laki-laki tua itu sambil mengecup mesra bibir Rosalie yang basah.
“Terima kasih, Juragan.” sahut Rosalie dengan sopan.
Wanita itu berjalan pelan dan melambaikan tangannya.
“Hari ini aku seneng banget, kemajuan besar buat bahan tesis, yesss!!” teriaknya riang sebelum mulai berlari, membuat payudaranya yang montok yang tidak berkutang, jadi bergoyang-goyang indah.
“Dasar cewek jaman sekarang!” gumam Juragan Marijan sambil berbalik dan masuk kembali ke pekarangan rumahnya.

Sejak itu, Rosalie sering berkunjung ke taman Juragan Marijan untuk mendapat masukan guna melengkapi tesisnya. Juragan Marijan yang memang hobi berkebun dan memiliki cukup banyak pengetahuan tentang tanaman pun bersedia berbagi ilmunya pada Rosalie. Sebagai gantinya Rosalie harus rela tubuh indahnya dinikmati oleh si pria tua pemilik kebun itu. Rosalie sendiri tidak keberatan, karena selain ia juga menikmatinya, semua itu sebanding dengan yang diperolehnya, bahan-bahan untuk tesis dan kepuasan mengeksplorasi taman itu. Sejak awal memang ia sudah merasa berjodoh dengan taman itu, koleksi-koleksi tanaman eksotisnya, keindahannya dan suasananya. Semua berlangsung hingga dua bulan ke depan, setelah tesis yang telah disusun telah mencapai target dan masa sewa atas rumah yang ditinggali Rosalie habis, ia harus pulang ke ibukota. Segala hasil usahanya tidaklah sia-sia, ia melakukan pembelaan dan penjelasan yang memukau di hadapan para penguji sehingga mendapatkan nilai sempurna.
#############################
Enam tahun kemudian

“Toni...Anna...ayo kalian pulang dulu sama Mbak...makan, terus tidur siang!” sahut Rosalie pada dua anak kecil yang sedang asyik main ayunan ditemani dua pembantu mereka di sebuah area taman Juragan Marijan yang telah menjadi tempat bermain anak.
“Mama sama papa mau kemana? Kok ga ikut kita pulang?” protes si bocah laki-laki
“Mama sama papa mau ada perlu sebentar, masih disini-sini juga, gak lama kita pulang kok...kalian duluan sama Mbak ya! Oma opa juga lagi makan dan menunggu kalian” jawab Rosalie.
Rosalie dan suaminya mengecup pipi kedua anak itu lalu melambai pada mereka yang telah digendong oleh masing-masing pembantu itu. Rosalie, di usianya yang telah menginjak kepala tiga dan melahirkan dua orang anak, masih terlihat cantik dan anggun, rambutnya yang telah dipotong pendek sebahu membuatnya terlihat semakin dewasa dan keibuan.
“Yuk Cha!” sahut suaminya kembali menaiki sepedanya, “mumpung cuacanya masih bagus”
Rosalie naik ke boncengannya dan tangannya melingkari pinggang sang suami yang mulai mengayuh sepedanya. Mereka memasuki wilayah yang ditumbuhi pepohonan tinggi dan rimbun yang memberi suasana teduh. Suami Rosalie menghentikan sepedanya di dekat sebuah paviliun bergaya Eropa. Mereka turun dari sepeda dan memasuki paviliun itu yang di tengahnya terdapat tiga buah nisan, yaitu nisan Juragan Marijan, istrinya, dan putranya. Mereka menaburkan bunga di atas ketiga makam itu dan menundukkan kepala berdoa. Memori Rosalie meluncur lagi pada tiga tahun sebelumnya ketika menerima kunjungan tak terduga dari seorang pria yang mengaku adalah pengacara dari Juragan Marijan. Tujuannya mendatangi Rosalie adalah pertama, menyampaikan berita dukacita kematian Juragan Marijan karena sakit tiga hari sebelumnya. Rosalie termenung sedih mendengarnya. Kedua, yang membuatnya terpaku seperti patung karena setengah tidak percaya adalah si pengacara juga menyampaikan surat warisan resmi Juragan Marijan yang ditujukan padanya. Juragan Marijan yang tidak memiliki keluarga lagi menunjuk Rosalie sebagai ahli waris atas taman beserta villanya, sementara sisa harta lainnya ia wariskan pada adiknya yang telah lama tinggal di Belanda.
“Beliau bilang anda sangat tertarik dengan tumbuhan-tumbuhan langka, sehingga beliau yakin anda adalah orang yang tepat untuk mewarisi taman kesayangannya itu” si pengacara menjelaskan, “harapan terakhir beliau hanya agar anda mengelola taman itu dengan baik dan tidak lupa mengurus makam beliau dan keluarganya di bagian timur taman”
Kini, villa beserta taman ini telah menjadi rumah kedua bagi Rosalie dan keluarganya, mama dan papanya yang telah berusia lanjut pun telah pindah ke rumah yang dulu ditempati oleh Juragan Marijan. Di tempat ini mereka dapat menjalani hari-hari tua mereka dengan tenang dan damai. Rosalie tidak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan Juragan Marijan yang diawali dengan hubungan terlarang itu kelak akan mengubah kehidupannya. Di taman ini juga, ia dapat melakukan lebih banyak riset mengenai tumbuhan yang menjadi obsesinya. Beberapa jenis tanaman hasil persilangan telah lahir di tempat ini dari hasil riset Rosalie dan tim penelitinya. Beberapa di antaranya bahkan telah dipamerkan dalam ajang nasional dan internasional. Taman yang dulunya tertutup untuk umum dan menimbulkan kesan angker itu, sekarang dibuka pada hari-hari libur dan akhir pekan agar orang-orang dapat berkunjung, menikmati keindahan, serta mendapat ilmu dari sana. Rosalie juga dengan murah hati memberi ijin bagi para mahasiswa dan pecinta alam untuk melakukan penelitian tentang tumbuh-tumbuhan di taman tersebut. Di dekat rumah kaca telah didirikan sebuah lab kecil tempat Rosalie dan tim nya bekerja, juga di sudut lain dibangun sebuah area bermain untuk anak-anak.

Mereka sampai di sebuah padang mini yang ditumbuhi banyak bunga matahari yang tengah mekar, bila dilihat dari helikopter tempat itu akan menyerupai sebuah karpet kuning yang indah. Mereka menggelar tikar dan membuka keranjang makanan yang telah mereka bawa. Hari itu adalah hari ulang tahun pernikahan keduanya, mereka menikmati piknik yang romantis itu di tengah hamparan rumput dan bunga matahari.
“Say...thanks ya!” kata Rosalie yang berbaring di pangkuan suaminya.
“Thanks for what?” tanya suaminya sambil mengelus rambutnya dengan lembut.
“Thanks sudah memberiku kebahagiaan...memberi dua malaikat lucu...juga penerimaan atas diri gua apa adanya”
“Cha...itu kan udah seharusnya sebagai suami!”
“Terus terang say...soal taman ini, kadang...sampai sekarang pun...walau senang mendapatkan rejeki gak terduga ini...aku masih ngerasa gak enak ke kamu...”
“Ssshhh....” pria itu menempelkan telunjuk dan jari tengah di bibir Rosalie, “jangan diterusin lagi...itu masa lalu Cha...banyak orang pernah nakal waktu mudanya...termasuk gua, orgy party pun pernah gua ikuti, lebih parah kan? harusnya malah gua yang gak enak ke lu Cha, ya gak? Seenggaknya lu masih ada positifnya dengan memberi penghiburan dalam sisa hidup orang tua yang kesepian itu, sedangkan gua memberi apa ke wanita-wanita yang pernah gituan sama gua selain kepuasan semu?
”Memang gak ada yang sempurna di dunia ini say, dicintai kamu itu udah kebahagiaan bagiku” Rosalie menekan kepalanya ke dada bidang suaminya, segaris senyum bahagia tergurat di wajah cantiknya.
Ia merasa sangat beruntung karena pria itu tetap menyayanginya walau telah tahu kenakalan yang dilakukan istrinya dulu, termasuk hubungan terlarangnya dengan si pria tua yang dulunya pemilik taman ini. Begitu pun dengan kenakalan-kenakalan suaminya dulu, ia pun bersedia memaafkan. Mereka bertekad untuk fokus ke depan mengarungi bahtera kehidupan ini bersama dua buah hati mereka.
“Say...yuk beresin dulu ini!” kata Rosalie setelah puas bersandar dan mulai membereskan sisa-sisa piknik mereka.
Suaminya telah memasukkan piring dan alat makan kotor ke dalam keranjang ketika ia melihat gaun terusan yang dipakai istrinya yang berdiri di sampingnya tiba-tiba terjatuh ke tanah. Pria itu mendongakkan kepala dan melongo melihat Rosalie kini membuka kancing branya lalu melepaskan dan menjatuhkannya ke tanah, disusul celana dalamnya hingga wanita itu kini berdiri telanjang di hadapannya dan mengembangkan senyum manisnya. Tubuh yang sempurna tanpa tertutup apapun yang sungguh membuat setiap pria menelan ludah menatapnya.
“Say, kamu tahu kan aku sangat cinta pada alam...juga suka bercinta di tengah alam...sekarang gua pengen berperan jadi Hawa dan kamu Adamnya, dimana kita bisa bebas tanpa pakaian, bercinta di alam tanpa ragu” Rosalie berkata dengan suara mendesah yang membangkitkan gairah, “buka semua pakaianmu say... kejar aku dan selanjutnya terserah anda...” ia lalu berdiri membelakangi suaminya lalu mulai berjalan menjauh, “aku tetap di daerah sini kok, jadi jangan ngejar sampai luar taman, nanti dikira orang gila, hihihi...” tawanya nakal.
Dengan tidak sabar pria itu membuka bajunya hingga bugil lalu mengejar istrinya yang lari menghindar sambil tertawa cekikikan. Suara tawa terdengar dan tangkai-tangkai tinggi bunga matahari pun bergoyangan. Tak lama suara tawa itu pun berganti dengan suara desah kenikmatan di antara bunga-bunga itu.

End
By: Iisamu Takeo

Labels

3gp (1) A +++ (17) abang sam (1) Abg (60) abg bandung (4) abg bugil (5) abg smu (3) abg smu jakarta (2) adek cewek yang sexy (1) adik dapat (1) adik iparku (1) adik iparku 2 (1) adik kelasku (1) aida dato’s 2nd wife (1) akak (1) aku dan ana (1) aku dan... (1) aku dan...II (1) aku main jubur (1) alat bantu seks (1) amoi malang (1) amoi saloon paka (1) anak cina (1) anak dara remajaku (1) anak guru SMAku (1) Anak SMK (1) Animal Sex (1) anjingku (1) arthur (16) Artis (2) Artis Seksi (7) asian show (1) auntie jee (1) aura kasih (1) awek indon (1) azlan sayangku (1) baby manja (1) Baby-Sister (1) bahasa indonesia (16) balas dendam (1) bapa mertuaku 1 (1) bapa mertuaku 2 (1) bapa tiri (1) batang beasr (1) bdsm (31) benih bapa mertua (1) bercinta dengan mbak (1) bercinta dengan pembantu (6) berita hangat (1) berkongsi suami (1) berniaga sambil berlakon (1) bersama mak cik (1) bersetubuh dengan ibu kandung (1) berzina dengan adik ipar (1) bidadariku (1) bini kawan kemaruk seks (1) bini muda anak satu (1) bini muda ayah (1) bini orang (1) birahi pembantu (1) bohsia (1) bondage (18) brondong (1) budak benggali (1) budak jantan (1) calon mertua binal (1) cara ngajak pembantu ML (1) carasex (6) cerita abg smu (2) cerita babu (3) cerita binal (1) cerita birahi (1) cerita bogel (4) cerita daun muda (4) cerita dewasa (3) cerita dewasa abg (2) cerita dewasa janda (6) cerita gadis (5) cerita hangat (285) cerita hangat;gay stories (1) cerita hot (4) cerita istri (1) cerita istri selingkuh (6) cerita janda (5) cerita janda kembang (1) cerita jorok (8) cerita jorok pembantu (2) cerita kekasih (3) cerita keperawananku (1) cerita kontol (3) Cerita lepas (8) cerita lonte (4) cerita lucah (4) cerita malam pertama (1) cerita memek (6) cerita memek X (1) cerita ngentot (4) Cerita NGEWE (9) Cerita NGEWE Janda (2) Cerita NGEWE Mertua (1) Cerita NGEWE Pembantu (1) Cerita NGEWE Rame Rame (2) Cerita NGEWE Selingkuh (3) Cerita NGEWE Tante (7) Cerita NGEWE Tukar Pasangan (4) cerita nikah (3) cerita nikmat (3) cerita pacar (2) cerita pacaran (3) Cerita panas (29) cerita pelacur (3) cerita pembantu (5) cerita penis (4) cerita perek (5) cerita porn (4) cerita porno (6) cerita porno X (1) cerita psk (3) cerita romantis (3) cerita sahabat (4) cerita saru (5) cerita saru 17 tahun (4) cerita saru X (1) cerita sedarah (1) cerita seks (28) cerita seks daun muda (3) cerita seks dengan anak smu (9) cerita seks dewasa (1) cerita seks ibu (2) cerita seks janda (2) cerita seks janda kembang (1) cerita seks mahasiswa (5) cerita seks melayu (37) cerita seks pembantu (4) cerita seks setengah baya (1) cerita seks tante girang (7) cerita seksi (4) cerita seksual (3) cerita seksual X (1) cerita selangkangan (1) cerita sensual (3) cerita sensual X (1) cerita seru (17) cerita seru 17 tahun (4) cerita setengah baya (2) cerita sex (300) cerita sex 17thn (14) cerita sex dengan tante (14) Cerita sex hot (55) Cerita sex keren (44) Cerita Sex Online (11) Cerita sex panas (23) cerita sex pramuka siaga (1) Cerita Sex Terbaru 2013 (1) cerita sex umum (3) cerita tante (1) cerita tante binal (1) cerita tante girang dengan brondong (1) cerita tentang janda (5) cerita terbaru (14) cerita wts (3) cerita-panas (9) Cerita-panas-Tante (5) ceriti sex (2) cerken3 (12) cerken3a (7) cerken3b (5) cerpen (6) certa memek (3) cewek (1) cewek abg (4) cewek bandung (2) cewek cantik (4) cewek hamil bugil (1) cewek jakarta (2) cewek part time (1) Cewek Seksi (21) cewek sma (1) chating sex (1) ciciku sayang (1) cikgu azarina (1) cikgu dan anakku (1) cikgu miraku sayang (1) cikgu nicky (1) cikgu norasyikin (1) cikgu pelatih beraksi dengan manja (1) cikgu suraya (1) cikgu tuisyen (1) cikgu zaharah (1) cikgu zainab (1) cina comel (1) cinta alam maya (1) cipap lendir awekku (1) code geass (2) comic (41) cuba cuba main kena janda (1) dahaga (1) dalam office dengan nik (1) dapat pantat brunei (1) dara adik tiriku (1) Daun Muda (1) devilz (10) DI bawah umur (12) di perkosa 4 cewek (1) di perkosa teman sendiri (1) di rogol lelaki bangla (1) di villa tante (1) diana shah alam (1) dilanyak di pagi raya (1) dirogol awek UK (1) doggy style (1) Dosen (1) dosen genit (1) dosen tante girang (1) Download Cerita sex (3) Download-3gp (1) Dukun Seks (1) dynasty warriors (3) enaknya memek tmaam tiri (2) enaknya tante girang (1) english (14) Facebook Girls (12) fan fiction (1) fanfiction (14) fantasi yang terjadi (1) Fetish (10) Fiksi (2) Film-Blue (1) first date tips (1) fizaku sayang (1) forced feminization (6) foto bispak (2) foto bugil (1) foto gadis (1) foto istri bugil (3) foto istri bugil X (1) foto janda (3) foto janda muda (2) foto memek (3) foto pelacur (3) foto pembantu bugil (2) foto pembantu diperkosa (2) foto pembantu telanjang (2) foto perek (1) foto perek jakarta (2) foto tante girang (1) foto telanjang (1) Foto-Model (1) Fotografi-dan-model (1) free live bedroom (1) fucking su zina (1) g spot (1) gadis (3) gadis bandung (5) gadis bandung bugil (4) gadis bawah umur (1) gadis sunti pt. 1 (1) gadis sunti pt. 2 (1) geng rompak rogol (1) gila batang (1) Guru (2) hadiah perkahwinananku (1) haus sex (2) hidup berzina bersama bapak (1) hidup berzina bersama bapak 2 (1) hikmah takrabul zina (1) hilang keperawanan (1) hotel indah (1) humor (1) ibu berjilbab nakal (1) ibu dosen teman seks (1) ibu guru (1) ibu guru kesepian (1) ibu hamil (1) ibu tetty (1) Imut (11) iqmar di setubuh bapak mertua (1) isteri tukang kebun (1) isteri yang kesepian (1) istri muda bugil (2) istri muda bugil X (1) istri nakal (1) istri orang (3) istri pak guru (1) istri selingkuh (4) istri selingkuh X (1) istri telanjang (2) istri telanjang X (1) istri teman genit (1) istri teman menggoda (1) istri tetangga (1) istri tetanggaku (1) istri-istri kami (1) Janda (2) janda binal (1) janda bispak (2) janda bugil (3) janda cantik (2) janda dengan memek berdenyut (1) janda desa (1) janda diperkosa (1) janda gatal (1) janda hot (1) janda muda (2) janda seksi (3) janda stw (1) janda telanjang (3) jiran sebelah (1) jiran yang gersang (1) kak hanim 1 (1) kak mun (1) kak ngah (1) kakak iparku yang gatal (1) kakak juga dapat (1) kama sutra (1) Kama Sutra Versi Terbaru (1) kamasutra (2) Kampus (1) Karya Ara456 (1) Karya Chad (6) Karya Dina Nakal (7) Karya Diny Yusvita (3) Karya Dr. H (3) Karya Harry Potter (1) Karya Joeanchoexs (3) Karya Naga Langit (2) Karya Ninja Gaijin (2) Karya Pengarang Lain (54) Karya Raito Yagami (1) Karya Yohana (1) karyawan (1) karyawansex.bercinta di hotel (1) kegadisan hilang (1) kehebatanmu ayu (1) kehebatanmu ayu II (1) kehebatanmu ayu III (1) kekasihku raja (1) kelentit (2) kenangan bersama hanidah (1) kenangan di maktab perguruan (1) kenangan lalu (1) kenikmatan pertama (1) keperawananku (1) Kerabat dekat (16) kisah budak dayak (1) kisah bugil (1) kisah daun muda (3) kisah dewasa (5) kisah ewasa (1) kisah suami isteri (1) kisah tante girang (1) kisah telanjang (1) klimaks (1) kolaborasi (1) koleksi 3gp (3) konekku (1) kontol (1) late classroom (1) Leah Dizon Pose (1) Lesbian (8) lingerie (1) maam tiriku tante girang (1) madu yang dahaga (2) Mahasiswa (1) Mahasiswi (1) main dengan budak (1) mak cik maznah (1) malam pertama (1) malam pertama ngan dibah (1) mama temanku binal (1) mama tiriku binal (1) mbak cantik (1) mbak tukang lulur (1) melayan boss lelaki korea (1) melayan isteri boss (1) membuat wanita terangsang. gaya seks (1) memek (2) memek gadis (2) memek ibu (2) memek ibu kos (2) memek janda (2) memek merah (2) memek pembantu (1) memek tante (3) memek tante cantik (3) memek tante girang (1) mencemari pantat nora (1) menikmati tubuh ratna (1) merogol arina (1) mertua genit (1) milah....tujuh belas tahun (1) miss campo in action (1) MISS V (3) miyabi (2) ml ama ibu mertua (1) Model Seksi (11) mulut vagina (1) muridku suamiku (1) nafsu (2) nancy dan rina (1) nani gadis kampung (1) ngentot (5) ngentot abg (2) ngentot abg smu (2) ngentot cewek abg (4) ngentot cewek hamil (1) ngentot cewek smu (2) ngentot dengan pembantu (1) ngentot ibu menyusui (1) ngentot janda (1) ngentot janda tua (1) ngentot mama (3) ngentot mama tiri (1) ngentot mbak-mbak (2) ngentot mertua (1) ngentot pembantu (3) ngentot saudara (1) ngentot sma (1) ngentot smu (2) ngentot suster (1) ngentot suster cantik (1) ngentot tante (2) ngentot tante girang (3) ngentot tante girang kaya (1) ngentot tante muda (2) Ngentot-Perawat (3) ngeseks dengan mama tiri (1) ngetot adik (1) ngetot kakak (1) Nightmare Sidestory (1) nostalgia gila (1) nurdiyana (1) obat kuat (1) obat kuat lelaki (1) Operator (1) orang asli menikmati tubuhku (1) original (16) pacarku selingkuh (1) pak dollah (1) pak salleh (1) Party Sex Villa (1) pasangan mesum (1) payudara (2) pelacur abg (3) pelacur bandung (1) pelacur jakarta (1) pelacur jalang (3) pelacur tante (3) pelampiansan sex online (2) pelampiasan sex (4) Pemaksaan (6) Pembantu (16) pembantu bahenol (1) pembantu bispak (1) pembantu bugil (3) pembantu diperkosa (1) pembantu makmal (1) pembantu sexi (1) pembantu telanjang (3) Pemerkosaan (49) pengalaman sex (81) peniaga pasar malam (1) Penyiksaan (34) Perawan (42) Perawat (3) Perbudakan (16) perek bandung (1) perek jakarta (1) Perselingkuhan (42) pesta seks (1) Pesta Sex (44) phone sex (1) Pijat payudara (1) Posisi-Sex (2) psk bugil (3) psk telanjang (3) rahsia puan dewi (1) rela hati (1) sedap (11) Sedarah (22) seks (5) seks degan mama (1) seks dengan tetangga (2) Seks di Villa (1) seks jilbab (1) seks kos (1) seks pembantu (2) Seks-Adik-Kakak (1) Seks-Foto-Model (1) selangkangan (2) selangkangan gadis (2) Selebriti News (1) selingkuh (8) selingkuh dengan istri teman (1) selingkuh dengan karyawan (1) selingkuh X (1) semalam bersama pelajarku (1) Sepupu (1) Setengah Baya (6) sex (1) sex dengan ibu guru (1) sex dengan istri orang (3) sex dengan kakak ipar (1) sex dengan tante fitnes (2) sex email (1) Sex Party (1) sex tips (1) sex tool (1) Sexy Dancer (2) Sexy Girls (16) Sexy Houskeeper (1) Sexy Info (6) simpanan ayah tiri (1) sissy maid slave (6) SMU (4) soul calibur (4) SPG Seksi (2) street fighter (1) suami lugu (1) suami sayang (1) suami selingkuh (2) suamiku sayang (1) sue bini orang (1) suikoden 2 (4) Supermarket (1) surina part 1 (1) Suster (3) suster cantik (1) suster cantikku (1) Tante (7) Tante - Tante (21) tante asih (1) tante baik nafsu (1) tante binal (3) tante cantik (1) tante cari brondong (1) tante dosen (1) tante fitness (4) tante gatel (3) tante gaya doggy (1) tante genit (1) Tante Girang (5) tante girang baik (1) tante girang bugil (1) tante girang cantik (1) tante girang cari abg (1) tante girang cari brondong (2) tante girang hot (1) tante girang kaya (1) tante girang merangsang (1) tante girang nafsu (1) tante girang puas (1) tante hot (1) tante jalang (3) tante jilbab genit (1) tante kesepian (8) tante ku aku entot (1) tante ku buas (1) tante manja (1) Tante mau tukar pasangan (1) tante mia (1) tante nakal (1) tante ndut (1) tante ngentot (1) tante pelacur (3) tante sari (1) tante seks (1) tante tetty (1) tante wangi (1) tante-tante (20) tantenal (1) tempek tante (3) terapi seks (1) terbaru (10) Tetangga (1) tetangga idaman (1) tetangga tante girang (1) tetanggaku binal (1) thalha murid tuition (1) Tia (9) tiga saluran perawan (1) tips kamasutra (1) tips kencan pertama (1) tips seks (15) Tips-Seks (3) toket (1) Toket Gede (27) Travic Sex (2) trik mendapatkan tante girang (1) trik perempuan (1) trik seks (1) tuanku din (1) tukang lulur (1) Tukar Pasangan (23) umum (87) Unik (29) vagina (1) vagina tante (1) via (1) video 3gp (5) video kamasutra (1) video sex (6) Video-Blue-Film (1) wanita setengah baya (1) Waria (5) Women tips (1) Womens Tips (1) yana dan arai (1) yati (2) yaya gadis bawah umur (1) yuni (2) zakar besar ke? (1) zura (1) zurina (1)
Powered by Blogger.